Putri Ayudya saat jumpa pers film Mengejar Embun Ke Eropa di Jakarta, Senin (3/10/2016). [suara.com/Ismail]
Aktris Putri Ayudya mengaku sulit perankan karakter Ani di film terbarunya berjudul Mengejar Embun Ke Eropa. Film ini akan tayang di bulan November 2016 mendatang.
Pasalnya, Putri harus bisa menjadi orang suku Muna, salah satu suku yang mendiami Pulau Muna, Sulawesi Tenggara.
Perempuan yang mengawali karier sebagai presenter petualangan di alam itu baru mempelajari bahasa dan dialek orang Muna. Sebelumnya, ia tak pernah tahu orang Muna.
"Iya banget, cara ngucapin cara ayunanannya beda sekali. Di sana ada Suku Tolaki. Saya lebih mempelajari bahasa Muna," kata Putri saat jumpa pers Mengejar Embun Ke Eropa di kawasan Senayan, Jakarta Pusat, Senin (3/10/2016).
Bintang film Guru Bangsa: Tjokroaminoto itu menilai ada perbedaan dialek orang Muna dan Tolaki. "Saya kira yang oke dari Muna ini cengkoknya agak ngayun, itu yang saya ingat."
Artis yang mendirikan Teater Psikologi saat kuliah di Fakultas Psikologi Universitas Indonesia ini merasa beruntung bisa mempelajari langsung bagaimana dialek suku Muna.
Dia berbaur dengan penduduk setempat dan menjalin komunikasi langsung selama berada di sana.
"Jadi malam-malam kita ngumpul dan saya diceburin sama mereka ngobrol sama mereka. Karena saya tipe orang yang memang harus diceburin langsung, biar langsung bisa," kenangnya.
Mengejar Embun Ke Eropa mengangkat kisah perjalanan orang Muna, yakni Puro dan Ani, dua tokoh di film ini, sangat sulit kesulitan menenukan air sehingga berharap dari embun pagi untuk bisa mandi dan pergi ke sekolah.
Di balik kesulitan itu, Puro berhasil pergi ke Eropa dan berhasil menjadi seorang dosen negeri di ibu kota Sulawesi Tenggara, Kendari.
Tag
Komentar
Berita Terkait
-
Fergie Brittany Totalitas, Pakai Belatung Asli dan 10 Topeng untuk Film Ain
-
Film Kafir: Gerbang Sukma, Kembalinya Karma yang Datang Menagih Nyawa!
-
Setelah 8 Tahun, Sekuel Film Kafir: Gerbang Sukma Siap Tayang 29 Januari 2026
-
Sinopsis dan Pemeran Film Kuyang: Sekutu Iblis yang Selalu Mengintai
-
Pakai Prostetik di Film Tumbal Kanjeng Iblis, Putri Ayudya Bikin Orang Lain Istighfar
Terpopuler
- 5 Shio yang Menarik Keberuntungan 28 Juni 2026, Hari Penuh Hoki dan Kesempatan
- 4 Sepatu Kanky Terlaris di Shopee, Nyaman Dipakai Seharian Sesuai Review Pembeli
- HBL Mantiri Dikukuhkan jadi Ketua BPP PPAD Gantikan Try Sutrisno
- 5 Motor Teririt untuk Buruh dan Pelajar, Dompet Tetap Aman Meski Pakai Pertamax
- 10 Promo Sepatu Lari di Sports Station: Adidas, Reebok, dan New Balance Mulai Rp299 Ribuan
Pilihan
-
Takut PHK, Prabowo Putuskan Harga LNG untuk Industri USD 13/MMBTU
-
Sejarah! Timnas Voli Indonesia Kalahkan Korsel dan Juara AVC Mens Volleyball Cup 2026
-
Bumi Berguncang! Gempa 6,2 M Hantam Afghanistan, Getaran Terasa Hingga India
-
Perang Meletus Lagi! Iran Hantam Basis AS di Teluk, Gencatan Senjata Runtuh
-
Pelatih Timnas Iran Desak Infantino Tegas Terhadap AS: Perlakuan Mereka Buruk!
Terkini
-
Sineas Muda Soroti Akses Layar Bioskop, Menekraf Janji Perkuat Ekosistem Film Nasional
-
GJF International 2026: Menikmati Musik Jazz Berasa di Eropa
-
Pulang Kampung Setelah Sukses Go Internasional, Icha Yang Disambut Meriah di Jember
-
Pendidikan Mufli Budi Ananda, Asisten Raffi Ahmad Kini Jadi Komisaris
-
Dari Tulus hingga Hindia, Sunset di Kebun Tawarkan Pengalaman Festival Musik di Tengah Ruang Hijau
-
Andai Waktu Bisa Diulang Kembali: Dilema Davina Karamoy Antara Cinta dan Kehormatan
-
Hadirkan Jirayut, Film Cek Khodam Padukan Unsur Mistis Lokal dan Komedi Khas Thailand
-
Gedebage Jazz Festival Naik Kelas, Evolusi Menuju Panggung Dunia
-
Lagu Baru Luqman Podolski 'Ayah' Ungkap Sisi Kelam Hubungan Keluarga yang Jarang Dibicarakan
-
Bukan Algoritma, Ini Sosok 'Pemain Baru' di Balik Lagu Viral TikTok yang Perlu Kamu Tahu