Suara.com - Pedangdut Selfi Nafilah masih terus memperjuangkan pembagian harta gono-gini berupa rumah yang berlokasi di kawasan Pinang Ranti, Jakarta Timur dari mantan suaminya, Iwa K.
Disinggung soal kemungkinan rumah tersebut bakal dijual lalu hasilnya dibagi dua, Selfi Nafilah pun akhirnya angkat bicara.
"Nggak tahu dijual apa nggak. Karena dia (Iwa K) masih tinggal di situ. Saya nggak tahu prosesnya gimana," kata Selfi Nafilah, saat ditemui di kawasan Kapten P. Tendean, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, Selasa (10/7/2018).
Rumah tersebut memang kini ditinggali Iwa K bareng istri barunya, Wikan Resminingtyas. Menurut Selfi Nafilah, ia tidak masalah mantan suaminya tetap tinggal di sana asalkan tetap ada perhitungan biayanya.
"Ya seyogyanya dia mau tinggal di situ dan dia bayar ke saya atau gimana kan harus ada jalan keluarnya. Kalau memang ada cari damai," sambung jebolan ajang pencarian bakat KDI itu.
Kendati begitu, Selfi Nafilah tidak tahu menahu berapa persen bagiannya dari rumah tersebut. Ia menyerahkan urusan tersebut kepada Pengadilan Agama Jakarta Selatan. "Nggak tahu. Itu hakim yang ngurus," tutur Selfi Nafilah.
Sebelumnya, Selfi Nafilah menggugat harta gono-gini kepada Iwa K sejak Desember 2017. Usai bercerai 2012, Perempuan 33 tahun ini merasa masih berhak rumah yang ditempati Iwa K.
Versi Selfi Nafilah, rumah itu dibangun sejak 2007 dan selesai dua tahun kemudian. Sedangkan dia resmi dipersunting Iwa K semenjak 2007. Tak heran kalau Selfi menilai ada aliran uangnya yang masuk untuk pembangunan rumah tersebut.
Baca Juga: Sidang Putusan Cerai Opick Kembali Ditunda, Ini Alasannya
"Ya kalau harganya mah nggak akan direbutinlah. Intiya apapun itu kan dibilang saya bekerja sebelum menikah pun punya pekerjaan sebenarnya wajar aja sih bukan sesuatu yang mengada-ngada," ucap Selfi Nafilah.
Terlepas dari itu, berbeda dengan Selfi Nafilah, Iwa K justru mengatakan rumah tersebut milik kedua orangtuanya yang sudah dibangun semenjak 2005.
Berita Terkait
-
Tak Melulu Jawa, Film Suanggi: Ilmu Kutukan Siap Teror Bioskop Lewat Horor Indonesia Timur
-
Givri Taj Cerita Transformasi Lewat Operasi Plastik di Vietnam, Sedot Lemak hingga Fat Grafting
-
Dari Kreator Konten ke Pebisnis, Begini Perjalanan Karier Acil Bintangnya Parfum
-
Kisah TikToker Kiki Jupe, dari Guru Honorer Kini Jadi Pengusaha Kuliner Sukses
-
Gugat Cerai Brian Siawarta, Rafaela Rahardja Sebut Sang Suami Sudah Mundur dari Pendeta Sejak Lama
Terpopuler
- 11 Merek Sepatu Lari Buatan Indonesia yang Populer, Kualitas Lokal Tak Bisa Diremehkan
- Penjelasan Polda Sulsel Terkait Kabar Penangkapan Basri Kajang
- Bagaimana Dody Hanggodo Memanfaatkan Kekuasaannya sebagai Menteri di Kementerian PU
- 5 HP Murah Kamera Bagus Sesuai Review untuk Foto dan Video, Mulai Rp1 Jutaan
- 3 Parfum Mykonos Paling Wangi dengan Aroma Clean dan Tahan Lama Menurut Review Pembeli
Pilihan
-
Banggar DPR Dorong Sinkronisasi Belanja Pusat dan Daerah untuk Percepat Pembangunan Jawa Timur
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
Terkini
-
Di Balik Krisis Pertalite dan Solar: Saat Kenaikan Pertamax Memicu Efek Domino
-
Sudirman Said Mengaku Tak Dicecar soal Riza Chalid dalam Pemeriksaan Kasus Petral
-
Porprov Jateng 2026 Terapkan Sistem Real-Time, Hasil Pertandingan hingga Prestasi Dipantau Langsung
-
Langkah Isuzu di GIIAS 2026 Jadi Ujian Konsistensi di Tengah Ketatnya Pasar Kendaraan Niaga
-
Dituding Singgung Hubungan Rizky Nazar, Anjasmara Akhirnya Minta Maaf: Saya Tidak Sebut Nama
-
Indonesia Jadi Pasar Strategis Acerpure, Generasi Muda Jadi Target Utama
-
Mati Listrik saat Bikin Roti? Ini 5 Cara Selamatkan Adonan!
-
PHK Meningkat, DPR Minta KP2MI Genjot Penempatan Pekerja ke Luar Negeri
-
Koordinat Lokasi hingga Data Keluarga Bocor, Dosen UGM Diteror usai Kritik Dugaan Mutasi ASN
-
MPLS Berakhir, MBG jadi Pengalaman Pertama Mencicipi Buah Impor bagi Siswa di Sekolah Kecil Jogja