/
Selasa, 02 Mei 2023 | 13:25 WIB
Anaknya Disebut Terlibat Bisnis Narkoba di Lapas, Menkumham Yasonna Balas Tudingan Tio Pakusadewo: Bohong Besar! (Suara.com/Novian)

Santer kabar jika anak Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly, Yamitema Laoly, disebut-sebut menjalankan bisnis narkoba di dalam lembaga pemasyarakatan alias lapas.  

Dugaan keterlibatan anak Menkumham Yasonna itu diungkapkan oleh aktor senior Tio Pakusadewo, dalam wawancara di kanal Youtube Uya Kuya.

Tio Pakusadewo menjelaskan jika lapas sedang dalam keadaan mati listrik, hal itu menjadi pertanda bahwa narkoba diantarkan ke dalam lapas. 

Beberapa tahun lalu, Tio Pakusadewo pernah mendekam di Lapas Cipinang karena kasus narkoba.

Selain itu, akun @PartaiSocmed menyebut Yamitema Laoly dan perusahaannya PT Natur Palas Indonesia serta yayasan bernama Jeera Foundation memonopoli bisnis koperasi dan kantin di beberapa lapas besar.

Aktor Tio Pakusadewo. (YouTube/ Deddy Corbuzier) (sumber:)

Jeera Foundation disebut tidak hanya memproduksi kopi, namun juga multimedia meliputi pelatihan fotografi, musik, kerajinan kulit seperti pembuatan tas yang dikolaborasi dengan tenun Indonesia, aksesoris tas, lukisan, gelang, dan desain baju yang nantinya dipasarkan ke masyarakat.

Terkait hal itu, Menkumham Yasonna langsung memberi respons. Dia menganggap tuduhan soal keterlibatan anaknya, Yamitema Laoly, dalam bisnis di Lapas adalah bohong besar.

"Ah bohong besar itu, enggak ada. Nanti ada keterangan dari kalapasnya," kata Yasonna Laoly seperti dikutip dari Antara, Selasa (2/5).

Dia pun mengakui jika Tio Pakusadewo memang pernah bolak-balik masuk penjara gegara terlibat kasus narkoba. 

Baca Juga: Heran jadi Tersangka Kasus Konten Makan Babi, Lina Mukherjee Ungkit Ucapan Pelapor: Pak Ustaz Tak Tuntut Apa-apa Selain Minta Maaf

"Itu kan Tio pernah dua kali di sana. Dia juga pernah dipakai Jeera menjadi pelatih. Jadi, Jeera itu yayasan yang membina napi, barista, kulit, mereka memang ada kerja sama dengan koperasi di tempat dia itu. Tio pernah diminta pelatih, tapi karena dia melakukan pelanggaran berat, diberhentikan," katanya. 

Yasonna bahkan menyebut Tio Pakusadewo pernah dimasukkan ke straff cell atau sel khusus bagi warga binaan pemasyarakatan yang terbukti melakukan kesalahan di dalam rutan atau bisa disebut sebagai sel hukuman.

"Makanya heran juga saya. Pelanggaran Tio Pakusadewo tanya karutannya. Pokoknya berat, masuk straff cell'," ungkap Yasonna.

Yasonna menegaskan bahwa Yayasan Jeera tersebut melatih para napi.

"Yayasan (Jeera) ini (memang) ada, bukan dia (Yamitema) ada di situ. Yayasan kerja sama dengan lapas melatih napi untuk ada yang jadi barista, (kerajinan) kulit, kalau kalian lihat ada produk-produk kulit, nah mereka itu," tambah Yasonna.

Yasonna pun membantah anaknya terlibat aktif dalam yayasan tersebut.

Load More