Ketua Umum Persatuan Artis Film Indonesia Gatot Bradjamusti [suara.com/Welly Hidayat]
Pengacara Elza Syarif mendampingi delapan anak yang diduga menjadi korban pelecehan seksual yang dilakukan mantan Ketua Persatuan Artis Film Indonesia Gatot Brajamusti untuk mengadu ke Komisi Perlindungan Anak Indonesia, hari ini. Elza menduga masih ada banyak anak yang diduga menjadi korban pencabulan.
"Sangat banyak, lebih dari 100. Kita baru sampaikan delapan, yang ke polisi kita satu orang, ada anak-anak yang belum siap ke kepolisian," ujar Elza di KPAI, Menteng, Jakarta, Selasa (13/9/2016).
Elza mengatakan delapan anak tersebut sekarang mengalami trauma luar biasa dan perlu segera ditangani secara psikologi.
"Kami datang juga mengadukan, karena anak anak ini mengalami trauma luar biasa dan perlu merehabilitasi dan menenangkan dirinya untuk kembali. Ini tidak sekedar hanya masalah hukum, tapi 70 persen ke psikolog anak-anak. Jadi kita perlu kerjasama. Inti masalahnya ada pengaruh penting narkoba itu di sabu-sabu," katanya.
Elza menyebut modus kasus ini adalah menjanjikan kepada anak-anak itu untuk diorbitkan menjadi artis.
"Untuk kepentingan karir di bidang seni. Si anak dijanjikan backing vokal, harus ada latihan kayak karantina begitu lah. Di dalam proses usia anak-anak kalau ditawari, pasti dia punya kebanggaan apalagi untuk pengembangan minat dan bakat. Akan tetapi pas di pedepokan terjadilah itu. Dengan berbagai argumen sehingga anak terperdaya," kata Elza.
Tak hanya itu, Gatot juga diadukan terkait dugaan pelanggaran hak anak dengan memaksa mereka menggunakan narkotika, seperti sabu.
"Ada beberapa ketentuan yang terlanggar, kalau berdasarkan penjelasan korban. Pemaksaan, tipu daya, terpapar narkotika, OD (overdosis), aborsi. Ada anak yang dilakukan pencabulan kemudian hamil kemudian aborsi. Dari kasus ini setidaknya ada empat ketentuan yang dilanggar," kata dia.
Agar kasus terang benderang, Elza mengimbau anak-anak yang pernah berurusan dengan Gatot untuk melaporkan ke KPAI atau polisi.
"Kami imbau masyarakat bisa mengadukan, karena kami ingin tahu dianya dengan GB. Saya jamin KPAI, kepolisian jamin identitas tidak akan diketahui publik," kata Elza.
Ketua KPAI Asrorun Niam Soleh mengatakan akan fokus dalam penanganan perlindungan kepada anak-anak itu.
"Pengaduan mengenai anak yang jadi korban kejahatan, proses penanganannya perlindungannya termasuk rehabilitasi," katanya.
Kasus ini, kata dia, bisa dijerat dengan Perppu yang mengatur hukuman kebiri kimia.
"Iya bisa (kebiri). Karena Undang-undang Perlindungan Anak diperbarui dengan adanya Perppu nomor 1 tahun 2006. Kedudukan Perppu itu setelah di tandatangani oleh presiden," kata dia.
Komentar
Berita Terkait
-
Mirip P Diddy, Ini Deretan Artis yang Terseret ke Kasus Gatot Brajamusti
-
Profil Gatot Brajamusti: Dijuluki P Diddy Indonesia, Reza Artamevia hingga Anak di Bawah Umur Jadi Korban
-
Kilas Balik Kasus Gatot Brajamusti, Kini Ramai Dimiripkan dengan Skandal P Diddy
-
Gatot Brajamusti Viral Dijuluki P Diddy Versi Lokal, Skandal Ibu Aaliyah Massaid Diungkit
-
Ritual Seks Gatot Brajamusti yang Pernah Diungkap Reza Artamevia, Kini Disamakan dengan Kasus P Diddy
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
Pilihan
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
Terkini
-
10 Sisi Terang dan Gelap Zodiak Cancer, Diklaim Jadi Zodiak Paling Banyak di Indonesia
-
Darurat Algoritma, Saat Anak Jadi Alat Promosi Vape di YouTube
-
Ketika Orang Hilang Tak Segera Dicari, Siapa yang Bertanggung Jawab?
-
Korban Selamat KM Mutiara Sentosa II Tiba di Surabaya
-
Berangkat Dari Kalimantan, Om Basri Siap Hadapi Penyidik Polda Sulsel
-
4 Shio yang Menarik Keberuntungan Hari Ini 5 Agustus 2026: Segalanya Berjalan Lancar
-
5 Alasan Kenapa Hotel Bersejarah Ini Bakal Jadi Spot Hits Terbaru di Bangkok
-
Mengenal Kecanggihan Honda NX500 Motor Crossover Terbaru Pengganti CB500X
-
Qatar Ungkap Kemajuan Negosiasi AS-Iran, Harga Minyak Dunia Anjlok 4 Persen
-
Mosi Tidak Percaya! Jajaran Wakasek dan Guru SMPN di Subang Mundur Massal