Depok.suara.com -Pesantren identik dengan tempat menimba ilmu agama Islam yang kaku. Bahkan tak jarang pesantren dianggap tempat yang kuno atau tradisional.
Namun tidak halnya di Pesantren Bintang Al Quran yang berada di kawasan Semplak, Kota Bogor, Jawa Barat.
Di pesantren ini, para santri yang semuanya perempuan, juga diajarkan mengenal kehidupan dan membangun karakter diri, disamping mendalami ilmu agama.
Salah satu caranya adalah dengan membuat film pendek. Dan untuk proyek pertama, mereka telah menyelesaikan sebuah film pendek yang berjudul ‘Estafet Kebaikan’.
Film berdurasi 20 menit ini menceritakan tentang serunya hari-hari santriwati di asrama putri Pesantren Bintang Al Quran menjelang hari kelulusan kakak kelas mereka.
Pengalaman pertama membuat film
Salah satu santri yang terlibat dalam pembuatan film ‘Estafet Kebaikan’ adalah Rizkia Zahira. Selama pembuatan film, ia bertugas sebagai pengarah gaya dan pengambil gambar.
Kia, begitu sapaan akrabnya, mengaku mendapatkan banyak sekali pengalaman baru karena terlibat dalam pembuatan film ini.
Diantaranya, ia jadi tahu bagaimana alur pembuatan film, sekaligus jadi memahami menggunakan berbagai peralatan, seperti kamera.
Baca Juga: Bukan Karena Sombong, Inul Daratista Beberkan Alasan Dirinya Suka Pilih-pilih Teman: Lebih Aman...
Namun yang pasti, Kia mengaku senang karena berhasil melewati semua proses pembuatan film yang cukup rumit, sehingga merasa puas dengan hasilnya.
“Saya jadi bisa mengabadikan momen yang mungkin tidak akan terulang lagi,” ungkapnya.
Selain Kia, Utari Putri juga ikut terlibat dalam pembuatan film ini. Utari juga salah satu santriwati di Pesantren Bintang Al Quran.
Menurut dia, membuat film benar-benar memberikan peajaran baru yang benar-benar berbeda dengan materi mengenai agama Islam yang biasa ia dapati di pesantren.
Dari pengalaman barunya ini, Utari jadi belajar bagaimana menulis naskah, pengambilan gambar hingga proses editing.
“Awalnya saya gak ekspektasi bisa membuat film, walaupun filmnya cuma berdurasi 20 menit, tapi gak nyangka aja akhirnya bisa,” ujar Utari.
Berita Terkait
Terpopuler
- 7 Bedak Tabur Terbaik untuk Kerutan dan Garis Halus Usia 50 Tahun ke Atas
- Pengakuan Lengkap Santriwati Korban Pencabulan Kiai Ashari di Lingkungan Pesantren Pati
- Xiaomi 17 Jadi Senjata Baru Konten Kreator, Laura Basuki Tunjukkan Hasil Foto Leica
- 7 Sepatu Lari Lokal untuk Jalan Jauh dan Daily Run Mulai Rp100 Ribuan, Tak Kalah dari Hoka
- 5 HP Terbaru 2026 untuk Budget di Bawah Rp3 Juta, Ada yang Support 5G dan NFC
Pilihan
-
Review If Wishes Could Kill: Serial Horor Korea yang Bikin Kamu Mikir Sebelum Buat Permintaan!
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
Terkini
-
Ogah Dipanggil Kakek oleh Cucunya, Ahmad Dhani Kenalkan Sebutan Jiddi
-
Markas Judol Internasional di Jakarta Digerebek, 320 WNA Diamankan
-
Festival Lahan Basah Pertama di Indonesia Hadir dari Tempirai, Merawat Tradisi yang Hampir Hilang
-
Dekat dengan Umat, Bank Sumsel Babel Salurkan Dukungan untuk Pengembangan Fasilitas Keagamaan
-
Jelang Idul Adha, PTBA Gelar Pelatihan Penyembelihan Kurban Agar Sesuai Syariat
-
7 Sepatu Lari Lokal Paling Underrated 2026: Kualitasnya Dipuji Runner, Tapi Masih Jarang Dilirik
-
Sepatu Lari Lokal Makin Viral, Tapi 5 Hal Ini Masih Bikin Sebagian Runner Ragu?
-
Banjir Air Mata, Nonton Duluan Film Yang Lain Boleh Hilang, Asal Kau Jangan, Sukses Mengharu Biru
-
DVI Mulai Cocokkan DNA Keluarga Korban Bus ALS di Muratara yang Belum Teridentifikasi
-
SPMB Pontianak Dibuka Juni 2026, Orang Tua Jangan Sampai Ketinggalan Jadwal Ini