Entertainment / Music
Selasa, 16 Januari 2018 | 14:34 WIB
Dolores O'Riordan, vokalis The Cranberries yang meninggal pada Senin, 15 Januari 2018. [TIZIANA FABI/AFP]

Dolores sejak berusia dewasa dan merintis karier sebagai penyanyi, sudah menderita anoreksia dan depresi. Ia mengakui, kedua penyakit itu dideritanya karena menjadi korban pelecehan seksual saat kecil.

Ia menuturkan, kisah kelam kehidupan masa kecilnya saat melakoni wawancara dengan Irish Independent, tahun 2013 silam.

"Aku sudah merasakan pelecehan seksual ketika berusia 8 tahun dan berlanjut hingga umur 12 tahun," tuturnya.

Ia mengungkapkan, dirinya dan keluarga pindah ke lingkungan perumahan yang sibuk sejak berusia 7 tahun.

"Ibuku menjadi tulang punggung dengan bekerja untuk membayar semua tagihan. Ayahku tak mampu hidup dalam dunia berkesadaran," imbuhnya.

Sang ayah benar-benar tak bisa melakukan apa pun untuk keluarganya, karena mengalami kerusakan otak permanen setelah terlibat kecelakaan.

Dolores tak mau mengungkap siapa pelaku pelecehan seksual terhadapnya. Namun, ia secara jujur mengakui apa saja pelecehan yang menimpanya.

"Dia (pelaku) memaksaku masturbasi saat berusia 8 tahun. Selama empat tahun sejak kali pertama dilecehkan, aku menerima banyak penderitaan dan tak bisa melawan. Aku hanyalah anak kecil saat itu," tuturnya.

Dolores menjelaskan, pelecehan seksual mengakibatkan dia menjadi anoreksia. Sebab, ia terjebak pada pikiran untuk terus membenci dirinya sendiri yang "kotor".

"Ketika masih kecil, maka Anda akan berpikir semua itu adalah kesalahan Anda sendiri. Itulah yang kurasakan pada awalnya. Aku mengubur semua peristiwa itu dalam-dalam karena malu. Aku berpikir 'ya Tuhan, betapa mengerikan dan menjijikkannya aku'. Karena beban pikiran itulah aku tak mau makan dan menderita anoreksia," terangnya.

Ketika mulai terkenal sebagai vokalis The Cranberries pada usia 18 tahun, Dolores berharap bakal bangkit dari keterpurukan. Tapi, Dolores salah mengira.

"Anda memiliki kebencian diri yang mengerikan ini. Dan kemudian aku menjadi terkenal saat berusia 18 tahun dan karier mengambil alih seluruh kehidupanku. Itu bahkan lebih sulit lagi. Jadi aku mengembangkan anoreksia. "

Ketika anoreksia menguasai dirinya, Dolores mengatakan ia seringkali melakukan "charade" (bersandiwara dengan diri sendiri) yang tanpa disadarinya berujung pada depresi.

"Ketika aku mencari di internet mengenai anoreksia dan memelajarinya, aku menemukan bahwa ini adalah patologi umum yang berkembang di kemudian hari. Jadi aku memakai permainan (charade) ini, wajah yang sempurna ini. Saya menderita anoreksia, depresi, gangguan. "

Dolores juga didiagnosis mengidap gangguan bipolar pada tahun 2016, menyusul pertengkaran pada sebuah penerbangan transatlantik dua tahun sebelumnya. Di dalam pesawat, ia meludahi petugas kepolisian.

Meski mampu terhindar dari hukuman pidana karena pertengkaran di dalam pesawat itu, ia didenda 6.000 Poundsterling.

Kegelapan yang Manis

Sebuah petaka tapi juga anugerah, itulah yang terjadi pada Dolores saat bergumul dengan depresi dan kecenderungan bipolarnya.

Sebagai persona, ia meluapkan semua hal tersebut dalam karakter vokal yang "gelap" sekaligus "manis", dan lirik-lirik tak biasa.

Ketika emosinya dikuasai amarah depresif, Dolores mampu menampilkannya melalui raungan bersamaan kebisingan pedal distorsi: ”Zombie”; ”Yeat's Grave”; dan, ”Daffodil Lament”, menjadi tiga lagunya yang mampu menggambarkan situasi tersebut.

Lirik lagu ”The Icicle Melts" juga secara eksplisit menggambarkan kemuraman masa kecilnya. Simak bait-bait yang menggambarkan ”kematian seorang bayi” dan ”tangisan seorang ibu” di dalam lagu tersebut.

Ritme manis pembuka lagu "Ode to My Family" dan juga vibran soprano Dolores pada "Ridiculous Thoughts" juga menggambarkan pengharapannya terhadap sebuah cinta Platonis, yakni rasa kasih yang seharusnya tanpa pamrih.

Sementara kemarahan Dolores terhadap pelecehan seksual terhadap anak, narkoba, aborsi, dan bunuh diri, terekam jelas dalam album solisnya "Are You Listening?" (2007).

"Dia bisa membuat kegelapan terdengar sangat manis, tapi kegetirannya tetap terasa pahit, seperti zombie," kenang Rob. 

Load More