Entertainment / Gosip
Minggu, 11 November 2018 | 20:00 WIB
Pedangdut Via Vallen. [Dok. PR & Media INASGOC]

Suara.com - Penggebuk drum Superman Is Dead (SID) Jerinx menegaskan dia dan bandnya tak akan menuntut materi terhadap penyanyi dangdut Via Vallen karena meng-cover lagu Sunset di Tanah Anarki (SDTA) tanpa izin.

Jerinx hanya ingin Via dan penyanyi-penyanyi lain lebih bijak ketika membawakan karya SID.

"Saya nggak akan nuntut nominal apapun dari VV atau penyanyi lain yang pernah/masih hidup atas karya SID. Hanya berharap kalian lebih bijak ketika berurusan dengan musik kami," tulis Jerinx di Instagram Minggu (11/11/2018).

"SID bukan cuma band. Kami lebih besar dari hiburan. Uang, fame, rupa, bukanlah segalanya, ada hal yang lebih tinggi bernama INTEGRITAS," tulisnya lagi.

Superman Is Dead (SID) yang digawangi Jerinx (drum), Bobby Kool (gitar dan vokal), serta Eka Rock (bass) menghibur penonton di Indonesia Greaser Party 2015 di Plaza Barat Senayan, (12/4). (Suara.com/Oke Atmaja)

Jerinx dan personel SID lainnya akan bangga jika ada penyanyi atau musisi seperti Via Vallen menggunakan kesuksesannya-yang didapat dari karya SID-bukan sekadar untuk memperkaya diri.

Jerinx mencontohkan, minimal Via Vallen yang memiliki banyak follower di Instagram, berkontribusi untuk gerakan melawan lupa, pelurusan sejarah 65, dan perjuangan Kendeng.

"Ini yang membuat saya marah. Selama ini nyanyi SDTA apa ya yang ada di dalam kepalanya? Lagu ini pesannya besar, sungguh humanis, pun disampaikan dengan lirik dan video klip yang sangat literal," tulisnya.

Terungkapnya Via Vallen cover lagu SDTA tanpa izin berawal saat Jerinx menjawab cuitan warganet tentang lagu baru SID. Cuitan itu kemudian di-capture dan diunggah ke Instagran storiesnya dengan memention akun Via Vallen.

Di Instagram, Jerinx juga mengungkap Via Vallen sebetulnya sudah lama meng-cover lagu SDTA hingga dibuat dalam kemasan DVD. Dia punya alasan sendiri mengapa baru menegur Via sekarang.

Baca Juga: Wih! Jokowi Beli Kaos Merchandise Tur Eropa Band Cadas Burgerkill

Load More