/
Senin, 04 September 2023 | 23:29 WIB
Kontroversi PSSI dan FIFA cari Volunteer Piala Dunia U-17 (Kolase instagram/@pssi dan X/@idextratime)

Depok.suara.com - Menjalang dimulainya ajang akbar Piala Dunia U-17 di Indonesia November mendatang, PSSI terus mempersiapkan diri. 

Selain gencar menggenjot perbaikan infrastruktur stadion terpilih, upaya berikutnya adalah mencari tenaga pendukung berupa relawan. 

Tenaga volunteer World Cup U-17 diperlukan untuk perangkat eksternal saat ajang yang berlangsung sekitar satu bulan itu bergulir. 

Bekerjasama dengan FIFA, PSSI nyatanya tidak mendeklarasikan pencarian volunteer ini bagi seluruh masyarakat Indonesia. 

Menurut laporan dari media X, @idextratime (4/9/23), PSSI dan FIFA hanya menerima pelamar yang sudah mengajukan berkas ketika pencarian volunteer untuk Piala Dunia U-20 lalu. 

"BREAKING : FIFA dan PSSI telah memulai ajang seleksi volunteer untuk turnamen Piala Dunia U17.  

Namun TIDAK ADA proses pendaftaran baru, HANYA untuk mereka yang telah mendaftar volunteer ajang Piala Dunia U20 beberapa waktu lalu," bunyi pernyataan Extra Time Indonesia. 

Selain itu didapati unsur diskriminasi beserta dugaan 'perbudakan' karena kuota terbatas hingga benefit yang didapati para calon relawan tidak seberapa dengan kerjanya nanti. 

"Kuota : 1.000 orang
Beberapa benefit : Volunteer akan menerima seragam adidas edisi khusus, yang hanya boleh dipakai saat shift. Volunteer menerima item edisi khusus, makanan selama shift mereka, akses ke transportasi umum gratis dan pengalaman tak terlupakan seumur hidup," sambung pernyataan PSSI via tweet yang sama. 

Baca Juga: Sebut Pelatihnya Pembohong, Jadon Sancho Dimaki habis-habisan Erik Ten Hag dalam Sesi Latihan

Lantas banyak warganet menuliskan komentar pedas berdasarkan kriteria dan hasil kerja yang dilimpahkan pada para calon volunteer kelak. 

"Perbudakaan modern by @FIFAcom," cuit akun @as********. 

"Mau aja dibodohin, FIFA itu untung besar dan harusnya mekanismenya part time hiring workers bukan volunteers. Ini event komersial skala global bukan event charity," kritik akun @ilm********. 

Bahkan ada warganet yang mengkomparasi dengan ajang besar lain yang sempat diadakan di Indonesia dan diberikan benefit berupa gaji. 

"kmrn sih volunteer paragames di solo dapet 4,5 juta, 12 hari kerja xixi," kata @dum*******.

Load More