Depok.Suara.Com - Tante Indra Priawan dan Mintarsih menjelaskan mengapa mereka baru-baru ini melaporkan masalah saham keluarga mereka ke polisi. Segala sesuatu disebabkan oleh adanya aksi teror penculikan.
Masalah rebutan saham dalam keluarga suami Nikita Willy, yakni Indra Priawan, belum juga terselesaikan.
Baru-baru ini, Mintarsih, yang juga merupakan bibi dari Indra, mengungkapkan dugaan perlakuan kejam yang dilakukan oleh anggota keluarga keponakannya.
Dia mengaku bahwa ia pernah mendapatkan ancaman penculikan yang berujung pada kehilangan nyawa.
Hal ini diungkapkan secara langsung oleh Mintarsih saat diwawancarai oleh jurnalis. Mintarsih mengakui bahwa salah satu alasan mengapa ia tidak pernah melaporkan masalah saham ini kepada polisi sejak lama adalah karena teror penculikan. Sebenarnya, permasalahan ini telah terjadi sejak tahun 2001 lalu.
"Mereka (pihak polisi) melaporkan bahwa kasus pemegang saham lainnya yang mengalami kekerasan fisik dan telah diperiksa oleh dokter forensik telah menimbulkan kehebohan di lingkungan kepolisian. Jadi informasi tersebut memang telah diketahui. Akhirnya saya berujar, dari pihak saya juga terdapat permasalahan penculikan," ungkap Mintarsih dalam video YouTube Intens Investigasi, Sabtu (30/9).
Mintarsih menyebutkan bahwa pihak penculikan telah membuat pernyataan. Tetapi, kejadian buruk sebenarnya terjadi ketika Mintarsih akan melaporkan masalah penculikan tersebut ke pihak kepolisian.
"Ada bukti yang jelas menunjukkan bahwa para penculik juga membuat pernyataan. Tapi kenapa saya tidak lapor? Karena pada saat saya lapor diminta notulen rapat datang. Begitu notulen rapat didatangkan, notulen rapat itu ditabrak, ditabrak mati," tuturnya miris.
Tidak dapat disangkal bahwa Mintarsih merasa takut untuk melaporkan kejadian tersebut kepada polisi. Mintarsih merasa nyawanya sangat berada di dalam bahaya ketika itu.
Baca Juga: Dituding Pelakor, Dhena Devanka: Cuek Aja
"Pada akhirnya, rasa ketakutan mulai menghampiri diri saya ketika harus melaporkan kejadian ini kepada pihak kepolisian. Jadi, saya tidak melapor ke polisi bukan karena alasan apa pun, melainkan karena kekejamannya dianggap terlalu parah menurut pandangan saya. Saya secara otomatis merasa tidak berani apa-apa, juga tidak berani melaporkannya, akhirnya mengetahui tentang masalah ini setelah jangka waktu yang lama setelah peristiwa itu terjadi pada tahun 2001," pungkas MInarsih.
Mintarsih pasti sangat menyayangkan peristiwa tersebut. ia tak pernah menduga konflik hebat yang terjadi di lingkungan keluarganya yang berakibat fatal hingga ada yang kehilangan nyawanya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 4 Serum Wardah untuk Mengecilkan Pori, Kulit Halus dan Mulus Bertahap
- Daftar Harga Motor Listrik dengan Subsidi Pemerintah, Ada yang Cuma Rp5 Jutaan!
- Nasib Berubah, Ini 4 Shio yang Panen Keberuntungan dan Rezeki pada 29 Juli 2026
- Siapa Ipda Ambarita? Ini Profil Polisi yang Viral Saat Pengamanan Bentrok Matraman
Pilihan
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
Terkini
-
Jika Tim 9 Gagal, KPK Disebut Wajib Ambil Alih Kasus Febrie Adriansyah
-
Sungai Cileungsi Menghitam, DLH Bogor Gandeng Polda Jabar Bidik 5 Perusahaan
-
Diperiksa Kejagung Terkait Dugaan Kasus, Kekayaan Kasi Pidsus Bogor Capai Rp6,1 Miliar Tanpa Utang
-
Kembalikan Hak Pejalan Kaki, Satpol PP Bandung Ratakan 36 Bangunan Liar di Jalan Rajiman
-
Sempat Sebut PDIP, Ustaz Das'ad Latif Edit Unggahan soal Putusan MK Larang Dana Pendidikan untuk MBG
-
Kejagung Bongkar Alasan Periksa Tan Kian dan Ferry Boboho di Kasus Febrie Adriansyah
-
Alasan Keselamatan, Kejagung Titipkan Ferry Boboho Saksi Kunci Kasus TPPU Febrie Adriansyah ke LPSK
-
Angela Tanoesoedibjo Apresiasi Legislator yang Dinilai Berdampak bagi Masyarakat
-
Arus Peti Kemas IPC TPK Panjang Melonjak 73,7 Persen
-
Gandeng TP PKK Hingga Tingkat RT, Bupati Bogor Rudy Susmanto Pacu Kesejahteraan Warga