Barbie Kumalasari mengungkit lagi soal nasehat orang tuanya untuk menjauhi narkoba. Hal itu disampaikan guna menepis kabar soal dirinya ditangkap atas kasus penggunaan narkoba.
"Mamaku pernah pesan, kalau mau nakal, mending minum alkohol. Sampai muntah-muntah juga nggak apa-apa. Tapi kalau narkoba, jangan sama sekali," katanya seperti dikutip dari Suara.com, Sabtu (25/3).
Dia pun mengakui jika ada artis yang kerap mengonsumsi narkoba akan mudah terlacak oleh aparat penegak hukum.
"Publik figur kalau pakai narkoba pasti dilacak, nggak mungkin nggak. Nggak pakai saja bisa difitnah pakai, gimana kalau pakai beneran. Misal beli dari si A, si B, si C, kan dari situ pasti bisa dilacak," katanya.
Barbie Kumalasari pun mengungkap soal pelariannya jika sedang mendapatkan masalah, tanpa harus menggunakan narkoba.
"Kan masih bisa curhat ke keluarga atau menguatkan iman dengan ibadah. Bisa juga healing dengan menyenangkan diri dulu," ujarnya.
"Jangan sampai lah pakai narkoba. Masih banyak cara lain untuk menghadapi masalah tanpa mendatangkan masalah baru," imbuhnya.
Kabar penangkapan Barbie Kumalasari tersebar dalam bentuk pesan berantai di kalangan media. Menurut informasi yang tertera di sana, mantan istri Galih Ginanjar diciduk penyidik Polres Metro Jakarta Barat usai mengunjungi salah satu tempat pijat.
"Barbie Kumalasari lagi di Polres Metro Jakarta Barat. Semalam lagi ke tempat pijat, terus kayak semacam dijebak. Tiba-tiba katanya ada narkobanya," bunyi pesan tersebut.
Baca Juga: Hasil BRI Liga 1: Bungkam Bhayangkara FC, Persib Bandung Menjauh dari Kejaran Persija
Sempat kaget dengan beredarnya kabar tersebut, Barbie Kumalasari akhirnya memilih tidak ambil pusing. Ia menganggap hal semacam itu sebagai konsekuensi dari pekerjaannya di dunia hiburan.
"Biasa lah, namanya juga artis internasional. Terlalu keren kali gue ya? Ya nggak apa-apa lah, resiko," ucap Barbie Kumalasari seraya tertawa.
Barbie Kumalasari juga siap menjalani tes urine bila masih ada orang yang tidak percaya dirinya bebas narkoba.
"Aku mau sekarang ditantang tes urine juga nggak ada masalah," kata Barbie Kumalasari.
(Sumber: Suara.com)
Berita Terkait
-
Respons Santai Barbie Kumalasari usai Kabar Tertangkap Kasus Narkoba
-
Barbie Kumalasari Santai usai Kabar Tertangkap Kasus Narkoba: Namanya Juga Artis Internasional
-
Terlibat Peredaran Narkoba, Oknum Polisi di Tapanuli Utara Diciduk Bareng 2 Rekannya
-
Heboh Kabar Barbie Kumalasari Ditangkap Polisi Terkait Kasus Narkoba
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- 5 Pilihan Sepatu Running Lokal Rp100 Ribuan, Murah tapi Kualitas Bukan Kaleng-Kaleng
- Promo Alfamart Hari Ini 2 Mei 2026, Menang Banyak Diskon hingga 60 Persen Kebutuhan Harian
- 5 Cushion Waterproof dan Tahan Lama, Makeup Awet Seharian di Cuaca Panas
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Mencerahkan Wajah, Cukup 3 Langkah Praktis Murah Meriah!
Pilihan
-
Kapal Perang AS Dihantam 2 Rudal karena Coba Masuk Selat Hormuz, Klaim Iran
-
Teror di London: Penembakan Brutal dari Dalam Mobil, 4 Orang Jadi Korban
-
RESMI! Klub Milik Prabowo Subianto Promosi ke Super League
-
Dibayar Rp50 Ribu Sebulan, Guru Ngaji di Kampung Tak Terjamah Sistem Pendidikan
-
10 Spot Wisata Paling Hits di Solo 2026: Paduan Sempurna Budaya, Estetika, dan Gaya Hidup Modern!
Terkini
-
Tancap Gas Usai Wajib Militer, Jaehyun NCT Mendadak Umumkan Gelar Fancon di Jakarta Bulan Depan
-
Jadwal 'Brutal' Tak Halangi Dewa United, Jan Olde Riekerink Puji Mental Banten Warriors
-
Jakarta Darurat Sampah: Pemprov DKI Percepat Pembangunan PSEL untuk Kurangi Beban Bantargebang
-
Jimmy Ardianto Resmi Pimpin Kantor Perwakilan LPS I Sumatera
-
Menyusuri Gelap Kota di Taksi Malam: Antara Realita dan Moral yang Rapuh
-
Rumor Honda Vario 160 Terbaru Segera Hadir dengan Varian Street dan RoadSync
-
Smartphone Xiaomi Apakah Tahan Air? Ini 6 HP dengan Sertifikat IP68 Termurah
-
Jakarta Selatan Mulai Tergenang Banjir, Layanan Transjakarta Pangkas Rute
-
Dari Juara Jadi Juru Kunci: Sriwijaya FC Terpuruk ke Liga 3, Sumsel United Justru Melaju
-
Akui Kecolongan, Purbaya Copot 2 Pejabat Kemenkeu Buntut Kasus Restitusi Pajak