Depok.suara.com - Coach Justin menilai Timnas Indonesia yang mempercayakan pelatih Shin Tae Yong akan menghadiakan gelar juara.
Pandangan masyarakat yang begitu tinggi akan kedatangan Shin Tae Yong yang melatih Timnas Indonesia, tidaklah relavan bagi Coach Justin.
Menurut Coach Justin, kehadiran Shin Tae Yong melatih Timnas Indonesia ini, tentunya tidak semudah yang bisa dibayangkan.
Dilansir dari akun TikTok @statusbola.idn (17/7/2023), Penilaian Coach Justin terkait Shin Tae Yong dan Timnas Indonesia.
"Sekarang mereka ambil pelatih, Shin Tae Yong yang pernah melatih Piala Dunia, langsung pingin juara ini itu, emang segampang itu jadi juara," ucap Coach Justin.
Lalu bagaimana tanggapan Coach Justin, dari paradigma umum terkait datangnya Shin Tae Yong yang melatih Timnas Indonesia itu agar berhasil menjuarai setiap kompetisi sepak bola?
"Contoh paling bagus orang ambon lah, di Belanda orang ambon banyak banget yang mungkin enggak top tapi minimal pro." jelas Coach Justin.
Menurut Coach Justin, tentunya Indonesia tidaklah kekurangan calon-calon pemain unggulan. Namun, cara berpikir dalam sepak bola Indoensia itu harus direvisi.
"Pengurus itu pemikirannya Top Down, dari atas kebawah. Dalam olahraga kita harus berpikir bottom up, kita harus membangun pondasinya dulu." kata Coach Justin.
Baca Juga: Dokter Richard Lee Skakmat Suami Meylisa Zaara, RK Atok Enggak Bisa Ngeles Lagi!
Dalam dunia olahraga Indonesia, para pengurusnya memandang dari atas kebawah, bukan sebaliknya. Sehingga tidak memiliki pondasi yang kuat untuk meningkatkan potensi calon olahragawan.
Tidak hanya itu, Coach Justin menjelaskan bahwa pembentukan sepak bola kita, harus dimulai dari sejak 6 sampai 17 tahun dengan full kompetisi.
Berlandaskan hal tersebut, sepak bola atau olahraga di Indonesia itu, yang membuatnya bukanlah bidangnya, melainkan oleh media.
"Pondasi artinya adalah full kompetisi dari 6 tahun sampai 17 tahun, sekarang yang bikin kompetisi bukan PSSI, tapi media," jelas Coach Justin.***
Berita Terkait
Terpopuler
- Febrie Adriansyah Minta Emas 74 Kg dan Uang Ratusan Miliar Segera Dikembalikan
- 4 Perbedaan Rice Cooker Keramik vs Stainless Steel untuk Memasak Nasi, Mana yang Lebih Sehat?
- 3 Sepatu Jalan untuk Lansia Paling Nyaman, Hands Free Tak Perlu Membungkuk
- Spanduk Polwan saat Adang Aksi BEMI UI Kena Rujak Netizen: Bu Polwan Salah Bawa Spanduk?
- Kulkas Sharp 2 Pintu Berapa Harganya? Ini 3 Pilihan yang Dingin dan Hemat Listrik Sesuai Review
Pilihan
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
-
Dihadang Polisi di UOB Plaza, Massa UI: Ini Bukti Kita Belum Merdeka!
Terkini
-
Jelang Muktamar Ke-35, KH Miftachul Ahyar Tinjau Kesiapan di Tambakberas
-
Bagaimana Cara Kerja Magnet dan Sifat-sifatnya? Ini Penjelasannya
-
Hadapi Badai Efisiensi, Local Media Community Makassar Dorong Diversifikasi Bisnis
-
Ritual Berujung Petaka di Bone: ASN Ngamuk Ngaku Arung Palakka Terpaksa Diikat di Pohon
-
Harga Rice Cooker Miyako Kapasitas 0,6 Liter, Hemat Listrik untuk Anak Kos
-
Surat untuk Hari yang Telah Berlalu
-
TPNPB-OPM Akui Tembak TNI dan Intel di Tolikara, Ada Korban Jiwa
-
Hamsad Rangkuti dan Kisah Perjuangan Melawan Tentara NICA dalam BukuKereta Pagi Jam 5
-
Bukan Pengangkatan Otomatis, Begini Skema Guru PPPK Jadi PNS pada 2027
-
Riset CORE Ungkap Trik Pemerintah Sembunyikan Utang, Dari Whoosh hingga Burden Sharing BI