Suara.com - Sutradara muda Indonesia, Mouly Surya dan Lucky Kuswandi, mendapat pengalaman berharga dari penyelengaraan Festival Film Cannes yang berlangsung di Prancis, pada 14-23 Mei 2014.
"Di Cannes saya bisa langsung menjalin 'networking' dengan insan perfilman dunia yang datang ke Cannes," ujar Mouly Surya (33) kepada Antara, Jumat (16/5/2014) di sela Marche du Film, pasar film terbesar di dunia yang merupakan bagian Festival Film Cannes.
Mouly Surya, sutradara film What They Don't Talk About When They Talk About Love, mengatakan, ini adalah kedua kalinya ia hadir di Cannes, yang menurutnya kiblat perfilman dunia.
Dia mengakui, di Festival Film Cannes ini banyak kesempatan baginya untuk belajar dan bertemu banyak sutradara dari berbagai negara. "Wawasan saya makin bertambah dan bisa berjumpa banyak orang," ujar Mouly yang datang ke Cannes bersama produser filmnya. Ia berharap suatu saat filmnya bisa diputar di Cannes.
Hal yang sama juga diakui sutradara muda, Lucky Kuswandi yang menyutradarai film "Selamat Pagi, Malam". Dia mengakui, rajin datang ke berbagai festival film dalam upaya menjalin networking dengan sutradara muda di seluruh dunia.
"Banyak kesempatan saya untuk melihat langsung perkembangan film dewasa ini," ujar Lucky Kuswandi, yang juga memproduksi film Madame X.
Penulis skenario dan sutradara lulusan dari The Art Center College of Design Los Angeles, Amerika Serikat dan terkenal dengan film pendek ini mengatakan, di Cannes ia berkesempatan untuk berbagi informasi dan juga melihat peta perfilman dunia.
Tidak saja sutradara muda yang ingin terjun langsung melihat perkembangan perfilman dunia di Festival Film Cannes tetapi juga produser film yang sudah malang melintang di dunia perfilman di tanah air seperti Gope T Samtani dari Rapi Film.
"Saya hampir setiap tahun datang ke Cannes untuk bisa melihat langsung perkembangan perfilman dunia," ujar Gope T Samtani yang dulu selalu membuka stand di Marche du Film, yang merupakan pasar film terbesar di dunia.
Dia mengakui, banyak film Indonesia yang laku dijual yang membuat para produser film Indonesia mulai bergairah dan film Indonesia mulai bangkit. Apalagi sejak delapan tahun lalu Indonesia selalu mengikuti promosi film di Marche du Film yang difasilitasi Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. (Antara)
Berita Terkait
Terpopuler
- 3 Mobil Bekas 60 Jutaan Kapasitas Penumpang di Atas Innova, Keluarga Pasti Suka!
- 5 Sepatu Lokal Senyaman Skechers, Tanpa Tali untuk Jalan Kaki Lansia
- 9 Sepatu Puma yang Diskon di Sports Station, Harga Mulai Rp300 Ribuan
- Cek Fakta: Viral Ferdy Sambo Ditemukan Meninggal di Penjara, Benarkah?
- 5 Sepatu New Balance yang Diskon 50% di Foot Locker Sambut Akhir Tahun
Pilihan
-
4 HP Memori Jumbo Paling Murah dengan RAM 12 GB untuk Gaming Lancar
-
In This Economy: Banyolan Gen Z Hadapi Anomali Biaya Hidup di Sepanjang 2025
-
Ramalan Menkeu Purbaya soal IHSG Tembus 9.000 di Akhir Tahun Gagal Total
-
Tor Monitor! Ini Daftar Saham IPO Paling Gacor di 2025
-
Daftar Saham IPO Paling Boncos di 2025
Terkini
-
Isu Liar Arka Anak Aura Kasih Terjawab, Kuasa Hukum Ridwan Kamil Buka Data Dokumen Rahasia
-
Apes! Ria Ricis dan Tim Alami Kejadian Tak Mengenakan saat Liburan di Dubai: Zonk dan Terburuk
-
Selama Ini Bungkam, Atalia Praratya Akhirnya Tanggapi Langsung Isu Ridwan Kamil Selingkuh
-
Tasya Farasya Jalani Umrah di Awal Tahun: Mau Nangis Meronta-ronta
-
Sheila Marcia Akui Pakai Narkoba Karena Cinta, Nama Roger Danuarta Terseret
-
Padahal Jarang Muncul di TV, Rumah Senilai Rp50 Miliar Aura Kasih Dipertanyakan
-
Masih Cari Job MC Meski Jadi Wakil Bupati, Pembelaan Ramzi Tuai Kritik
-
Rayakan Tahun Baru, Joget Centil Marion Jola Lawan Hujan di Panggung Bundaran HI
-
Momen Atta Halilintar Salat di Emperan Toko Saat Liburan ke Tiongkok Picu Perdebatan
-
Sinopsis The Snitch: Persaingan Panas Jaksa dan Polisi di Balik Kasus Narkoba