/
Jum'at, 20 Januari 2023 | 16:01 WIB
Viral pengemudi Mercy berpelat B 2465 RFS beraksi kokang senpi di tol. (Tangkapan layar/ist)

Jagat media sosial sempat dihebohkan dengan aksi koboi pengendara Mercedes-Benz berpelat nomor B 1234 RFS. Dalam video yang beredar, sopir Mercy itu sempat mengokang senjata mirip pistol saat bertikai dengan pengendara lain di jalan tol. 

Dilihat pada Jumat (20/1), dalam video yang diunggah akun Instagram, @kabarnegeri.official, tampak seorang pria sempat nenteng senjata diduga pistol saat terlibat keributan di dalam tol.

Aksi koboi pria itu menjadi tontoan pengendara lain hingga direkam oleh penumpang bus menggunakan ponselnya. 

Dalam video yang beredar, pria yang mengenakan kaos hitam itu sempat mengokang senpi yang dibawanya. Pria itu juga sempat terlihat menyelipkan senjatanya saat kembali menuju ke dalam mobil.

Mobil berpelat RFS yang dikendarai pria itu pun sempat dihalau sejumlah orang setelah mengetahui sopir Mercy itu membawa senjata. Meski sempat dikepung sejumlah orang, pria itu akhirnya menancap gas mobil untuk meninggalkan lokasi. 

Bukan Pejabat

Setelah aksinya viral, polisi menegaskan mobil Mercy bernopol B 1234 RFS yang viral karena aksi pria mengokang senjata di tol bukan punya pejabat. 

Kepala Induk Patroli Jalan Raya (PJR) Tol Tangerang-Jakarta Kompol Suwito mengatakan bahwa pelat nomor B 2465 RFS yang digunakan pelaku merupakan plat nomor cantik bukan khusus. 

"Itu dimiliki warga sipil. Kalau kami lihat datanya kalau kepala satu itu sudah pasti punya pemerintah," kata Suwito seperti dikutip dari Suara.com, Jumat (20/1/2023).

Baca Juga: Bawaslu Tolak Laporan Dua Balon Anggota DPD RI, Ini Alasannya

Menurutnya, pelat nomor khusus RFS milik pejabat negara memiliki angka awalan 1 dan terdiri dari 4 angka. Contohnya seperti B 1234 RFS.

Suwito menambahkan, kasus koboi pengemudi Mercy itu kini sedang diusut Satuan Reserse Polres Tangerang Kota. 

"Kami sudah ada komunikasi, kalau memang ada pergerakan kami siap untuk membantu. Yang jelas dari pihak Serse sudah bergerak," katanya. 

Load More