Jagat media sosial dihebohkan dengan seoranga wanita berhijab yang tak terima dimarah-marahi karena ikutan minta nasi bungkus di posko pengungsian korban kebakaran Depo Pertamina Plumpang, Jakarta Utara.
Berdasar video yang diunggah ulang akun Instagram @fakta.jakarta, peristiwa sang ibu-ibu yang ngedumel karena tak dikasih nasi bungkus di posko itu sempat disorot awak media yang melakukan peliputan di lokasi kebakaran.
Disebutkan jika kejadian itu terjadi pada Senin (6/3) lalu.
Dalam video itu, saking sebel tak terima diomeli petugas di posko pengungsian, wanita yang mengenakan jilbab warna pink itu meluapkan emosinya hingga mengeluarkan kata-kata kasar.
"Tuh minta nasi pak, saya gak dikasih, diomel-omelin. Itu sama orang yang di posko. Ba*****t itu orang," kata wanita dalam video itu.
Dia pun mengaku dirinya bukan warga yang menjadi korban kebakaran Depo Pertamina.
"Ya saya sih gak korban pak, cuma saya lari-lari lho pak," katanya.
Saat kejadian itu, tampak pri berkemeja putih mencoba meredamkan emosi emak-emak itu.
"Iya sabar ya bun," kata pria dalam video itu.
Baca Juga: 3 Pemain Paling Terkenal dari Burundi, Ada Eks Pemain Liga Inggris
Namun, wanita itu tetap merasa dongkol karena tidak terima dimarahi-marahi petugas saat meminta nasi bungkus yang diperuntukan untuk korban kebakaran.
"Kesel pak, saya masih bisa beli nasi Rp10 ribu pak. Tapi orang-orang itu pada dapet, saya pengen pak," timpal wanita itu.
Video emak-emak yang ngedumel gegara diomeli minta nasi bungkus korban kebakaran menjadi sorotan warganet. Sosok emak-emak itu pun menjadi bahan olok-olokan warganet. Di sisi lain, banyak warganet yang justru memberi komentar kocak menanggapi ulah emak-emak itu.
"Bu kalau ibu bisa beli kenapa gak beli aja? Itu nasi buat korban buk, bukan give away," tulis akun @gu********.
"Emang lagi lucu-lucunya umur segitu," timpal akun @vi*******.
"Pejuang nasi bungkus," sahut akun @mi*******.
Berita Terkait
-
Empat Korban Kebakaran Depo Pertamina Kembali Teridentifikasi, Tersisa Tiga Jenazah dan Satu Body Part
-
Melihat Aksi Para Badut Hibur Anak-anak Korban Kebakaran Depo Pertamina Plumpang
-
Warga Protes Soal Santunan Bersyarat Pertamina, Dikasih Rp10 Juta Tapi Gak Boleh Nuntut: Emang Saudara Kita Ayam!
-
Soal Sengketa Lahan di Plumpang, NasDem: Warga Sudah Tinggal Puluhan Tahun Sebelum Anies Jadi Gubernur
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- Work to Run: 5 Sepatu Lari Hitam Polos yang Tetap Rapi di Kantor dan Nyaman Dipakai Lari
- 5 HP Redmi RAM 8 GB Memori 256 GB Termurah di Bawah Rp1,5 Juta, Spek Juara
Pilihan
-
Bejatnya Kiai Cabul Ashari di Pati: Ngaku Keturunan Nabi hingga Istri Orang Bebas Dicium
-
Mengungkap Jejak Pelarian Kiai Cabul Pati: Terendus Ritual di Kudus, Kini Raib Bak Ditelan Bumi
-
Diterpa Kontroversi dan Dilaporkan ke Bareskrim Terkait Ceramah JK, Ade Armando Mundur dari PSI
-
Lolos Blokade AS! Kapal Tanker Iran Rp 3,8 T Menuju Riau, Kemlu RI: Tak Langgar Hukum
-
Kapal Perang AS Dihantam 2 Rudal karena Coba Masuk Selat Hormuz, Klaim Iran
Terkini
-
Redmi Watch 6 Meluncur di Pasar Global: Harga Sejutaan, Baterai Tahan Lama
-
Semudah Merawat Avanza, Toyota Etios Valco sama Daihatsu Sirion Mending Mana?
-
5 Fakta Senggol Berujung Maut di Cengkareng, Pegawai Toko Roti Tewas Dibacok
-
Link Live Streaming Arsenal vs Atletico Madrid: Rebut Tiket Final, The Gunners!
-
7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
-
Izin Makan Jadi Celah, Bagaimana Anggota TNI AD Kabur Saat Diperiksa Kasus Kekerasan Seksual Anak?
-
18.000 Liter Minyakita Oplosan Disita di Bengkulu, Pakai Minyak Curah dan Kemasan Diubah
-
Letjen TNI Agus Widodo Dikabarkan Resmi Jabat Wakil Kepala BIN, Gantikan Komjen Imam Sugianto
-
Bukan Oplosan, Ini Modus 'Halus' Penjualan BBM Subsidi di Kalbar yang Terungkap
-
Pelarian Berakhir! Kaur Keuangan Desa Petir Ditangkap Usai 7 Bulan Sembunyi Akibat Korupsi Rp1 M