/
Selasa, 20 Juni 2023 | 14:44 WIB
Ngeri! Rumah Kontrakan di Bekasi jadi Markas Sindikat Perdagangan Ginjal Manusia, Penghuni Rumah Tertutup, Ogah Lapor Pak RT. (Suara.com/Mae Harsa)

Sebuah rumah kontrakan di Perumahan Villa Mutiara Gading Jalan Piano IX No. FV/5 Setia Asih, Tarumajaya, Bekasi Regency, Bekasi diduga menjadi markas sindikat penjualan ginjal manusia. Kasus itu terungkap setelah polisi menggerebek sebuah rumah kontrakan yang dihuni para pelaku pada Senin (19/6) lalu. 

Sontak, kasus tersebut membuat geger warga sekitar. Diduga, rumah kontrakan itu menjadi markas para pelaku yang diduga menjual ginjal manusia ke Kamboja. 

Nuraisyah (44) istri Ketua RT sempat menceritakan detik-detik rumah kontrakan tersebut saat digerebek polisi. Menurutnya, peristiwa penggerebekan itu terjadi sekitar pukul 01.00 dini hari.

Dia mengaku sang suami sempat dikabarkan aparat kepolisian yang mencurigai penghuni rumah kontrakan tersebut. Sang suami yang juga ketua RT diminta untuk memantau gerak-gerik para penghuni rumah itu. 

Tak lama, rumah kontrakan itu akhirnya digerebek pihak berwajib. 

"Dua hari sebelum penangkapan, itu udah ada laporan dari pihak kepolisian kalau rumah ini ada yang dicurigain. Besoknya kami cek gak ada, kosong rumahnya, besoknya ngecek tidak ada lagi,” kata Nuraisyah seperti dikutip dari Bekaci.suara.com--jaringan Suara.com, Selasa (20/6).

Nuraisyah mengatakan jika suaminya langsung mengabari anggota polisi setelah mengetahui ada aktivitas di rumah tersebut pada Minggu (18/6) lalu.

“Nah sore pas magrib ada dia, setelah ada itu langsung penggrebekan dan dilakukan penangkapan,” katanya. 

Akan tetapi, Nuraisyah mengaku tak tahu persis kasus apa sehingga penghuni rumah itu menjadi target penangkapan polisi. Dia hanya mendapat kabar jika orang yang menempati rumah itu terlibat masalah besar.

Baca Juga: Tampil Seksi dan Ngangkang di Sekolah Anaknya, Adab Nikita Mirzani Disorot: Ya Allah...

“Gak tau saya (kasus apa). Polisi juga gak ngasih tau curiganya karena kasus apa, kami disuruh ngecek aja, karena ada masalah besar katanya polisi ga ngasih tau apa-apanya,” ujarnya. 

Dia pun mengungkapkan jika penghuni kontrakan itu berjumlah sekitar empat orang. Walau sudah tinggal sejak empat bulan lalu, warga baru itu belum pernah sekalipun melapor. 

"Ya ada laki-laki ada perempuan juga, karena dia gak lapor, jadi saya juga gak tau," katanya. 

Namun, Nuraisyah mengaku jika warga baru itu cenderung tertutup. Menurutnya, para penghuni kontrakan itiu hanya terlihat pada malam hari. 

"Paling di dalam aja, paling kalau malem mereka ada duduk di luar di teras. Yang saya lihat sih tiga empat orang,” kata dia. 

Terpisah, Kapolres Metro Bekasi, Kombes Twedi Aditya Bennyahdi mengatakan, kasus tersebut kini telah dilimpahkan ke Polda Metro Jaya.

“Sudah di Krimum (Kriminal Umum) semua, yang punya hak kan Polda. Silakan dikonfirmasi ke sana,” kata Twedi saat dikonfirmasi.


(Sumber: Bekaci.suara.com)

Load More