Gegara bikin konten makan babi yang diawali dengan membaca Bismillah, Lina Mukherjee kini berstatus sebagai tersangka terkait dugaan penistaan agama. Namun, Lina Mukherjee merasa heran dengan penetapan dirinya sebagai tersangka. Sebab, dia mengaku sudah meminta maaf sebanyak tiga kali kepada Ustaz, Syarif Hidayat yang menjadi pelapor dalam kasus yang kini menjeratnya.
Pernyataan itu disampaikan Lina Mukherjee sebagaimana video yang ditayangkan YouTube Insert Today, beberapa waktu lalu. Dalam video itu, Lina Mukherjee awalnya menyampaikan maaf setelah mendapatkan kado getir di momen lebaran.
“Ini kan masih bulan suci, ya, maksudnya malah lebaran, ya. Mau ngucapin minal aidin wal faizin atas kesalahan saya kemarin," katanya.
Lewat curhatannya itu, Lina Mukherjee pun masih tak menyangka bakal berstatus tersangka gegara konten makan babi. Sebab, dia mengaku sudah meminta maaf atas video kontroversialnya itu.
“Nah, pertama-tama untuk pihak terlapor, untuk ustaz kan pernah bilang kalau sebenarnya tidak menuntut apa-apa selain minta maaf, dan saya sebenernya sudah tiga kali minta maaf,” katanya.
Lina juga mengungkap alasan dirinya tidak memenuhi panggilan perdana dalam kasus tersebut. Diketahui, kasus penistaan agama itu kini ditangani Subdit 5 Cyber Ditreskrimsus Polda Sumsel.
"Kedua, katanya saya nggak kooperatif sebagai warga negara Indonesia. Sedangkan saya baru satu kali dapat panggilan dari polda, dan itu pas deket lebaran 18 19 20, waktu itu tiket kesana juga nggak ada. Kondisi saya juga kebeneran sakit," curhatnya.
Diketahui, buntut bikin konten memaka babi sembari Bismillah, Lina Mukherjee akhirnya dipolisikan. Pelapor kasus Lina itu adalah seorang Ustaz bernama M Syarif Hidayat.
Pelaporan itu disampaikan Ustaz M Syarif Hidayat di Polda Sumatra Selatan, Rabu (15/3) lalu. Dalam laporannya, Lina Mukherjee dituding telah melakukan penistaan agama terkait videonya saat memakan babi.
Berita Terkait
-
Sebut Orang Indonesia Suka Gratisan dan Hobi Mencaci, Lina Mukherjee: Tingkat Ketololannya Luar Biasa
-
Lina Mukherjee Ngaku Rela Kasih 'Jatah' Bodyguard Agar Keinginan Terwujud, Warganet Heran: Kok pada Mau Ya?
-
Nyungsep Didorong Dinar Candy, Celana Dalam Lina Mukherjee sampai Kelihatan, Netizen: Percuma Dipamerin, Gak Nafsu!
-
Pamer Bikin Konten Bareng Ashanty, Lina Mukherjee Kena Nyinyir Warganet: Kayak Majikan Lagi Ngomongin Pembantunya
Terpopuler
- 5 HP Murah dengan NFC Harga Rp1 Jutaan untuk Multitasking dan Transaksi Cashless Lancar
- 11 Merek Sepatu Lari Buatan Indonesia yang Populer, Kualitas Lokal Tak Bisa Diremehkan
- 6 Shio yang Menarik Keberuntungan 14 Juli 2026, Banyak Teka-teki Akhirnya Terjawab
- Bagaimana Dody Hanggodo Memanfaatkan Kekuasaannya sebagai Menteri di Kementerian PU
- Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Potensi Menang Praperadilan: Siasat Redam Konflik Polri-Kejagung
Pilihan
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
-
Ada Ancaman Teror Bom, Seluruh Siswa dan Guru SDN 15 Srengseh Sawah Dipulangkan
Terkini
-
Kursi Botol Berterbangan, Suporter Argentina Bakul Pukul Jelang Lawan Inggris
-
10 Trik Kotor Kiper Argentina Emiliano Martinez Bikin Publik Inggris Ketar-ketir
-
Makna Tersembunyi Jersey Argentina Lawan Inggris: Warisan Budaya hingga Memori 1986
-
AI Prediksi Hasil Inggris vs Argentina: Albiceleste Menang Dramatis, Messi dan Kane Cetak Gol?
-
Medco E&P Perkuat Ekonomi Warga Muba Lewat Budidaya Lele Berkelanjutan
-
Prabowo Didesak Evaluasi KDKMP, Dinilai Menyimpang dari Semangat Koperasi
-
Bank Sumsel Babel dan Unsri Perkuat Sinergi, Buka Jalan Pendidikan bagi Putra-Putri Daerah
-
AHY dan Merry Riana Hadir Bersama Sahabat Ojol, Nobar Piala Dunia 2026
-
PTBA Dukung Pengungkapan Tambang Batubara Ilegal di Muara Enim, 11 Tersangka Ditangkap
-
KPK Tindak Lanjuti Laporan Dugaan Korupsi Gubernur Jambi dan Bupati Tebo