- BMKG mengeluarkan peringatan dini cuaca ekstrem Jabodetabek pada Jumat, 6 Februari 2026, mulai pukul 11.15 WIB.
- Potensi cuaca meliputi hujan sedang hingga lebat, disertai kilat dan angin kencang hingga diperkirakan pukul 13.30 WIB.
- Wilayah terdampak mencakup Jakarta, Tangerang, Kabupaten Bogor, Bekasi, dan Depok, memerlukan kewaspadaan tinggi dari masyarakat.
Suara.com - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis peringatan dini cuaca untuk wilayah Jabodetabek pada Jumat (6/2/2026).
Masyarakat diminta waspada terhadap potensi cuaca ekstrem yang diprediksi akan menyelimuti sebagian besar wilayah penyangga ibu kota.
Peringatan yang dikeluarkan sejak pukul 11.15 WIB ini menyoroti adanya ancaman fenomena alam yang cukup masif.
"Berpotensi terjadi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai kilat atau petir dan angin kencang," papar BMKG dalam laman resminya.
Wilayah yang terpapar pada awal durasi mencakup Cengkareng dan Kalideres di Jakarta Barat, serta kawasan Curug dan Kelapa Dua di Kabupaten Tangerang.
Tak hanya itu, Kota Tangerang dan sejumlah titik di Tangerang Selatan juga masuk dalam zona merah pantauan radar cuaca siang ini.
BMKG memperkirakan sebaran hujan badai tersebut akan meluas ke hampir seluruh wilayah Jakarta, mulai dari Gambir hingga Jagakarsa.
Bahkan, daerah penyangga seperti Kabupaten Bogor, Bekasi, hingga Depok juga masuk dalam daftar wilayah yang diperkirakan terdampak hujan lebat.
Secara teknis, durasi cuaca buruk ini diprediksi tidak akan berhenti dalam waktu singkat.
Baca Juga: Pramono Anung Minta Pembongkaran Tiang Monorel di Rasuna Said Dipercepat: Lima Tiang Sehari!
"Kondisi ini diperkirakan masih dapat berlangsung hingga pukul 13.30 WIB," lanjut BMKG.
Para pengguna jalan diimbau untuk lebih berhati-hati mengingat adanya risiko angin kencang yang berpotensi memicu pohon tumbang.
Sementara itu, bagi warga yang beraktivitas di luar ruangan, sangat disarankan untuk mencari tempat berlindung yang aman guna menghindari sambaran kilat.
Berita Terkait
-
Pramono Anung Minta Pembongkaran Tiang Monorel di Rasuna Said Dipercepat: Lima Tiang Sehari!
-
Fakta Baru Terungkap! Satu Keluarga di Warakas Tewas Diracun Anak Sendiri, Ini Motifnya
-
Amin Younes Pilih Bertahan di FC Schalke 04, Fokus Bantu Promosi ke Bundesliga
-
Gaji 5 Kali Lipat Tak Cukup, Pemain dengan 8 Caps Timnas Jerman Tolak Pinangan Persija
-
Truk Tabrak Separator, Ribuan Penumpang Transjakarta Terjebak Macet Parah di Tanjung Duren
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- Motor Eropa Siap Sikat CBR150R dan R15, Harganya Cuma Segini
- Promo Alfamart Hari Ini 6 Mei 2026, Serba Gratis hingga Tukar A-Poin dengan Produk Pilihan
- 5 Sepatu Lokal Versatile Mulai Rp100 Ribuan, Empuk Buat Kerja dan Jalan Jauh
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
Hantavirus Ternyata Sudah Muncul di Indonesia, 23 Kasus Terdeteksi dalam Dua Tahun Terakhir
-
NHM Peduli Perkuat Infrastruktur Air Bersih di Desa Tiowor, Kao Teluk
-
Ketua Ombudsman RI Terancam Dipecat Tidak Hormat, Majelis Etik Buka Suara soal Kasus Hery Susanto
-
Perkuat Komitmen Stabilitas, Prabowo Ajak ASEAN Utamakan Dialog Hadapi Persoalan Kawasan
-
PERADI Profesional Dikukuhkan, Bawa Standar Baru Profesi Advokat
-
Tinggal di Kawasan Industri, Warga Pasirranji Justru Sulit Dapat Air Layak Konsumsi
-
Megawati Terima Utusan Presiden Korsel, Bahas Perdamaian Semenanjung Korea?
-
Mantan Ketua KPPU Soroti Denda Rp 755 Miliar untuk Pinjol, Sebut Ada Kekeliruan Fundamental
-
Suasana Hangat Warnai Kunjungan Rajiv ke SLB Lembang, Bantuan PIP hingga Kursi Roda Disalurkan
-
Modus Pijat dan Doktrin Patuh Guru, Cara Keji Kiai Ashari Berkali-kali Cabuli Santriwati