Entertainment / Film
Minggu, 15 Februari 2026 | 18:30 WIB
Poster film Lift (Instagram/lift.movie)
Baca 10 detik
  • Film thriller psikologis berjudul "Lift" dari Troys Film akan tayang 26 Februari 2026, mengangkat isu konspirasi lama.
  • Film ini merupakan debut penyutradaraan Randy Chans yang fokus pada penyiksaan emosional serta menampilkan akting berbeda Ismi Melinda.
  • Proses produksi melibatkan Ario Sagantoro sebagai penasihat aksi dan menampilkan insiden cedera antara Shareefa Daanish dan Verdi Solaiman.

Suara.com - Industri perfilman Indonesia kembali kedatangan genre thriller psikologis yang menjanjikan ketegangan berbeda.Rumah produksi Troys Film resmi memperkenalkan karya perdana mereka berjudul Lift

Melalui konferensi pers yang digelar di kawasan Sarinah, Jakarta Pusat pada Jumat, 13 Februari 2026, jajaran produser dan pemeran membedah proses kreatif di balik layar film yang dijadwalkan tayang pada 26 Februari 2026 tersebut.

Film Lift bercerita tentang Linda (Ismi Melinda), seorang staf humas di PT Jamsa Land yang terjebak di dalam lift kantor. 

Melalui interkom, sebuah suara misterius mengancam keselamatan anaknya yang disandera jika Linda tidak mengikuti permainan berbahaya yang mengungkap konspirasi kecelakaan maut enam tahun silam.

Langkah Berani di Jalur ‘Anti-Mainstream’

Eksekutif Produser Troys Film, Lok S. Iman, menegaskan bahwa film ini adalah upaya untuk memberikan napas baru di tengah dominasi horor dan drama romantis. 

"Dari awal kita memang mau membuat suatu karya yang berbeda. Saya percaya Lift akan memberikan nuansa berbeda di perfilman Indonesia," ungkap Lok S. Iman.

Senada dengan Lok, produser Ario Sagantoro yang sukses dengan saga The Raid, mengaku terpikat karena naskahnya yang berani. 

Pria yang akrab disapa Mas Toro ini bertindak sebagai technical advisor untuk memastikan elemen aksi dalam film ini terasa nyata.

Baca Juga: Pecinta Buku Wajib Tahu! Ini 5 Film Adaptasi Novel Tayang di Bioskop 2026

"Ini film yang sangat berani sebagai sebuah PH baru dan film debut buat Randy. Tugas saya mewujudkan mimpi teman-teman agar film ini terwujud tanpa harus terjebak formula yang itu-itu saja. Saya memberi bumbu agar adegan berantemnya natural, bukan martial art biasa, tapi benar-benar natural," jelas Ario.

Debut Penyiksaan Mental Randy Chans

Randy Chans yang melakoni debut sutradara film panjang, mengakui adanya beban besar saat mengambil alih posisi sutradara setelah sutradara sebelumnya mengalami kecelakaan. 

Alih-alih menyajikan aksi gahar, Randy lebih memilih pendekatan eskalasi emosi yang menyiksa.

"Gol utama aku adalah penonton merasa ‘menyiksa’ setelah keluar dari bioskop. Pendekatannya berbeda; kalau Ismi biasanya silat fisik, di sini dia pakainya silat lidah. Aku pengin berantem itu lebih dalam ke kesedihan," tutur Randy.

Untuk mencapai visi tersebut, Randy menggandeng aktor Verdi Solaiman dan spesialis film gelap, Shareefa Daanish

Verdi, yang memerankan karakter Hansen, menyebut film ini penuh dengan metafora tajam, termasuk tagline yang kini viral di media sosial.

"Metafora ‘Penguasa adalah tukang kayu’ itu sangat dalam. Pengusaha punya ambisi untuk mengukir atau mengatur negara se-profitable yang dia inginkan, meskipun diciptakan dengan darah dan air mata rakyat. Karakter Hansen ini manusiawi, dia mencari kehormatan karena tidak dihargai istrinya," papar Verdi mengenai karakter pengusaha yang dia mainkan.

Totalitas Tanpa Batas: Insiden Berdarah di Balik Layar

Aktris Ismi Melinda harus menekan muscle memory beladiri miliknya demi memerankan Linda yang tidak memiliki background silat. 

Ismi menjelaskan bahwa setiap pergerakan di dalam lift yang sempit diatur secara detail melalui micro-expression.

"Ismi di sini tidak boleh terlihat smart martial art. Dia harus benar-benar melakukan self-defense seorang perempuan biasa. Kesulitannya adalah menghilangkan refleks beladiri saat adegan catfight," tambah Ismi.

Totalitas juga ditunjukkan oleh Shareefa Daanish yang memerankan Doris. Meski sering dijuluki "psikopat" oleh netizen karena aktingnya yang dingin, Shareefa menegaskan itu adalah bukti keberhasilan aktingnya. 

Menariknya, dalam sebuah adegan intens, terjadi insiden nyata di mana kuku Shareefa melukai mata kaki Verdi Solaiman hingga berdarah.

"Kuku Doris masuk nancep beneran dan darahnya keluar, tapi adegan masih berlangsung karena Randy melihat itu real banget. Begitu cut, saya langsung minta P3K stop darahnya," kenang Verdi sambil tertawa. 

Shareefa pun segera menimpali, "Saya minta maaf banget sama Mas Verdi karena belum bisa kontrol tenaga, tapi memang intensitasnya saat itu sedang tinggi."

Selain nama-nama di atas, film ini juga dibintangi oleh Max Metino yang berperan sebagai podcaster. Max memberikan pesan mengenai dampak media sosial di masa kini. 

"Media sosial itu pedang bermata dua. Bisa membelokkan fakta dan jadi propaganda. Harus hati-hati dan tepat sasaran," tutup Max.

Dengan naskah yang digarap oleh reviewer film Arya Gardadipura, Lift siap menjerat penonton dalam ruang claustrophobic yang mencekam mulai 26 Februari 2026 di seluruh bioskop Tanah Air.

Load More