T: Saya kepo dan selalu nanya istilah ini apa, itu apa, lalu saya sebarkan ke teman-teman yang enggak paham. Soalnya kebencian itu lahir dari ketidakpahaman kita. Its all about love.
S: Ada hambatan tidak saat riset?
T: Ya, pas aku belajar memang harus ada yang aku hancurkan ini itu. Tapi ya, semua agama punya itu dan kita semua ciptaan Tuhan, ya sudah enggak ada bedanya.
Tinggal bagaimana orang menjalankan hidupnya gitu, Its all about kasih.
S: Bid'ah cinta pengalaman pertama kali main film religi?
T: Kalau yang benar-benar religius baru sekali ini. Sebelumnya, (film) "Wa'alaikumussalam Paris" juga pernah tapi enggak sedalam ini sih pengertian agamanya.
Dan, yang ini lebih dalam, aku lebih bisa banyak belajar Islam di sini.
S: Ada pihak yang mempertanyakan keputusan Anda?
T: Kalau mempertanyakan sih banyak, ngasih tahu untuk hati-hati.
S: Siapa yang memperingatkan itu?
T: Dari teman-teman, dari sesama aktor, lalu dari produser juga. Memang peran yang kita lakoni kadang-kadang mempengaruhi (kehidupan nyata) karena enggak semua orang pintar di luar sana.
Ada yang berpikir itu (karakter) diri kita, yang mana, ya sudahlah itu risiko aku sebagai aktor.
Kalau mereka semakin mempercayai aku (melakonkan karakter ini) berarti kan sukses, he-he-he. Tapi ya tugas aku untuk proses berikutnya adalah harus bisa mengubah pola pikir mereka, tapi itu (keraguan orang-orang) enggak terlalu aku hiraukan.
S: Masih tertarik main film seperti ini?
T: Kalau aku sih, enggak terlalu mikirin soal karakter. Aku lebih lihat sutradaranya siapa, karena aku enggak pernah belajar jadi aktor yang properly trained.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Berapa Harga Sewa Pendopo Soimah? Ini Fasilitas Pendopo Tulungo
- 7 Lipstik Lokal Murah dan Awet, Transferproof Meski Dipakai Makan dan Minum
- 7 Cushion Anti Oksidasi untuk Usia 50 Tahun, Ringan di Wajah dan Bikin Tampak Lebih Muda
- 5 HP Android dengan Kualitas Kamera Setara iPhone 15
- Apakah Produk Viva Memiliki Sunscreen? Segini Harga dan Cara Pakainya
Pilihan
-
Jauh di Bawah Tuntutan Jaksa, Eks Konsultan Kemendikbud Kasus Chromebook Hanya Divonis 4 Tahun
-
Tok! Eks Konsultan Kemendikbudristek Ibam Divonis 4 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook
-
Fenomena Tim Musafir Masih Hiasi Super League, Ketegasan PSSI dan I.League Dipertanyakan
-
Nyanyi Bareng Jakarta: Melodi Penenang bagi Jiwa yang Terpapar Debu Ibu Kota
-
Salah Satu Korban Dikunci dari Luar, Dengar Kiai Ashari Lakukan Aksi Bejat di Kamar Sebelah
Terkini
-
Viral Kepergok Main Game dan Merokok Saat Rapat, Anggota DPRD Jember Minta Maaf: Saya Khilaf
-
Ahmad Dhani Ogah Beri Ampun ke Lita Gading, Bukti Jurnal Internasional Akan Diserahkan ke Polisi
-
Kembali Buka Hati, Dahlia Poland Tampil Mesra dengan Rangga Azies
-
Afgan Nyaris Kehilangan Suara, Ungkap Perjuangan Sembuh dari Cedera Pita Suara
-
Nagita Slavina Ungkap Honor Pertama Jadi Artis, Dapat Rp4,5 Juta di Usia 13 Tahun
-
Kiesha Alvaro Ingin Kuliah Fikih di Mesir, Rela Ambil 7 Film Demi Nafkah Keluarga Terjamin
-
Final LCC Empat Pilar MPR RI Kalbar Diulang, Netizen Minta Poin Kontroversial Dianulir
-
Cerdas Cermat MPR Disebut Rekonstruksi Adegan Laskar Pelangi, Bedanya Juri di Film Bersikap Kesatria
-
Bantah Sengaja Cueki Syifa Hadju, Ahmad Dhani: Namanya Manusia Tempatnya Lupa
-
Pinkan Mambo dan Arya Khan Rujuk: Cinta Kami di Luar Batas