Suara.com - Mendapat perlakuan tak enak dan penganiayaan dari Ustadz Guntur Bumi atau UGB, Yunita Suwardani mantan karyawannya mencoba kabur dari padepokan UGB, di kawasan Pondok Indah, Jakarta Selatan.
Yunita berhasil melarikan diri ketika keadaan padepokan sedang sepi di jam makan siang.
"Saya keluar waktu UGB nggak di tempat praktik. Saat jam istirahat itu saya kabur," kata Yunita, saat ditemui di kawasan Pancoran, Jakarta Selatan, Jumat (4/4/2014).
Yunita pun bersembunyi di sebuah tempat yang tidak mungkin diketahui UGB. Keberadaannya hanya diketahui oleh kedua orangtuanya.
Menurut kuasa hukumnya yang juga kuasa hukum para korban UGB, selama dua bulan Yunita bersembunyi, meskipun banyak orang yang meminta dirinya menjadi saksi.
"Kebetulan ada korban yang akrab untuk berani tampil. Korban mengajak saya jemput Yunita di tempat yang sangat jauh, 8 jam perjalanan," kata Hudy Yusuf, kuasa hukum para korban UGB.
Yunita pun berani keluar setelah tim kuasa hukumnya dan korban lain menjamin keselamatan Yunita dan keluarganya.
"Saya mampir ke Polsek Bogor utara untuk minta perlindungan hukum untuk Yunita dan keluarganya sekitar jam 23.30 malam. Akhirnya dikawal ke rumah orangtua Yunita kami membawa dia untuk menjadi saksi," lanjut Hudy.
Setelah Yunita bersiap menjadi saksi, ia dan kuasa hukumnya langsung melaporkan UGB atas tuduhan penganiayaan terhadap dirinya. Laporan tersebut dilakukan pada tanggal 30 Maret dengan nomor laporan LP 1134/III/2014/PMJ/Dit Reskrimum. Jika terbukti, UGB terancam hukuman 5 tahun penjara.
Berita Terkait
Terpopuler
- Pompa Air Paling Bagus dan Awet Merk Apa? Ini 4 Pilihan Terbaik Versi Review Pengguna
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- 5 HP Murah Terbaru Penyimpanan Lega Juni 2026: Memori 256 GB, Baterai 8.100 mAh
- 4 Rekomendasi Tablet Mini Serbaguna: Nyaman Digenggam, Muat Tas Kecil
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Profil dan Pekerjaan Kevin Gusnadi, Pacar Baru Ayu Ting Ting Akhirnya Go Public
-
Jusuf Kalla Sebut Tanah Runtuh Bukan Sekadar Film, Tapi Media Pembelajaran
-
ARTJOG 2026 Angkat Kisah Luka dan Warisan Antar Generasi Melalui Seni
-
Mad World: Kolaborasi Hard Lights dengan Musisi Kelas Dunia Bergaya Techno Crossover
-
Gisella Anastasia Perdana Main Sinetron, Langsung Jadi Tokoh Utama
-
Keliling Lima Kota, Soundrenaline 2026 Tawarkan Cara Baru Menikmati Festival Musik di Indonesia
-
Davina Karamoy Korban Hanania Travel, Uang Rp164 Juta untuk Daftar Haji Terancam Lenyap
-
Heboh Jennifer Coppen Tenggak Alkohol di Pernikahan, Eks Pegawai Hotel Ungkap Fakta Mengejutkan
-
Bukan Sekadar Komedi, Ananta Rispo Tampil Beda dalam First Look Film Ketok Mejik
-
Toy Story 5: Saat Woody Menua dan Terancam Terlupakan oleh Gawai Bonnie