Depok.Suara.Com - Seorang wanita cantik di Surabaya meninggal secara tragis. Dini Sera Afrianti atau DSA (29) meninggal dunia setelah mengalami penyiksaan dari pacarnya, Gregorius Ronald Tannur (35) setelah mereka pulang dari tempat hiburan malam di Blackhole KTV yang terletak di Jalan Mayjen Jono Soewojo, Dukuh Pakis, Surabaya.
Gregorius Ronald Tannur sendiri merupakan anak anggota DPR RI Fraksi PKB, Edward Tannur, dari Nusa Tenggara Timur (NTT).
Jadi, siapakah sebetulnya DSA tersebut. Dilansir dari beragam sumber, DSA merupakan seorang selebriti TikTok yang berasal dari Sukabumi, Jawa Barat. Seorang perempuan janda dan mempunyai 1 anak berusia 12 tahun.
Tetapi, sejak beberapa waktu yang lalu, DSA berpisah dengan anak kesayangannya karena harus bekerja di Surabaya. Di Kota Pahlawan ini DSA berjumpa Ronald dan mereka pun menjalin hubungan asmara.
Menurut pengacara korban, Dimas Yemamura, hubungan istimewa antara korban dan pelaku baru terjalin sekitar lima bulan yang lalu. Kedua orang tersebut kemudian tinggal bersama di sebuah apartemen di bagian barat Surabaya.
Setelah insiden tersebut, korban sering kali menerima perlakuan yang tidak menyenangkan dari kekasihnya. Menurut Dimas, informasi tersebut terungkap dari pesan suara yang dikirimkan oleh korban kepada seorang sahabat.
“Andini pernah mengalami situasi serupa beberapa kali. Namun yang sangat buruknya, Andini bahkan sampai menjadi korban penganiayaan yang memilih untuk mengirimkan pesan suara kepada salah satu teman," ujar Dimas.
Pelaku juga pernah mengunggah video kasar tersebut di akun pribadi TikTok milik korban. Dalam postingan tersebut, DSA menulis kata-kata yang sangat menyentuh hati. Cewek tersebut dengan gigih menjaga hatinya demi pria yang dicintainya.
Diperkirakan unggahan ini merupakan ungkapan keluh kesah dari korban mengenai perlakuan kasar yang diterima dari kekasihnya. Beberapa waktu setelah insiden itu, DSA ditemukan tergeletak dengan luka serius di area parkir bawah apartemen.
Baca Juga: Kisah dan Pesan Menarik di Balik Original Soundtrack Petualangan Sherina 2
Seperti yang ditemukan oleh polisi, terdapat bekas pukulan pada daerah paha serta beberapa bagian badan korban. Di bagian lengan terlihat jejak-mobilr. Diperkirakan korban dilindas ketika dia dibuang oleh pelaku dari bagasi mobil.
Kasus penganiayaan yang berakhir dengan korban meninggal telah diambilalih oleh Satuan Reserse Kriminal Kepolisian Resort Kota Besar Surabaya. Sejumlah 17 orang telah dimintai keterangan termasuk tersangka utama Ronald. (*)
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Rekomendasi HP POCO RAM Besar dan Kamera Bagus, Cek di Sini!
- Promo Alfamart Hari Ini 30 April 2026, Tebus Suka Suka Diskon 60 Persen
- Heboh Lagi, Ahmad Dhani Klaim Punya Bukti Perselingkuhan Maia Estianty dengan Petinggi Stasiun TV
- 5 Cushion Matte untuk Menutupi Bekas Jerawat dan Noda Hitam, Harga Terjangkau
- Meledak! ! Ahmad Dhani Serang Maia Estianty Sampai Ungkit Dugaan Perselingkuhan dengan Petinggi TV
Pilihan
-
Dibayar Rp50 Ribu Sebulan, Guru Ngaji di Kampung Tak Terjamah Sistem Pendidikan
-
10 Spot Wisata Paling Hits di Solo 2026: Paduan Sempurna Budaya, Estetika, dan Gaya Hidup Modern!
-
7 Sabun Mandi Cair Wangi Mewah yang Bikin Rileks Setelah Pulang Kerja, Ada yang Mirip Aroma Spa
-
Mantan Istri Andre Taulany Dilaporkan ke Polisi, Diduga Aniaya Karyawan
-
Stasiun Bekasi Timur akan Kembali Beroperasi Lagi Siang Ini
Terkini
-
Huawei WiFi Mesh X3 Pro Resmi Dijual di Indonesia, Router Wi-Fi 7 Mewah dengan Kecepatan 3.6 Gbps
-
Kolaborasi Developer PT CGIS dengan BRI, Program PKS Permudah Akses Wujudkan Rumah Impian
-
Nubia Neo 5 Series Segera ke Indonesia, Bawa RAM 12 GB dan Kipas Pendingin
-
4 Zodiak yang Terlahir Mandiri, Tak Suka Bergantung pada Orang Lain
-
Momentum Hardiknas, BEM SI Demo di Patung Kuda Sampaikan 10 Tuntutan, Ini Isinya
-
4 Clay Mask Centella untuk Pori Bersih Tanpa Bikin Kulit Kering
-
Megawati Ingatkan Republik Milik Bersama, Tolak Alasan Biaya Mahal untuk Ubah Sistem Pemilu
-
Hardiknas dan Jurang UMR: Mengapa Tidak Semua Anak Berani Bermimpi?
-
Perjuangan dan Realita Kesejahteraan Guru Honorer di Indonesia
-
Ketika Anak Menjadi Korban Daycare, Ibu Sudah Cukup Hancur Tanpa Perlu Dihakimi