Entertainment / Gosip
Rabu, 13 Mei 2026 | 22:00 WIB
Kegaduhan lomba cerdas cermat MPR disebut rekonstruksi adegan film Laskar Pelangi [YouTube/MPRGOID]
Baca 10 detik
  • Insiden LCC Kalbar disebut sebagai rekonstruksi adegan film Laskar Pelangi, namun dengan juri dunia nyata yang dinilai tidak memiliki jiwa kesatria.
  • Publik menyoroti perbedaan nasib yang drastis, di mana satu tim mendapat pengurangan poin sementara tim lain mendapat nilai meski memberikan jawaban yang sama.
  • Berbeda dengan juri di film yang berani mengakui kekeliruan, juri LCC MPR dikritik karena lebih memilih menyalahkan artikulasi peserta daripada mengakui kesalahan pendengaran.

Suara.com - Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI tingkat Provinsi Kalimantan Barat memantik kemarahan publik karena keputusan juri yang dinilai berat sebelah dan arogan.

Menariknya, netizen teringat akan salah satu adegan ikonik dalam film legendaris Laskar Pelangi.

Akun X @P3gEl menyebut bahwa insiden di Pontianak ini adalah "rekonstruksi adegan Laskar Pelangi" di dunia nyata.

Namun, ada satu perbedaan mencolok yang membuat publik geram, yakni sikap kesatria dewan juri.

Jika di film juri berani mengakui kekeliruan, di kehidupan nyata, ego juri dianggap terlalu besar untuk sekadar berkata "maaf".

"Ini mah juri Cerdas Cermat MPR lagi main rekonstruksi adegan Laskar Pelangi ya? Di filmnya Bu Guru bilang: 'Maaf, ternyata jawabannya benar.' Di real life: 'Minus lima! Artikulasi tidak jelas! Dengar baik-baik!' Sama jawaban, beda nasib. Satu tim dapet +10, satu tim dapet -5. Cerdasnya peserta, cermatnya... entah ke mana," tulisnya dalam cuitan yang viral tersebut, dikutip Rabu, 13 Mei 2026.

Poin utama yang disoroti adalah integritas. Dalam film Laskar Pelangi, meskipun awalnya ragu, juri akhirnya bersikap rendah hati dan mengakui kesalahan setelah dikonfrontasi dengan fakta.

Sementara dalam kasus LCC MPR ini, juri dianggap lebih memilih menyalahkan "artikulasi" peserta ketimbang mengakui ketidaktelitian pendengaran mereka sendiri.

"Juri MPR emang beda level, bro. Kalo di Laskar Pelangi juri akhirnya ngaku salah, ini mah ngotot sampe viral dulu baru klarifikasi. Laskar Pelangi cuma film, ini drama beneran. Oscar buat juri terbaik dong!" lanjut akun @P3gEl dengan nada sarkas.

Baca Juga: Saat Kebenaran Dikalahkan Artikulasi: Luka Nalar dalam LCC 4 Pilar MPR RI

Awal Kegaduhan

Ketegangan bermula pada sesi rebutan yang sangat menentukan. Juri melontarkan pertanyaan krusial mengenai mekanisme pemilihan anggota Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

Regu C dari SMAN 1 Pontianak dengan sigap menekan bel dan memberikan jawaban yang sangat komprehensif.

"Anggota Badan Pemeriksa Keuangan dipilih oleh Dewan Perwakilan Rakyat dengan memperhatikan pertimbangan Dewan Perwakilan Daerah dan diresmikan oleh Presiden," tegas perwakilan Regu C.

Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar MPR RI 2026 (Bidik layar YouTube/MPRGOID)

Secara aturan konstitusi, jawaban tersebut sudah sangat tepat. Namun, secara mengejutkan, juri justru menyatakan jawaban itu salah dan memberikan nilai minus 5 kepada SMAN 1 Pontianak.

Juri beralasan perwakilan Regu C tidak menyebutkan frasa "pertimbangan DPD".

Load More