/
Senin, 19 Desember 2022 | 11:17 WIB
Soeharo dan Sri Sultan Hamengkubuwono IX (kolase)

Terungkap cerita saat Sri Sultan Hamengkubuwono IX menjadi Wakil Presiden (Wapres) di masa orde baru (Orba) Soeharto. Sri Sultan mengaku dirinya kalah dengan Soeharto yang dianggap lebih feodalistik. Padahal, Sri Sultan merupakan raja di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). 

Cerita itu Sri Sultan Hamengkubuwono IX selama menjabat wapres sekaligus pendamping Soeharto di era Orba diungkapkan oleh politikus kawakan, Panda Nababan dalam perbincangannya di kanal YouTube Keadilan TV.

"Sultan Hamengkubowono ini banyak memberitahukan ke saya informasi bagaimana kepemimpinan Soeharto, waktu aku tanya apa sih bedanya Sultan dengan Pak Harto?" kata Panda Nababan seperti dikutip dari Suara.com, Senin (19/12). 

Panda Nababan (YouTube) (sumber:)

Tiga Perbedaan

Panda Nababan juga mengungkap ada tiga perbedangan antara Sri Sultan HB IX dengan Soeharto. 

"Aku [Sri Sultan] hanya beda tiga hal, pertama dia [Seoharto] punya tabir, saya enggak punya tabir," ujar Panda Nababan mengenang pernyataan Sri Sultan Hamengkubuwono IX.

Panda menyebutkan yang dimaksud tabir adalah kemampuan untuk menampakkan ketikdaksukaan melalui mimik wajah.

"Soeharto punya kemampuan menciptakan kesan [tidak suka] ke tamunya, kalau saya [Sri Sultan] enggak," ujar Panda.

"Yang kedua, ternyata dia [Seoharto] lebih kaya dari saya [Sri Sultan], padahal seluruh Jogja tanah Sultan loh," imbuhnya.

Baca Juga: Hugo Lloris: Prancis Seperti Kalah dalam Pertandingan Tinju

Sementara perbedaan ketiga, Sri Sultan menurut Panda menyebutkan bahwa Seoharto lebih feodal ketimbang dirinya yang seorang raja.

"Yang ketiga apa, seharusnya aku feodal aku raja tapi Soeharto lebih feodal," ungkap Panda menirukan cerita Sri Sultan Hamengkubuwono IX.

Sri Sultan Hamengkubuwono IX diketahui pernah menjadi Wapres di era Soeharto pada 1973-1978. Selain menjabat wapres, Raja DIY tersebut juga pernah menjadi Menteri Negara pada Kabinet Syahrir (1946-1947) dan Kabinet Hatta (1948-1949). Kemudian menjabat sebagai Menteri Pertahanan pada Kabinet Hatta II 1949-1950. (Sumber: Suara.com)

Load More