/
Jum'at, 10 Februari 2023 | 11:13 WIB
Telak! Relawan Jokowi Mania Sentil PDIP: Partai Lemah!(Suara.com/Yosea Arga)

Relawan Ganjar Pranowo (GP) Mania resmi mundur mendukung Ganjar Pranowo maju menjadi calon presiden (Capres) di 2024 setelah resmi membubarkan diri, Kamis kemarin. Sebelum GP Mania ambil ancang-ancang bubar, Ketua DPP PDIP Said Abdullah 'menyentil' kelompok yang diketuai Ketua Relawan Jokowi Mania atau Joman, Immanuel Ebenezer alias Noel itu. 

Said, awalnya mengklaim tak mau PDIP dikait-kaitan dengan relawan GP Mania yang memutuskan bubar. 

"Enggak ada hubungan ya, relawan Ganjar bubarin, Ganjar Mania, atau Ganjaris itu kan nggak ada hubungan sama parpol," kata Said seperti dikutip Suara.com, Jumat (10/2).

Said juga sempat berpesan agar para relawan yang ingin mendukung kader PDIP misalnya Ganjar maju di Pilpres tidak juga menggebuk partainya. 

"Yang kami harapkan para relawan-relawan ini kalau memang butuh Ganjar untuk dicalonkan PDIP jangan PDIP digebuk terus sama relawan," katanya. 

Dia pun merasa janggal jika ada relawan mendukung kader PDIP tapi justru melakukan serangan ke partai.

"Itu sesuatu yang aneh, butuh PDIP, tapi PDIP-nya digebuk oleh relawan kan gak masuk akal."

Sindiran Telak Relawan Jokowi

Noel pun menanggapi soal pernyataan Said yang meminta agar relawan tak menggebuk PDIP jika mau mendukung kader partainya untuk nyapres. Terkait itu, Noel pun memberi tanggapan menohok. 

Baca Juga: GP Mania Bubar Karena Ganjar Pranowo Tak Dilirik Partai Jadi Capres?

Dia menganggap logika Said aneh. Ia justru mengaku bangga relawan bisa membuat parpol merasa terpukul.

"Kalau kami bisa membenturkan berarti relawan hebat dong. Berarti partainya lemah jadi kitanya hebat. Logikanya salah sebetulnya, masa kalah dengan relawan," kata Noel, Jumat.

Ia mengaku heran mengapa partai bisa khawatir dengan relawan. Padahal, partai sendiri sebagai organisasi, memiliki struktur yang bagus.

"Secara struktur saja organisasi, dalam sebuah organisasi struktur paling hebat dan besar itu partai," ungkapnya.

Ia justru menyindir balik PDIP sebagai partai tersebar di Indonesia. Menurutnya, PDIP sebagai partai terbesar bisa tersindir, maka hal itu dianggap lemah.

"Jadi partai organisasi paling besar, kalau organisasi yang besar saja cara pikirnya lemah, jangan-jangan partainya lemah."

Load More