Terungkap cerita saat Sri Sultan Hamengkubuwono IX menjadi Wakil Presiden (Wapres) di masa orde baru (Orba) Soeharto. Sri Sultan mengaku dirinya kalah dengan Soeharto yang dianggap lebih feodalistik. Padahal, Sri Sultan merupakan raja di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).
Cerita itu Sri Sultan Hamengkubuwono IX selama menjabat wapres sekaligus pendamping Soeharto di era Orba diungkapkan oleh politikus kawakan, Panda Nababan dalam perbincangannya di kanal YouTube Keadilan TV.
"Sultan Hamengkubowono ini banyak memberitahukan ke saya informasi bagaimana kepemimpinan Soeharto, waktu aku tanya apa sih bedanya Sultan dengan Pak Harto?" kata Panda Nababan seperti dikutip dari Suara.com, Senin (19/12).
Tiga Perbedaan
Panda Nababan juga mengungkap ada tiga perbedangan antara Sri Sultan HB IX dengan Soeharto.
"Aku [Sri Sultan] hanya beda tiga hal, pertama dia [Seoharto] punya tabir, saya enggak punya tabir," ujar Panda Nababan mengenang pernyataan Sri Sultan Hamengkubuwono IX.
Panda menyebutkan yang dimaksud tabir adalah kemampuan untuk menampakkan ketikdaksukaan melalui mimik wajah.
"Soeharto punya kemampuan menciptakan kesan [tidak suka] ke tamunya, kalau saya [Sri Sultan] enggak," ujar Panda.
"Yang kedua, ternyata dia [Seoharto] lebih kaya dari saya [Sri Sultan], padahal seluruh Jogja tanah Sultan loh," imbuhnya.
Baca Juga: Hugo Lloris: Prancis Seperti Kalah dalam Pertandingan Tinju
Sementara perbedaan ketiga, Sri Sultan menurut Panda menyebutkan bahwa Seoharto lebih feodal ketimbang dirinya yang seorang raja.
"Yang ketiga apa, seharusnya aku feodal aku raja tapi Soeharto lebih feodal," ungkap Panda menirukan cerita Sri Sultan Hamengkubuwono IX.
Sri Sultan Hamengkubuwono IX diketahui pernah menjadi Wapres di era Soeharto pada 1973-1978. Selain menjabat wapres, Raja DIY tersebut juga pernah menjadi Menteri Negara pada Kabinet Syahrir (1946-1947) dan Kabinet Hatta (1948-1949). Kemudian menjabat sebagai Menteri Pertahanan pada Kabinet Hatta II 1949-1950. (Sumber: Suara.com)
Berita Terkait
-
Mengenal Peluncur Roket M-51, Alutsista TNI dari Masa Orde Baru
-
Bikin Baper! Warganet Komentari Momen Prabowo Ketemu Mantan Istrinya di Pernikahan Kaesang Pangarep
-
Emma Waroka Balas Ejekan Warganet soal Nikahi Brondong 18 Tahun Lebih Muda
-
Emma Waroka Ngamuk Disentil soal Suaminya yang Brondong, 18 Tahun Lebih Muda
Terpopuler
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Bedak Marcks Tabur untuk Usia Berapa? Ini Penjelasan dan 3 Pilihan Variannya
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
Pilihan
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
Terkini
-
Purbaya Respons Isu Tarik Dana SAL Milik Pemerintah dari Perbankan
-
Makna Lagu Bon Jovi 'Livin' on a Prayer' Menggema usai Brasil vs Haiti
-
Pemerintah Siapkan Rp815 Miliar untuk Program Kompor Listrik, Upayakan Tidak Impor
-
Gondol Rp322 Juta Lewat Pinjaman Fiktif, Eks Kolektor Koperasi di Pringsewu Tertangkap Jadi Satpam
-
Five Nights at Freddys 3 Mulai Digarap, Gandeng Penulis Film It Follows
-
4 Rekomendasi Exfoliating Cleanser Lokal untuk Wajah Bersih Maksimal
-
Diproduksi Lionsgate, Film Terbaru The Blair Witch Project Tayang pada 2027
-
Fakta di Balik Kasus Yuvita: Mengapa Penyiksaan 3 Tahun Bisa Terjadi Tanpa Diketahui Warga?
-
Alasan Sony Sonjaya Ajukan Justice Collaborator ke LPSK Meski Ditolak Kejagung
-
Dua Peserta Meninggal, Pakar UGM Desak Latihan Militer SPPI Dihentikan!