Pengacara Jessica Kumala Wongso, Otto Hasibuan mengaku sangat senang mendengar pernyataan Wamenkumham Edward Omar Sharif Hiariej alias Prof Eddy yang sempat membahas soal autopsi terhadap mayat I Wayan Mirna Salihin di podcast yang tayang di channel Youtube Diskursus Net, beberapa waktu lalu.
Pernyataan itu disampaikan Otto dalam podcast yang sama yang dipandu oleh Yasmin Mumtaz pada Selasa, kemarin. Alasan Otto merasa senang, karena Prof Eddy dianggap telah jujur berbicara soal kasus Mirna.
"Hari ini saya senang sekali dan bahagia sekali setelah mendengar keterangan daripada Prof Eddy di diskursus ketika anda wawancara dia luar biasa ini," kata Otto dilihat pada Rabu (18/10).
Sebelum menjelaskan soal maksudnya, Otto pun meminta agar video pernyataan Prof Eddy diputar ulang di podcast tersebut.
"Saya baru mendengar pernyataan jujur daripada Pak Eddy, pernyataan jujurnya sebagian ya, dia mengatakan coba diputar dulu ya (videonya) supaya saya jangan salah nanti," minta Otto.
Dalam video yang diputar ulang, Prof Eddy memastikan jika jasad Mirna diautopsi. Bahkan, Prof Edddy membeberkan ada tiga ahli forensik yang mengautopsi terhadap jenazah Mirna yang dipimpin Musyafak, eks Kabiddokes Polda Metro Jaya.
"Terlalu gegabah bahkan bahasa kasarnya ini terlalu bodoh kalau dalam satu kasus pembunuhan polisi dan jaksa tidak melakukan autopsi. No autopsi, no crime. tidak ada otopsi tidak ada kejahatan," kata Prof Eddy dalam video yang diputar ulang di podcast tersebut.
"Jadi mereka melakukan itu yang melakukan (autopsi) itu dipimpin oleh dokter Musyafak," imbuhnya.
Sembari memegang ponselnya, Otto awalnya mengucapkan terima kasih kepada Yasmin Mumtaz selaku host podcast itu lantaran soal ucapan Prof Eddy yang menyebut, "no autopsi no crime."
"Thank you, Thank you so much for this. Karena sudah diconfirm, no autopsi no crime, berarti kalau sudah tidak ada autopsi tidak ada Crime berarti perkara ini harus berhenti," ujar Otto.
Sembari memperlihatkan salinan berita acara pemeriksaan yang dibawanya, Otto Hasibuan mengklaim tidak ada nama dokter Musyafak yang ditunjuk sebagai dokter pemeriksa. Otto pun menyebut tidak pernah dilakukan autopsi terhadap jenazah Mirna, kecuali pengambilan sampel pada bagian lambungnya.
Berdasar dokumen yang dibawanya, Otto menyebut tidak ada nama Musyafak yang dilibatkan sebagai ahli di kasus Jessica Wongso. Menurutnya, tidak boleh dilakukan pencatutan nama terhadap ahli yang dilibatkan untuk melakukan autopsi terhadap jenazah.
"Harus ada namanya di situ. Jadi enggak boleh nyatut gitu loh yang autopsi si A saya bikin nama saya yang autopsi si B enggak boleh nyatut," katanya.
"Nah yang di sini jelas pemeriksa dr Slamet (Slamet Purnomo) dan dr Arif Arief Wahyono) kalau benarlah yang dikatakan mereka itu bahwa ada dokter lain yaitu Musyafak yang memeriksa berarti dokumen ini palsu," kata Otto.
Dari klaim soal tidak adanya nama Musyafak, Otto menyinggung soal ucapan Prof Eddy yang menyebut, "no autopsi, no crime."
"Oleh karena itu berarti saya bisa sudah patahkan dr Musyafak tidak melakukan autopsi, tidak melakukan sampel," katanya.
"Kalau sudah no autopsi, no crime, berarti perkara sudah sebenarnya kita harus akhiri. Netizen juga sudah harus puas sudah jelas sudah sudah jelas no autopsi, no crime, praise the lord, dia (Prof Eddy) sudah mengakui ini," sambung Otto.
Tag
Berita Terkait
-
Banjir Dukungan Gegara Film 'Ice Cold' Netflix, Otto Hasibuan Bantah Jessica Diuntungkan: Film Itu Menceritakan Kebenaran
-
Jessica Wongso Ternyata Ogah Tonton Film 'Ice Cold' Bikinan Netflix, Otto Hasibuan Sedih
-
Bagikan Video Pakar Kimia Ungkap Racun Sianida di Sedotan, Kembaran Mirna Dibela Netizen: Pokoknya Jessica Bersalah, Titik!
-
Kamaruddin Simanjuntak hingga Ribuan Pengacara Siap Kasih Bantuan Hukum ke Jessica Wongso, Otto Hasibuan: Pusing
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
Terkini
-
Piala Dunia 2026 Tanjung Verde vs Arab Saudi, Laga Panas Demi Tiket 32 Besar
-
Cerita Warga Venezuela Andalkan Informasi Medsos karena Data Korban Gempa Simpang Siur
-
Melawan AI, Naoki Urasawa Rilis Manga Baru Bertema Eksistensi Manusia!
-
Purbaya Klaim Pendanaan Rp 304 T dari China Bukan Utang, Terus Apa?
-
Peserta KDMP Meninggal saat Latsarmil, Mensesneg: Baru Hari Kedua, Belum Berat, Diduga Riwayat Sakit
-
Pasokan HGBT Menipis, Apa Aksi Bahlil?
-
Mekanisme Keberatan Jadi Instrumen Perlindungan Dalam Sengketa Merek dan Hak Cipta
-
Dituding Acuh saat Thariq Halilintar Buka Kado, Aaliyah Massaid Beri Klarifikasi Menohok
-
Investor Harus Waspada, Pasar Saham RI Belum Lolos dari Ancaman MSCI
-
7 Bank RI Telah Tutup Sepanjang 2026, Apa Masalahnya?