Aku kan selama ini lomba masih lawan perempuan ya. Dan aku lumayan sering menang di bagian ladies ya dan gue bosan. Makanya masih semangat nih buat ikut lomba. Pengennya sih lombanya ngalahin yang laki-laki. Tapi itu susah banget. Masih jauh, masih banyak perlu latihan.
Pencapaian lain di olahraga menembak apa?
Sekarang gue udah anggota IPSC (International Practical Shooting Confederation), gue udah lulus IPSC gue udah penataran. Udah official jadi petembak.
Manfaatnya apa jadi anggota itu?
Gue jadi bisa bawa senjata untuk ditaro di gudang, cuman gue udah dianggap aman untuk memegang senjata. Gue udah ikut pertandingan akhirnya gue pertandingannya udah sampai luar negeri, itungannya udah internasional. Itu manfaat jadi anggota IPSC.
Sudah punya lisensi buat punya senjata?
Lisensi aku udah ada untuk mempunyai senjata sendiri tapi aku belum punya senjata sendiri. Aku sesantai itu, nggak terlalu mikirin. Karena aku merasa aku perempuan. Jadi nggak usah terlalu kayak bapak-bapak yang di sana. Mereka mereka itu. Hahaha.
Nanti jika sudah punya senjata api mau dibawa ke mana-mana?
Lisensi aku hanya untuk mempunyai senjata tapi ditaruhnya di gudang bukan buat ditenteng-tenteng.
Baca Juga: Nadine Chandrawinata - Dimas Anggara Ternyata Menikah di Bhutan
Tapi untuk bawa sendiri biasanya itu harus punya surat khusus lagi dan semua itu membutuhkan biaya yang super mahal. Jadi untuk punya dan bawa sendiri itu prosesnya panjang dan biayanya mahal jadi nggak segampang itu mempunyai senjata. Jadi aku belum sanggup.
Jenis senjata apa yang paling kamu idamkan?
Glock aja si. Soalnya itu ikonik banget. Kalau buat anak sekarang ibarat sepatu vans atau converse, karena itu klasik.
Kalau lagi latihan biasanya pakai jenis yang mana?
Pakai pistol, laras panjang. Rifle yang 9 mili. Kalau rifle, 556 pelurunya. Kalau Rifle aku masih pinjem juga sih.
Kamu nggak risih saat latihan? Bukannya lebih banyak laki-laki ya?
Justru gue princes banget di lapangan. Risih sih nggak. Karena kan gue pakai sepatu menembak. Karena kan panas jadi gue menggunakan celana panjang. Intinya gaya gue nembak sama kayak gaya gue sehari hari.
Berita Terkait
-
Krisis Air Bersih! Warga Cilegon Jalan Kaki Demi Setetes Air
-
Lindungi Kulitmu, Ini 5 Skincare Penyelamat saat Cuaca Panas Ekstrem
-
Stop Monetizing Your Hobby: Mengapa Hidup Tidak Selalu Tentang Produktivitas
-
Lelaki Adalah Anak-anak Berbadan Besar: Mengapa Layangan Jadi Alibi Utama Bapak-Bapak?
-
Honda Monkey Terbaru Tampil Makin Ikonik dengan Penyegaran Warna dan Desain Jok Klasik
Terpopuler
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- Persib dan Persija Dikabarkan Tak Lolos IPO di Bursa Efek Indonesia
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- John Herdman Coret 27 Pemain Jelang Timnas Indonesia vs Kamboja di Piala AFF 2026
- 7 Sepeda Terbaik untuk Pemula Mulai Rp1 Jutaan: dari Hybrid, Lipat hingga City Bike
Pilihan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
-
Sudaryono Jabat Kepala BGN, Sudah Diworo-woro Istana Sejak Selasa Malam
-
Sudaryono, Mantan Ajudan Prabowo Akan Gantikan Nanik Jadi Kepala BGN
-
Nanik Mundur dari Kepala BGN, Ini Alasannya
-
Nanik S Deyang Mundur dari Kepala BGN, Prabowo Minta Tetap Awasi MBG
Terkini
-
Foto Terakhir di KM Nurul Salsa: Kakek 80 Tahun Rela Melepas Pelampung Demi Sang Cucu
-
Situ Ciburuy Mulai Mengering, Daratan Muncul di Tengah Danau
-
Surya Paloh Titip Masa Depan Indonesia ke Anak Muda: Tak Bisa Lagi Berharap pada Generasi Tua
-
Sempat Kabur ke Depok, Begal Driver Lalamove di Gunung Masigit Akhirnya Diringkus Polisi
-
Polresta Solo Amankan Dua Pemuda Bawa Clurit di Jebres, Ini Kronologinya
-
Pofesi HR Kini Tak Hanya Urus Administrasi, Tapi Juga Menuju Mitra Strategis Bisnis
-
Waketum PSSI Ratu Tisha Kenalkan Liga Universitas Coca-Cola di Forum PBB
-
Liburan ke Bali Sambil Nonton Festival Musik, Ini Deretan Destinasi Seru di Bali Selatan
-
Prananda Paloh Resmi Pimpin Garda Pemuda NasDem, Surya Paloh Beri Pesan Menyentuh
-
Mengapa Banyak Proyek AI di Perusahaan Indonesia Mandek? Ternyata Bukan Salah Teknologinya