Pengacara Jessica Kumala Wongso, Otto Hasibuan menyebut proses autopsi terhadap jenazah I Wayan Mirna Salihin adalah sebuah kebohongan. Bahkan, Otto Hasibuan pun menyebutkan jika penyebab kematian karena racun sianida tidak pernah terbukti ada di dalam tubuh Mirna.
Hal itu disampaikan Otto dalam podcast 'Close The Door' yang tayang channel Youtube Deddy Corbuzier pada Sabtu (7/10) lalu.
Menurutnya, ahli forensik yang dilibatkan oleh kepolisian hanya mengambil sampel dalam lambung Mirna Salihin.
"Tidak diautopsi, dia (jenazah Mirna) hanya diambil sampel. Jadi selama ini orang salah, tidak ada autopsi. Kalau ada autopsi itu menyeluruh, dari otak sampai ke bawah," kata Otto Hasibuan.
Otto Hasibuan pun memastikan adalah kebohongan jika Mirna diautopsi setelah dinyatakan meninggal karena menenggak racun siandia.
"Bohong. Yang ada, adalah pengambilan sampel," kata Otto menanggapi pertanyaan Deddy Corbuzier.
Ucapan Otto pun lantas ditanggapi oleh Wamenkumham Edward Omar Sharif Hiariej alias Prof Eddy Hiariej dalam podcast Deddy Corbuzier pada Selasa (10/10) kemarin.
Menurut Prof Eddy, apa yang disampaikan Otto Hasibuan merupakan informasi menyesatkan. Sebab, dia memastikan jika dilakukan proses autopsi setelah tiga hari Mirna Salihin dinyatakan meninggal dunia pada 6 Januari 2016 silam.
"Jadi ini juga jangan sampai masyarakat terbuai dengan berita-berita menyesatkan. Jadi Mirna itu diautopsi pada 10 Januari, tiga hari setelah kematian itu," kata Prof Eddy.
Ucapan itu disampaikan Prof Eddy lantaran dirinya sempat menjadi saksi ahli dalam kasus Mirna. Menurutnya, saat dilakukan autopsi terhadap jenazah Mirna, memang tidak dilakukan pengambilan sampel hingga di bagian otak karena telah ditemukan kandungan sianida di lambung korban.
"Bahwa tidak seluruh sampel diambil pada otak dan lainnya itu benar. Mengapa? karena sudah terbukti dari awal. Saya kira tidak perlu orang hukum menjelaskan," katanya.
Prof Eddy memastikan jika ditemukan 0,2 miligram sianida di lambung Mirna. Temuan kandungan sianida itu berdasar berita acara pemeriksaan (BAP) Dokter forensik RSCM, Budi Sampurna yang dilibatkan menjadi saksi ahli kasus tersebut.
"Ini juga perlu kita luruskan, jadi dikatakan ditemukan 0,2 miligram sianida, 2,2 miligram per liter. Jangan dilihat separuh-paruh. Jadi kita baca BAP dari Prof Budi Sampurna, ahli forensik. Benda itu dimasukan berwujud NaCN, natrium sianida, berbentuk seperti garam," bebernya.
"Dalam BAP Budi Sampurna dikatakan bahwa, lambung yang diambil sampel itu (terdapat) natrium sianida sebagai racun yang mematikan. Dalam bahasanya kalau kita lihat di visum et repertum, dari hasil autopsi, lambungnya itu korosif, lalu kemudian dalam pemeriksaan awal, mulut dan kerongkong juga korosif," imbuhnya.
Diketahui, Jessica Wongso telah dinyatakan bersalah dan divonis selama 20 tahun penjara atas kematian Mirna Salihin pada 2016 lalu. Jessica Wongso terhitung sudah tujuh tahun menjalani masa penahanan setelah dijebloskan ke Rutan Pondok Bambu, Jakarta Timur.
Tag
Berita Terkait
-
Bukan Psikopat, Jessica Wongso Ternyata Punya Kepribadian Ganda, Prof Eddy Hiariej: Orang Seperti Ini Sulit Terdeteksi Lie Detector
-
Ngeri! Ini Film yang Inspirasi Jessica Wongso Bunuh Mirna Pakai Racun Sianida
-
Prof Eddy Hiariej Tertawa Dengar Cerita Jessica Wongso Dihipnotis, Otto Hasibuan Sebar Hoaks?
-
Wamenkumham Bantah Jessica Wongso Ditahan di Sel Tikus, Deddy Corbuzier: Kalau Orang Normal, Seminggu Sudah Gila
Terpopuler
- 6 Pilihan HP Flagship Paling Murah, Spek Sultan Harga Teman
- 5 HP 5G Terbaru RAM 12 GB, Spek Kencang untuk Budget Rp3 Juta
- 5 Pilihan Sepatu Lari Hoka Murah di Sports Station, Harga Diskon 50 Persen
- 5 Parfum Aroma Segar Buat Pesepeda, Anti Bau Badan Meski Gowes Seharian
- 5 Sepeda Listrik Jarak Tempuh Terjauh, Tahan Air dan Aman Melintasi Gerimis
Pilihan
-
7 Sabun Mandi Cair Wangi Mewah yang Bikin Rileks Setelah Pulang Kerja, Ada yang Mirip Aroma Spa
-
Mantan Istri Andre Taulany Dilaporkan ke Polisi, Diduga Aniaya Karyawan
-
Stasiun Bekasi Timur akan Kembali Beroperasi Lagi Siang Ini
-
Truk Tangki BBM Meledak Hebat di Banyuasin, 4 Pekerja Terbakar saat Api Membumbung Tinggi
-
RS Polri Berhasil Identifikasi 10 Jenazah Korban Tabrakan Kereta di Bekasi Timur, Ini Nama-namanya
Terkini
-
5 Sepatu Lari Lokal yang Bisa Dipakai di CFD Medan
-
Review Serial Stranger Things: Tales from '85, Spin-off Animasi Terkeren!
-
Kurangi Ketergantungan Diesel, IESR Desak Prioritaskan PLTS di Daerah Terpencil
-
Cedera Ringan, Mohamed Salah Dipastikan Bisa Tampil Lagi Sebelum Tinggalkan Liverpool
-
Kata Hanung Bramantyo soal Film Sang Pengadil jadi Alat Cuci Uang
-
Lonjakan Harga Pangan Hari Ini: Bawang Merah, Cabai, hingga Telur
-
5 Pilihan HP Realme Snapdragon RAM 8 GB Paling Murah untuk Jangka Panjang
-
Pentagon Spill Biaya Perang Iran Tembus Rp 400 Triliun, Amerika Berkilah Operasi Tidak Gagal
-
Studi Ungkap Mikroplastik Ditemukan di Dalam Tubuh Manusia, Bisa Picu Gangguan Pencernaan
-
Fajar Alfian Minta Maaf, Janji Tim Thomas Indonesia Bangkit Lebih Kuat