- Ibu kandung Nizam Syafei meminta perlindungan LPSK karena mendapatkan ancaman via WhatsApp dan telepon.
- Tekanan mental memicu depresi dan memperburuk kesehatan fisik (GERD) korban.
- Pihak berwenang tengah melakukan asesmen medis dan psikologis untuk menentukan opsi perlindungan seperti safe house.
Suara.com - Kasus kematian Nizam Syafei, bocah di Sukabumi, Jawa Barat, diduga karena disiksa ibu tiri, TR, terus bergulir.
Ibu kandung Nizam, Lisnawati baru saja mendatangi Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK). Ia datang untuk memohon perlindungan setelah menjadi sasaran berbagai teror dan ancaman.
Wakil Ketua LPSK, Sri Suparyati, mengungkapkan bahwa intensitas gangguan yang dialami Lisnawati telah sangat mengusik ketenangannya.
"Ibu Lisna mengalami banyak ancaman-ancaman, baik secara apa, WhatsApp, telepon, beberapa orang yang selalu menghubungi," kata Sri Suparyati di kantor LPSK, Ciracas, Jakarta Timur pada Jumat, 27 Februari 2026.
Intimidasi tersebut diduga kuat bertujuan agar Lisnawati berhenti menyuarakan keadilan atas kasus kematian tragis anaknya yang melibatkan TR. Akibat tekanan mental yang bertubi-tubi, kondisi psikis Lisnawati kini terguncang hingga membutuhkan pendampingan khusus.
"Dari sisi yang tadi terlihat kalau bu Lisna itu sedikit depresi gitu ya. Sehingga kami kemudian mengajukan asesmen psikologisnya," ujar Sri Suparyati.
Tak hanya kesehatan mental, kondisi fisik Lisnawati pun ikut merosot tajam. Beban pikiran terkait proses hukum yang sedang berjalan berdampak buruk pada kesehatan tubuhnya.
"Tadi itu Bu Lisna mengeluh dia juga punya gerd gitu ya dia juga punya apa ada sakit yang lain," tutur Sri lagi.
Saat ini, LPSK tengah melakukan serangkaian pemeriksaan mendalam terhadap Lisnawati guna menentukan langkah proteksi yang paling tepat.
Baca Juga: Diteror Usai Bongkar Kematian Anak, Ibu Kandung NS di Sukabumi Minta Perlindungan LPSK
"Iya masih dilakukan asesmen, asesmen medis, asesmen psikologis dan juga lagi juga asesmen yang berkaitan dengan ancaman tersebut," jelas Sri Suparyati.
Pihak lembaga telah menyiapkan berbagai opsi perlindungan bagi saksi dan korban, mulai dari pengawalan melekat hingga penyediaan rumah aman (safe house).
"Sebenarnya LPSK itu kan punya beberapa program perlindungan. Diantaranya kan perlindungan fisik, perlindungan fisik yang sendiri juga kami ada turunannya," tutup Sri Suparyati.
Meski demikian, bentuk perlindungan spesifik yang akan diberikan kepada ibu lima anak tersebut masih menunggu hasil asesmen menyeluruh dari tim ahli LPSK.
Sementara itu, TR telah ditetapkan menjadi tersangka. Ia diduga menyiksa Nizam selama bertahun-tahun hingga akhirnya meninggal dunia.
Berita Terkait
-
Review Novel Octopus Moon: Kisah Menyentuh tentang Depresi pada Anak
-
Depresi Sejak Usia Muda ke Panggung Piala Dunia 2026: Kisah Kelam Striker Brasil Igor Thiago
-
Meromantisasi Sabar Tanpa Batas Adalah Cara Halus Membuat Ibu Depresi
-
Self-Love dan Depresi dalam Novel 'Matahari Pun Terluka'
-
Dari Novel ke Layar Lebar, Seporsi Mie Ayam Sebelum Mati Bawa Pesan Penting soal Kesehatan Mental
Terpopuler
- LHKPN Tembus Rp7,2 Miliar, Kendaraan Plt Jampidsus Rudi Margono Cuma Motor Honda Seharga Rp5 Juta
- HP Murah Tapi Bagus HP Apa? Ini 9 Rekomendasi Terbaik Mulai Rp1 Jutaan
- 5 Sepatu Kanky Warna Putih Mulai Rp160 Ribuan, Nyaman dan Stylish
- 5 HP Murah dengan NFC Harga Rp1 Jutaan untuk Multitasking dan Transaksi Cashless Lancar
- Tan Kian Orang Terkaya ke Berapa di Indonesia?
Pilihan
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
-
Ada Ancaman Teror Bom, Seluruh Siswa dan Guru SDN 15 Srengseh Sawah Dipulangkan
-
Hari Pertama Sekolah Mencekam! SDN Srengseng Sawah 15 Diteror Bom, Gegana dan Densus 88 Turun Tangan
-
Iran Luncurkan Serangan Balasan ke Amerika, Serbuan Drone Meluncur
Terkini
-
Gandeng Musisi Lintas Negara, Bella Fawzi Rilis Lagu 'Our Power' demi Palestina
-
Nadine Kei Inara Buktikan Logika Data Science dan Jiwa Seni Bisa Berjalan Beriringan
-
Soundrenaline Sana Sini 2026 Siap Guncang Blok M, Ada Last Dinosaurs hingga Sal Priadi
-
Di Balik Tawa Temon Templar: Sosok Ayah Bertanggung Jawab dan Jenius Lulusan UI
-
Bukan Sekadar Akting, Titi Kamal Ternyata Punya Hobi Berburu Hantu di Lokasi Angker
-
Totalitas Tanpa Batas! Jirayut Rela Tubuh Biru-biru Hingga Leher 'Geser' Demi Film Cek Khodam
-
Rawat Ibu Sendiri hingga Napas Terakhir, Vega Darwanti Ungkap Momen Haru saat Ibunda Berpulang
-
Jelang Konser 40 Tahun, Kahitna Ajak 40 Pelari Bernostalgia di CFD Jakarta
-
Tawa Terakhir Temon sebelum Berpulang: Sempat Bercanda, Lalu Mengeluh Sakit Dada
-
Tak Bisa Dampingi Kepergian Temon, Abdel Achrian Titipkan Keluarga untuk Melayat