Depok.Suara.com – Beberapa waktu lalu, pedagang Tanah Abang geram dengan kehadiran para selebritis yang berjualan secara live di platform TikTok.
Para pedagang merasa tersaingi dengan kehadiran selebritis yang berjualan di platform TikTok. Karena popularitas para selebritis membuat produk itu cepat habis terjual dengan waktu yang singkat.
Sementara para pedagang Tanah Abang perlu waktu panjang untuk mendapat satu konsumen yang membeli produknya. Para Selebritis yang turut berjualan di platform tersebut antara lain Nagita Slavina, Tya Ariestya, Alice Norin, Alyssa Soebandono, Dr.Richard Lee, dan sebagainya.
Pada akhirnya, pemerintah memutuskan akan menutup TikTok sebagai transaksi jual-beli dan hanya digunakan untuk media sosial. Permasalahan tersebut mendapat tanggapan dari Youtuber Arief Muhammad.
Dilihat dari Youtube Kasisolusi, Arief Muhammad menyebut bahwa artis-artis tersebut didukung dan mendapat subsidi dari TikTok untuk berjualan di platform mereka.
Menurut Arief, hal tersebut dilakukan untuk menunjukkan kepada UMKM agar mereka juga bisa berjualan dan mendapat penghasilan besar seperti para selebritis.
"Gue pernah ngobrol, selebritis itu di support sama platform nya. Artis bisa berjualan untuk kepentingan promosi dari platform tersebut. Makanya harga bisa lebih murah karena disubsidi oleh platform,"kata Arief Muhammad.
"Sebenarnya itu cara dari platform untuk kasih tau ke publik, kalau kalian jualan disini ada potensi jualan kalian bisa laku,"sambungnya dikutip Depok.Suara.com dari kanal Youtube Kasisolusi pada Senin (02/10).
Meski demikian, Youtuber tersebut belum dapat memverifikasi kebenaran kabar yang menyebut para artis mendapat subsidi dari TikTok untuk jualan."Gue nggak ada datanya, jadi ini belum tentu benar,"ucap Arief. (*)
Baca Juga: Klasemen Liga Italia Usai AS Roma Taklukkan Frosinone
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Pameran Foto "Perisai Tunas" Soroti Perlindungan Anak di Ruang Digital
-
Nasib Ratusan Siswa SMA di Sumsel Terancam, Ombudsman Temukan Dugaan Pelanggaran SPMB
-
BI Sumsel Perkuat Pariwisata dan Ekonomi Digital Lewat Gemilang Palembang Raya x DKG 2026
-
AFC Ajax Boyong Marc-Andre ter Stegen, Maarten Paes Dibuang?
-
Duka Mendalam Klub Juara Liga Champions untuk Korban Gempa Venezuela
-
Mengapa Dokumen WDP Jadi WTP Dicari KPK? Fakta Baru dari Penggeledahan BPK Sumsel
-
3 Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan
-
Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km
-
Sore di Pantai, Berburu Produk Lokal hingga Menikmati Musik di WKND Market PIK2
-
Sudah Bayar Rp128 Juta, Rumah Tak Kunjung Dibangun, Konsumen Lapor Polda Sumsel