Depok.suara.com - Masih menjadi perdebatan umum, lebih tinggi tingkat stress siapa? ibu rumah tangga yang fokus jaga anak atau Ibu yang bekerja.
Stress merupakan reaksi tubuh ketika mendapati tekanan, ancaman, maupun situasi yang baru kita temui. Seperti jaga anak rumah atau kerjaan kantor yang menumpuk.
Tubuh akan otomatis menghasilkan hormon kortisol sebagai upaya pertahanan diri, dan tetap dapat melakukan aktifitas dengan baik.
Berlaku bagi ibu-ibu yang menjaga anak dirumah, ataupun ibu yang bekerja dan menitipkan anaknya pada orang lain.
Melalui Studi dari University of Michigan menemukan, bahwa ibu yang tinggal di rumah lebih mungkin mengalami gejala depresi daripada ibu yang bekerja.
Penulis utama studi tersebut, Sarah Clark, mengatakan bahwa beberapa faktor berkontribusi terhadap temuan ini. "Ada banyak hal yang dapat berkontribusi terhadap depresi," katanya.
"Itu bisa berupa tekanan finansial, atau isolasi sosial, atau hanya tantangan sehari-hari dalam merawat anak kecil." lanjut Sarah Clark dikutip dari optimumsts (12/102022).
Seorang ibu akan selalu menyayangi anak mereka dengan penuh kasih, namun jika dibarengin dengan kegiatan rumah ataupun kerjaan, pasti akan mengalami stress.
Jika kamu ibu rumah tangga, yang semua tugas rumah dikerjakan sendiri, belom lagi harus jagain anak, melayani suami, dan tidak ada teman cerita.
Baca Juga: Randy Kjaernett Curhat Ceria Mabok Miras, Netizen: Bagus Bininya Minta Pisah!
Sudah bisa dibayangkan stressnya kayak apa tuh, pasti pusing tujuh keliling. Belum lagi jika ada pengeluaran tambahan, makin repot deh ngatur uang bulanan.
Apabila kamu seroang ibu pekerja, yang menemani anak sebelum berangkat dan setelah pulang kerja. Juga memiliki tingkat stress yang berbeda dengan ibu rumah tangga.
Kekhawatiran mereka lebih tinggi, membuat tidak fokus bekerja, dan mungkin kinerja jadi menurun. memungkinkan anak akan terasa jauh sama ibunya.
Meskipun para ibu pekerja itu, tampak lebih mudah untuk mengatasi stress. Karena bisa merilis stress mereka, dengan bercerita ke rekan kerja yang mungkin senasib.
Dan untuk para ibu rumah tangga, cobalah untuk lebih berbahagia dan menyisihkan waktu sendiri saat anak tidur. Dengan melakukan apapun yang membuat ibu bahagia.***
Berita Terkait
Terpopuler
- Feng Shui Warna Cat Rumah Pembawa Keberuntungan Berdasarkan Shio
- Debitur Dikejar Utang, Yasonna Laoly Minta PPATK Telusuri Sumber Dana Pinjol
- Apa Itu IKD dan Kenapa Wajib Memilikinya?
- 5 Rice Cooker Murah untuk Keluarga Kecil, Hemat Listrik dan Awet
- HP RAM 16 GB Berapa Harganya? Ini 5 Pilihan Termurah dengan Performa Ngebut
Pilihan
-
Pernyataan Prabowo Soal Gaji Pengupas Bawang Dipertanyakan, Keluarga Susanah: Itu Salah
-
Prabowo Sebut Upah Kupas Bawang Rp700 Ribu per Kg, Emak-emak Bogor Tertawa: Sini Cuma Rp1.200
-
Prabowo Salah! Upah Susanah Bukan Rp 700 Ribu Tapi Rp 700 Perak per Kilogram
-
Gempa 6,4M Guncang Sumatera Utara sampai Sumbar
-
Masih Banyak Warga NTT Terjebak di Bawah Reruntuhan Bangunan, 2000 Orang Mengungsi
Terkini
-
Semarak 'Ngahias Lembur' di Cibadak: Ketika Seni Sunda, Kekompakan Warga dan Rasa Haru Menyatu
-
Upacara 17 Agustus di Belitung Digelar Tanpa Tenda, Pejabat dan Warga Kepanasan Bersama
-
Semarak Kemerdekaan, Warna Merah Putih Hadir di Ruang Publik dan Kampung Nelayan
-
Viral Siswa SMKN 2 Palembang Dikeroyok, Benarkah Dipicu Tawuran Antarpelajar?
-
10.910 Warga Binaan di Sumsel Terima Remisi HUT RI, Ratusan Langsung Bebas
-
Turnamen Dikemas Lebih Berbeda, Ratusan Pemain Bakal Adu Kekuatan Tenis Meja
-
Gempa Flores Disusul Dua Gempa Besar di Sumatra dan Sulawesi, Benarkah Gempa Menjalar?
-
175 Perahu Bakal Ramaikan Festival Pacu Jalur 2026 Kuansing, Berikut Daftarnya
-
Merdeka dari Penjajah, Tapi Belum Merdeka dari Amarah: Mengapa Masyarakat Masih Suka Menghakimi?
-
Sebanyak 86 Persen BTS yang Rusak Akibat Gempa Flores Sudah Beroperasi Lagi