Suara.com - Keluarga Ridho Rhoma sempat keberatan dengan pemindahan tahanan dari RSKO ke Rumah Tahanan Salemba oleh Kejaksaan Negeri Jakarta Barat. Padahal dalam rehabilitasi juga disetujui oleh pihak Kejaksaan.
Menurut Kasi Intel Kejari Jakarta Barat, Teguh Ananto, pertimbangan Kejaksaan adalah untuk peradilan cepat, sederhana dan biaya ringan. Ia mengatakan kalau saat ini ada keterbatasan personel apabila Ridho masih berada di RSKO, Cibubur, Jakarta Timur.
"Karena kami keterbatasan personel untuk menjemput apabila yang bersangkutan tetap di RSKO, sedangkan sidang kan tiap minggu. Tiap hari sidang di PN Jakbar itu hampir 100 lebih. Sedangkan personel kami kurang banyak," kata Teguh saat dihubungi pewarta, Kamis (15/6/2017) malam.
Ia juga menyalahkan kuasa hukum yang tak sigap mengajukan permohonan sejak penyerahan berkas tahap 2 alias P21. Seandainya saja ada permohonan, bisa saja ada perubahan kebijakan lain.
"Dan ketika sudah ditanda tangani oleh pimpinan bahwa dilakukan penahanan di Rutan Salemba baru ada permohonan. Tapi sore. Itupun ditulis penasehat hukumnya dengan tangan. Tidak serius lah kalau menurut kami," jelas Teguh.
Sebenarnya, kata Teguh, bisa dikoordinasikan jika saja kuasa hukum Ridho jauh-jauh hari mengajukan permohonan. Akan ada koordinasi saat sidang, apakah pihak keluarga atau siapa mau membawanya ke Pengadilan.
"Nanti ada koordinasi saat sidang apakah pihak keluarga atau siapa bisa membawa Ridho ke pengadilan. Karena kalau pihak kami yang harus menjemput ke sana terlalu jauh dengan keterbatasan personel," ucapnya lagi.
Berita Terkait
Terpopuler
- Penjelasan Polda Sulsel Terkait Kabar Penangkapan Basri Kajang
- 5 HP Murah Kamera Bagus Sesuai Review untuk Foto dan Video, Mulai Rp1 Jutaan
- 3 Parfum Mykonos Paling Wangi dengan Aroma Clean dan Tahan Lama Menurut Review Pembeli
- 6 Sepatu Jalan Terbaik yang Nyaman Dipakai Lari dari Brand Luar dan Lokal
- Di Mana Tempat Beli Sepatu Asics Ori di Indonesia? Ini 5 Rekomendasi Toko Tepercaya
Pilihan
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
-
Banggar DPR Dorong Sinkronisasi Belanja Pusat dan Daerah untuk Percepat Pembangunan Jawa Timur
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
Terkini
-
Digaji Rakyat tapi Maling, Birokrat dan BUMN Nakal Siap-siap Kena Sikat
-
Rumah Sentul Jadi Materi Pemeriksaan, Febrie Klaim Sudah Dihibahkan ke Anaknya
-
Usai Diperiksa sebagai Tersangka, Febrie Adriansyah Tak Ditahan
-
Prabowo Pasang Badan untuk Petani, Minta Pengkritik Harga Beras Tanam Padi Sendiri
-
Hotman Paris: Rumah Sentul Milik Eks Jampidsus Febrie Adriansyah, Tapi Isinya Milik Orang Lain
-
Didampingi Hotman Paris, Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Lolos dari Penahanan Usai Diperiksa 10 Jam
-
Dosen UGM Diancam Sebar Data Pribadi hingga Dilacak Lewat Google Maps Usai Kritik Menteri PU
-
Hadiri Rakorwil PSI Bengkulu, Kaesang Pangarep: Masa Gajah Kalah dari yang Lain?
-
Balita Tewas Diduga Dianiaya Ibu Tiri, Kemen PPPA Usul Asesmen Pengasuhan Sebelum Menikah
-
Terekam CCTV dan Viral di Medsos, Remaja Pengancam Pakai Golok di Citeureup Diringkus Polisi