Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi dianggap tidak diperlakukan secara adil atas hukuman berat yang diterima keduanya atas kasus pembunuhan berencana terhadap Brigadir J alias Yosua. Pernyataan itu disampaikan pengacara Farhat Abbas setelah Bharada E alias Richard Eliezer menerima vonis ringan dari hakim, yakni 1,5 tahun penjara.
Farhat Abbas justru membela Sambo dan Putri, Sebab, menurutnya, vonis berat yang dijatuhkan kepada pasutri itu dianggap tidak adil.
Farhat Abbas pun mencurigai jika majelis hakim yang memvonis ringan Richard telah terpengaruh dengan penggiringan opini dari sejumlah pihak.
"Putusan tingkat Dewo, yang bunuh dihukum ringan, yang istrinya diganggu, dihukum mati. Semua mendesak dan bermain opini, mulai dari Menko sampai mantan Hakim Agung juga menggiring opini," tulis Farhat dikutip dari unggahan Instagram Story seperti dikutip dari Suara Sumatera, Rabu (15/2).
Farhat meyakini jaksa penuntut umum bakal melakukan banding atas putusan hakim yang menjatukan hukuman mati kepada Ferdy Sambo dan 20 tahun penjara terhadap Putri.
"Saya percaya sama JPU (jaksa penuntut umum) yang hebat-hebat, yang pasti banding dan mempertahankan tuntutannya. JPU adalah wakil negara yang tidak membiarkan Sambo dan nyonya diperlakukan tidak adil," katanya.
Lantaran bersimpati terhadap Ferdy Sambo dan Putri, eks suami Nia Daniati itu turut menyetil hakim yang menjatuhkan vonis ringan.
"Kalau yang megang palu kebanyakan nongkrong dan ke mana-mana diantarin atau ditemani awewek (perempuan), gini nih keadilan, tergantung bisikan manis, bukan bisikan langit, hukumannya aja yang selangit," katanya.
"Saat razia lalu lintas, ada hakim atau jaksa yang kena razia, terus mereka bilang saya hakim, saya jaksa, biasanya pak polisinya bantu dan hormat, eh giliran jaksa nuntut polisi seumur hidup, malah hakim vonis mati sambil suruh berdiri polisinya. Kurang bijak," imbuhnya.
Baca Juga: Richard Eliezer Divonis Penjara 1,6 Tahun, Janji Setia Tunangannya Jadi Omongan Lagi
Lebih lanjut, Farhat menganggap hidup Richard tetap dihantui ketakutan meskipun mendapatkan vonis ringan atas tindakannya yang menjadi eksekutor pembunuhan Brigadir J.
"Yang tidak menembak (dihukum) 20, 15, 13 tahun (penjara). Boleh-boleh saja hakim Pak Dewo menghukum penembak 1,5 tahun, tapi bagi saya, penembak mati itu seumur hidup akan ketakutan dan dihantui roh yang dia tembak."
(Sumber: Suara Sumatera)
Berita Terkait
-
Richard Eliezer Divonis Penjara 1,6 Tahun, Janji Setia Tunangannya Jadi Omongan Lagi
-
Sambo Segera Menyusul: Ini Sosok Terakhir yang Didor Regu Tembak di Indonesia
-
Keberanian Majelis Hakim PN Jakarta Selatan Saat Tentukan Vonis Ferdy Sambo Cs Diberikan Apresiasi Penuh Mahfud MD
-
Bisakah Vonis Hukuman Mati Diringankan? 2 Celah untuk Ferdy Sambo
Terpopuler
- 6 Pilihan HP Flagship Paling Murah, Spek Sultan Harga Teman
- 5 HP 5G Terbaru RAM 12 GB, Spek Kencang untuk Budget Rp3 Juta
- 5 Pilihan Sepatu Lari Hoka Murah di Sports Station, Harga Diskon 50 Persen
- 5 Parfum Aroma Segar Buat Pesepeda, Anti Bau Badan Meski Gowes Seharian
- 5 Sepeda Listrik Jarak Tempuh Terjauh, Tahan Air dan Aman Melintasi Gerimis
Pilihan
-
7 Sabun Mandi Cair Wangi Mewah yang Bikin Rileks Setelah Pulang Kerja, Ada yang Mirip Aroma Spa
-
Mantan Istri Andre Taulany Dilaporkan ke Polisi, Diduga Aniaya Karyawan
-
Stasiun Bekasi Timur akan Kembali Beroperasi Lagi Siang Ini
-
Truk Tangki BBM Meledak Hebat di Banyuasin, 4 Pekerja Terbakar saat Api Membumbung Tinggi
-
RS Polri Berhasil Identifikasi 10 Jenazah Korban Tabrakan Kereta di Bekasi Timur, Ini Nama-namanya
Terkini
-
Ironi Surplus Telur, UGM Peringatkan Risiko Investasi Asing Ancam Peternak Lokal
-
Pasutri Bengis Ditangkap, Bunuh 5 Orang Satu Keluarga di Batas Kalteng-Kaltim
-
7 Sepatu Adidas Terbaik untuk Olahraga Lari, Gym hingga Padel
-
KPK Buka Suara, Viral Para Tahanan Ada di Bandara Lengkap Atribut Rompi Oranye
-
Promo Alfamart Hari Ini 30 April 2026, Tebus Suka Suka Diskon 60 Persen
-
Tumbuh 13,7%, BRI Kantongi Laba 15,5 Triliun di Triwulan I 2026
-
Soroti Kasus Little Aresha, Pakar UGM: PerempuanPekerja Berhak atas Fasilitas Daycare Terjangkau
-
Siapa Firnando Ganinduto? Anggota DPR yang Berani Desak Dirut KAI Mundur Imbas Tabrakan KRL
-
The Devil Wears Prada 2 Hadirkan Runway Experience di Jakarta, Catat Tanggalnya
-
Sering Terjadi Penembakan, Australia Godok Aturan Jaga Ketat Perayaan Orang Yahudi