Film dokumenter "Jalanan" karya sutradara asal Kanada Daniel Ziv, berhasil mencuri perhatian penggemar film di Inggris dalam penayangan di Theater Horse Hospital, London, Selasa (31/3/2015) malam waktu setempat.
Film tersebut berkisah tentang Jakarta dan potret Indonesia melalui mata tiga pengamen muda yang humoris dan gigih menjalani hidup yakni Titi, Boni dan Ho.
Film itu berhasil meraih berbagai penghargaan diantaranya Film Dokumenter Terbaik di Busan International Film Festival (BIFF) di Korea dan meraih "People's Choice Award" untuk kategori Film Dokumenter di Melbourne International Film Festival (MIFF) dan menjadi film menutup Festival Film Asia House yang berlangsung sejak 27 Maret lalu.
Festival film Asia House ke-7 yang mendapat dukungan dari Prudential plc itu juga menampilkan film karya sutradara muda di wilayah Asia Pacifik seperti Kamboja, Myanmar, Vietnam, India, Jepang dan Uzbekistan serta memberikan fokus dan retrospektif pada Mongolia.
Film Indonesia lain yang diputar dalam acara Opening Gala Night adalah "Selamat Pagi, Malam" yang diterjemahkan menjadi "In the Absence of the Sun" yang juga dihadiri sang sutradara Lucky Kuswandi.
"Film yang menarik dan mengambarkan sisi lain kehidupan masyarakat kota Jakarta," ujar Emma Woodhouse kepada Antara London.
Menurut Emma, film "Jalanan" sangat menyentuh dan juga memberikan motivasi serta sangat inspiratif khususnya yang ditujukan oleh ketiga tokoh pengamen yang berfikiran positif.
Pembuatan film "Jalanan" yang memakan waktu enam tahun ini, mendapat apresiasi dari penonton di Inggris yang mengangkat keseharian ketiga pengamen jalanan yang terpinggirkan dari hiruk-pikuk Ibukota, tanpa rekayasa. Dalam film "Jalanan" terdapat banyak momen mengharukan, perjuangan serta ketidakadilan, namun juga banyak terdapat humor yang mengikat, musik yang mudah diingat, keindahan hidup dan harapan.
Dilema dan konflik yang ada dalam film ini mewakili gambaran besar dari populasi urban di negara berkembang, khususnya 10 juta orang di Indonesia dan ratusan juta lainnya di seluruh Asia. Film itu berhasil memotret anak jalanan dan meningkatkan kesadaran akan kondisi dan perjuangan mereka. (Antara)
Berita Terkait
-
Film Semua Akan Baik-Baik Saja dan Lelahnya Jadi Dewasa yang Harus Kuat
-
Film Animasi Bong Joon Ho Ungkap Pengisi Suara Bertabur Bintang Hollywood
-
Yeon Sang Ho Garap Film Human Vapor, Proyek Korea-Jepang Baru dari Netflix
-
Film Horor The Shrine Tayang 17 Juni, Kim Jae Joong Tampil Sebagai Dukun
-
Menonton Pesta Babi di Sidrap: Tentang Literasi dan Larangan yang Ironis
Terpopuler
- Berapa Harga Sewa Pendopo Soimah? Ini Fasilitas Pendopo Tulungo
- 7 Lipstik Lokal Murah dan Awet, Transferproof Meski Dipakai Makan dan Minum
- 7 Cushion Anti Oksidasi untuk Usia 50 Tahun, Ringan di Wajah dan Bikin Tampak Lebih Muda
- 5 HP Android dengan Kualitas Kamera Setara iPhone 15
- Apakah Produk Viva Memiliki Sunscreen? Segini Harga dan Cara Pakainya
Pilihan
-
Keluar Kau Setan! Ricuh di Pertemuan Donald Trump dan Xi Jinping
-
Jauh di Bawah Tuntutan Jaksa, Eks Konsultan Kemendikbud Kasus Chromebook Hanya Divonis 4 Tahun
-
Tok! Eks Konsultan Kemendikbudristek Ibam Divonis 4 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook
-
Fenomena Tim Musafir Masih Hiasi Super League, Ketegasan PSSI dan I.League Dipertanyakan
-
Nyanyi Bareng Jakarta: Melodi Penenang bagi Jiwa yang Terpapar Debu Ibu Kota
Terkini
-
Video Franka Franklin Menangis Usai Nadiem Makarim Dituntut 18 Tahun Penjara Viral
-
Rujuk, Pinkan Mambo dan Arya Khan Akan Segera Resmikan Pernikahan di KUA
-
Alyssa Daguise Geram Ibu Melahirkan Normal Dikatai Pick Me: Emangnya Nggak Boleh Bangga?
-
BTS Hingga Madonna Siap Perform di Final Piala Dunia 2026, FIFA Siapkan Panggung Spektakuler
-
Sempat Diperingatkan Bakal Kehilangan Ciri Khas, Afgan Ungkap Alasan Lepas Kacamata
-
Viral Kepergok Main Game dan Merokok Saat Rapat, Anggota DPRD Jember Minta Maaf: Saya Khilaf
-
Ahmad Dhani Ogah Beri Ampun ke Lita Gading, Bukti Jurnal Internasional Akan Diserahkan ke Polisi
-
Kembali Buka Hati, Dahlia Poland Tampil Mesra dengan Rangga Azies
-
Afgan Nyaris Kehilangan Suara, Ungkap Perjuangan Sembuh dari Cedera Pita Suara
-
Nagita Slavina Ungkap Honor Pertama Jadi Artis, Dapat Rp4,5 Juta di Usia 13 Tahun