News / Metropolitan
Senin, 04 Mei 2026 | 18:58 WIB
Antrean truk di Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang, Bekasi Jawa Barat, Rabu (15/10/2025). [Antara/Fakhri Hermansyah].
Baca 10 detik
  • Pemprov DKI Jakarta dan Danantara Indonesia menandatangani MoU percepatan pembangunan fasilitas PSEL di Jakarta pada 4 Mei 2026.
  • Proyek ini bertujuan mengatasi kedaruratan sampah serta mengurangi beban TPST Bantargebang yang telah melebihi kapasitas operasional harian.
  • Danantara Indonesia berperan menyiapkan skema pembiayaan dan badan usaha guna mewujudkan pengelolaan sampah terintegrasi sesuai mandat regulasi pemerintah.

Suara.com - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menggandeng Danantara Indonesia untuk mempercepat pembangunan fasilitas Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL).

Penandatanganan kesepakatan kerja sama atau MoU dilaksanakan di Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Jalan Imam Bonjol, Jakarta Pusat, pada Senin (4/5/2026).

Agenda krusial bagi masa depan lingkungan Jakarta ini disaksikan langsung oleh Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian, beserta jajaran pejabat terkait lainnya.

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menjelaskan bahwa MoU mencakup percepatan pembangunan PSEL di dua lokasi, yakni Tanjung dan Bantargebang.

Langkah kolaboratif ini dinilai sebagai titik awal proses signifikan dalam menanggulangi kedaruratan sampah yang selama ini membayangi Jakarta.

“Terutama untuk mengurangi ketergantungan terhadap Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang yang saat ini telah jauh melebihi kapasitas,” ujar Pramono.

Mantan Sekretaris Kabinet tersebut menegaskan bahwa percepatan ini merupakan pengejawantahan dari mandat Peraturan Presiden Nomor 109 Tahun 2025.

Prosedur yang lebih sederhana diyakini bakal mempercepat realisasi teknologi ramah lingkungan tersebut melalui pembagian peran yang komprehensif.

“Pembangunan PSEL di Jakarta akan menjadi salah satu proyek yang diproses Danantara Indonesia pada batch berikutnya, dan ditargetkan segera dimulai. Fasilitas tersebut nantinya menjadi bagian integral dari sistem pengelolaan sampah di sektor hilir, melalui kolaborasi dengan berbagai mitra strategis,” urai Pramono.

Baca Juga: Jakarta Selatan Mulai Tergenang Banjir, Layanan Transjakarta Pangkas Rute

Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, menyatakan bahwa Danantara Indonesia berperan vital dalam menyiapkan skema pembiayaan serta pemilihan badan usaha pengembang.

Pemerintah memberikan perhatian khusus bagi Jakarta karena statusnya sebagai pusat aktivitas nasional dengan volume sampah harian yang sangat besar.

“Dengan timbunan sampah mencapai sekitar 9.120 ton per hari,” ungkapnya.

Proyek PSEL ini diharapkan menjadi solusi modern yang mampu menyokong sistem pengelolaan sampah Jakarta secara terintegrasi dari hulu hingga hilir.

Transformasi sampah menjadi energi juga menjadi bagian dari penyesuaian regulasi terbaru mengenai kedudukan Jakarta sebagai daerah khusus.

“Langkah ini juga sejalan dengan Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2024 tentang Provinsi Daerah Khusus Jakarta, sebagaimana telah diubah melalui Undang-Undang Nomor 151 Tahun 2025,” kata politisi yang biasa disapa Zulhas tersebut.

Load More