/
Minggu, 11 Juni 2023 | 06:35 WIB
Pep Guardiola (Instagram/@pepteam)

Manchester City akhirnya resmi meraih gelar Liga Champions pertamanya sepanjang sejarah setelah menjungkalkan Inter Milan di partai final Sabtu, (11/6/23) lalu.

Penantian panjang itu akhirnya terbayarkan sudah, Cityzen menyudahi perlawanan Internazionale dengan skor 1-0 berkat kreasi gol Rodri.

Sebelum menggapai raihan ini, Manchester City bersama Pep Guardiola sudah dihadang oleh kutukan-kutukan yang memprediksi Manchester City tidak akan menjadi juara Liga Champions.

Sebagaimana diketahui, sosok Pep Guardiola pernah dijampi banyak dukun Afrika tidak akan pernah memenangkan gelar UCL lagi seumur hidupnya pasca berkisruh dengan mantan anak didiknya, Yaya Toure.

Selain itu muncul pula kutukan dari negera Kroasia. Sifat kutukan ini berlaku sejak tahun 2012 hingga 2023. Disebutkan bahwa tim yang keluar sebagai juara UCL sejak itu adalah tim yang memiliki setidaknya satu pemain berkebangsaan Kroasia.

Bak menepis nasib buruk, Manchester City pada akhirnya juara tanpa memeliki pemain berkewargaan Kroasia dan tidak mempan sekalipun dikutuk oleh banyak dukun Afrika.

Pep Guardiola sendiri diketahui sebagai sosok yang tidak menganut keyakinan ajaran agama manapun atau dapat disebut sebagai seorang atheis dikonfirmasi dari biografi.com (1/1/18).

Jadj jangankan kutukan, secara naluriah saja Pep sudah tidak mempercayai adanya Tuhan, apalagi soal unsur-unsur klenik yang dapat menghambat optimismenya untuk mengejar rekor sebagai pelatih yang mamph mendapatkan treble winner dengan dua klub yang berbeda.

Baca Juga: Lima Tahun Lalu Agnez Mo Sudah Endus Bakat Putri Ariani Akan Mendunia: Suara yang Langsung Mengisi Satu Ruangan

Load More