Gegara ditagih soal janji hibah lahan, Menteri Sosial Tri Rismaharini alias Risma langsung bersujud di depan seorang guru wanita yang juga penderita disabilitas tuna netra.
Aksi Risma sujud di hadapan guru SLB di Kota Bandung, Jawa Barat menjadi viral setelah beredar di media sosial.
Salah satu akun yang mengunggah ulang momen Risma sujud di depan guru difabel adalah akun Instagram @undercover.id.
Berdasar narasi unggahan video itu, Risma mendadak sujud di kaki sang guru tersebut setelah diminta untuk merealisasikan janjinuya soal hibah lahan.
"Saya sujud," kata Risma seperti dalam video yang dilihat pada Selasa (21/2) dalam akun @undercover.id.
Dalam video itu, Risma pun tampak dibangunkan oleh sejumlah stafnya yang ikut dalam kunjungan tersebut.
Terlihat wanita itu pun menangis setelah melihat Risma bersimpuh di kakinya.
"Jangan begitu ibu," katanya.
Tampak wanita itu tidak menginginkan tindakan yang dilakukan Risma.
Baca Juga: Syamsuar Tanggapi Wacana Bandara SSK II Pekanbaru Bukan Bandara Internasional
"Bukan seperti ini maksudnya," katanya sembari menangis.
Setelah berdiri, Risma pun berucap, "Ibu dengerin, tadi saya bilang ini saya disaksikan Gusti Allah."
Berdasar video, Risma kembali berbicara. Namun, sorotan kecewa tampak dari pengajar disabiltas itu. Tampak dia pun terlihat tak kuasa menangis tangis saat menangih soal hibah lahan tersebut.
"Bu saya sudah sujud lho bu, ibu mau saya sujud lagi? Saya enggak masalah bu. Semua saya berikan" kata Risma.
Aksi Risma yang sujud di kaki guru SLB itu menjadi sorotan publik. Banyak warganet yang menyayangkan aksi Risma itu. Sebab, tindakan yang dilakukan Risma dianggap tidak menyelesaikan masalah seperti tuntutan guru itu.
"Jangan selesaikan semua dengan sujud. Sujud hanya kepada Allah SWT, miris melihatnya," kata akun @nu*******.
"Tepati apa yang sudah dijanjikan, bukan sujud ke kaki manusia," timpal akun @ab*****.
"Kualitas walikota dipaksa kualitas menteri ya aneh-aneh kelakuannya," kata akun @tr*******.
Berita Terkait
-
Sri Mulyani Blokir Anggaran Kemensos Rp412 Miliar, Menteri Risma Ngadu ke DPR: Ndak Ada Kami Macam-macam
-
Gilang Dirga dan Rina Nose Tiru Gaya Pejabat, Warganet: Bu Risma Naik Auto Dimarahin
-
Sri Mulyani Cek Bansos: Orang Miskin Hingga Disabilitas Dapat Bantuan dari Pemerintah
-
Langsung di Depan Muka Mensos Risma, Sri Mulyani Wanti-wanti Duit Bansos Jangan Ditilep Lagi
Terpopuler
- 7 Skema Suami Dwi Sasetyaningtyas Kembalikan Dana Beasiswa LPDP
- Gerbang Polda DIY Dirobohkan Massa Protes Kekerasan Aparat, Demonstran Corat-coret Tembok Markas
- Setahun Andi Sudirman-Fatmawati Pimpin Sulsel, Pengamat: Kinerja Positif dan Tata Kelola Membaik
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
- 4 HP Motorola Harga Rp1 Jutaan, Baterai Jumbo hingga 7.000 mAh
Pilihan
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
-
Hujan Gol, Timnas Indonesia Futsal Putri Ditahan Malaysia 4-4 di Piala AFF Futsal 2026
-
Mandiri Tunas Finance Terancam Sanksi OJK Buntut Debt Collector Tusuk Advokat
Terkini
-
FIFA Jawab Isu Keamanan Piala Dunia 2026 Meksiko Pasca Tewasnya Gembong Kartel El Mencho
-
BRI Cepu Gelar Program SERU: Setor Tunai Rp20 Juta Via CRM, Langsung dapat Minyak Goreng Gratis!
-
Tomas Trucha Bongkar Penyebab PSM Makassar Sulit Menang Meski Kuasai Kotak Penalti Persebaya
-
Akurasi Persebaya Surabaya Buruk Meski Menang, Bernardo Tavares Soroti 20 Tembakan Tanpa Hasil
-
Penerima Beasiswa LPDP Kembalikan Dana ke Negara karena Tak Mengabdi, Per Orang Rp 1-2 Miliar
-
Horor di Tol Kaligawe: 6 Debt Collector Brutal Ditangkap Usai Coba Rampas Mobil Berisi 5 Wanita!
-
Bos LPDP: Anak Pejabat Boleh Terima Beasiswa
-
Jadwal Imsak dan Subuh Surabaya Hari Ini 26 Februari 2026, Cek Panduan Resmi Kemenag
-
Dari Gerakan Non Blok ke Aliansi Amerika, Indonesia Tak Lagi Bebas Aktif Gegara ART dan BoP?
-
KPK Periksa Sekjen Kemnaker Terkait Kasus Pemerasan Sertifikasi K3