Suara.com - Asosiasi Pengusaha Muda Indonesia atau PIM melaporkan artis Nikita Mirzani ke Komisi Penyiaran Indonesia (KPI).
Laporan dilakukan atas dugaan ujaran penghinaan terhadap Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo, melalui akun @nikitamirzan di Twitter.
"Kami barusan serahkan pengantar surat ke komisioner ke pihak KPI, KPI menerima, dan kami juga sempat berbincang apa yang kita sampaikan," kata ketua umum PIM, Sam Aliano di Komisi Penyiaran Indonesia, Jalan Gajah Mada No. 8, Jakarta Pusat, Jumat (6/10/2017).
Sam lalu menuduh Nikita Mirzani menyebarkan kebencian terhadap TNI dan Jenderal Gatot Nurmantyo.
"Di mana itu disebut dalam film G30 S/PKI seharusnya jendral Gatot masuk ke dalam lubang buaya tersebut," kata dia.
Sam beraharap dengan laporannya ke KPI bisa mencegah Nikita tampil di televisi. Menurutnya, tulisan yang dia tuding dibuat oleh Nikita Mirzani itu bisa memecah belah bangsa.
"Kami kecewa, kami tidak menerima, Itu sangat keterlaluan apa yang terjadi lewat di akun Twiternya," jelasnya.
Nikita Mirzani sendiri telah mengklarifikasi melalui jumpa pers di Kemang, Jakarta Selatan, pada Rabu (4/10) soal cuitan di akun @nikitamirzan.
Nikita melakukan pembelaan bahwa dirinya tak paham dengan aplikasi Twitter. Namun, ia mengaku punya akun Instagram, Twitter dan Facebook.
Baca Juga: Nikita Mirzani: Ya Allah Jaga Saya...
"Tapi, itu semua ke konek sama Instagram," kata Nikita.
Tonton video Nikita dilaporkan ke KPI:
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Bedak Lokal yang Awet untuk Kondangan, Tahan Hingga Belasan Jam
- 7 Cushion Anti Oksidasi untuk Usia 50 Tahun, Ringan di Wajah dan Bikin Tampak Lebih Muda
- Awal Keberuntungan Baru, 4 Shio Ini Akhirnya Bebas dari Masa Sulit pada 11 Mei 2026
- Berapa Harga Sewa Pendopo Soimah? Ini Fasilitas Pendopo Tulungo
- Lipstik Merek Apa yang Mengandung SPF? Ini 5 Produk untuk Atasi Bibir Hitam dan Kering
Pilihan
-
Jauh di Bawah Tuntutan Jaksa, Eks Konsultan Kemendikbud Kasus Chromebook Hanya Divonis 4 Tahun
-
Tok! Eks Konsultan Kemendikbudristek Ibam Divonis 4 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook
-
Fenomena Tim Musafir Masih Hiasi Super League, Ketegasan PSSI dan I.League Dipertanyakan
-
Nyanyi Bareng Jakarta: Melodi Penenang bagi Jiwa yang Terpapar Debu Ibu Kota
-
Salah Satu Korban Dikunci dari Luar, Dengar Kiai Ashari Lakukan Aksi Bejat di Kamar Sebelah
Terkini
-
Sinopsis Film Fuze, Sajikan Thriller Aksi dengan Plot Bom dan Perampokan Rumit
-
MC Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar MPR RI Kalbar Minta Maaf Usai Videonya Viral
-
Film Kamu Harus Mati Siap Hantui Bioskop, Hadirkan Teror Gaib yang Menguji Persahabatan
-
Aldi Taher Mohon Doa, Sang Ayah Dilarikan ke Rumah Sakit Akibat Usus Buntu
-
Bikin Syok! Anggaran Bingkai Foto Prabowo dan Gibran Untuk Sekolah Rakyat Tembus Rp4,14 Miliar
-
Bukan Sekadar Pura-Pura Kuat, Sembilan Tera Ajak Pendengar 'Jujur pada Luka' lewat EP Perdana
-
Spin-Off Money Heist Hadir di Netflix, Berlin Pimpin Aksi Perampokan Baru di Seville
-
Profil Achmad Syahri As Siddiqi, Anggota DPRD Termuda yang Merokok dan Main Game di Tengah Rapat
-
Buronan Kasus Pelecehan Seksual Syekh Ahmad Al Misry Akhirnya Ditangkap di Mesir
-
Bene Dion Akhirnya Ibadah di Gereja Lagi, Berkat Diajak Suster dengan Cara 'Agak Laen'