Suara.com - Ahmad Dhani kembali membuat surat dari Rutan Medaeng, Sidoarjo, Jawa Timur. Kali ini, surat tersebut ditujukan untuk putra keduanya, El Rumi.
Di dalam surat yang sudah beredar luas di media sosial itu, Dhani menyatakan jika dirinya belum mendapatkan kabar dari El. Seperti diketahui El kini tengah menempuh pendidikan di London, Inggris.
"El, ayah di rutan baik-baik saja. Di sini ayah malah punya banyak doa untuk kamu dan keluarga, " tulis Ahmad Dhani.
Dhani juga menjelaskan kepada El jika saat ini dia tak sedang menjalani vonis. Sebab, Dhani mengaku sudah dan sedang melakukan upaya banding.
"Ayah di sini karena penetapan pengadilan tinggi (ditahan 30 hari) menurut surat pengadilan tinggi ke Komnas HAM, ayah di tahan 30 hari karena proses penyidikan banding. Tapi, selama 30 hari ayah tidak pernah diperiksa, malah sekarang ditambah 60 hari. Makanya, kakakmu Al akan datang lagi ke Komnas HAM untuk mempertanyakan ini," tulis Dhani.
Ahmad Dhani juga mengatakan alasan dua putra lainnya, yakni Al Ghazali dan Dul Jaelani menangis di Konser Dewa 19 di Malaysia beberapa waktu lalubukan karena lemah.
Dia memastikan mereka menangis lantaran terharu melihat ribuan orang Malaysia yang begitu menghormati dan mendukung perjuangan seorang Ahmad Dhani.
Dalam surat itu juga Dhani juga menjelaskan mengapa dirinya menangis di Pengadilan Negeri Surabaya tempo hari lalu.
"El, ayah menangis di PN Surabaya karena adikmu Feea selalu bertanya terus kapan ayah pulang? karena dia mau berulang tahun yang ke-8 bersama ayah seperti yang sudah lama kita rencanakan. Perasaan itu hanya dimiliki oleh laki-laki yang punya anak perempuan. Kamu nanti juga akan punya perasaan yang sama jika kamu dianugerahi anak perempuan, " tulis Dhani.
Baca Juga: Air Mata Syahrini saat Minta Restu untuk Dinikahi Reino Barack
Di akhir surat tersebut, Ahmad Dhani terlihat memberikan sebuah nasihat untuk putranya, El.
"Ati-ati di sana ini tahun politik," tulis Dhani menutup surat tersebut.
Artikel ini sebelumnya ditulis Matamata.com.
Berita Terkait
-
Maia Estianty Singgung Ketenaran Gara-Gara Bikin Sensasi, Warganet Ramai Bawa Nama Mulan Jameela
-
Maia Estianty Semprot Netizen yang Tanya soal Momongan ke El Rumi dan Syifa Hadju: Enggak Sopan!
-
Ahmad Dhani Ultah ke-54, Al Ghazali: Terima Kasih Jadi Sosok Kuat dan Sabar
-
Ahmad Dhani Ngaku Buaya Darat, Ingat Lagi Ucapan Mulan Jameela Pernah Puluhan Kali Diselingkuhi
-
Ahmad Dhani Batal Ceraikan Mulan Jameela
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
Pilihan
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
Terkini
-
Mosi Tidak Percaya! Jajaran Wakasek dan Guru SMPN di Subang Mundur Massal
-
Lolos ke Final Usai Singkirkan Persija, Lucho Keluhkan Lapangan Dipta yang Keras dan Kering
-
Singkirkan Arema FC, Persebaya Tantang Persib di Final Piala Presiden 2026
-
Apa Itu Registration Ban FIFA? Ini Penyebab Klub Sriwijaya FC Bisa Dilarang Daftar Pemain
-
Jejak Kasus Haji Halim Ali, Dari Pengusaha Besar hingga Ahli Waris Kembalikan Rp127 Miliar
-
Modus Penimbun Pertalite Terbongkar, Isi BBM Berulang Pakai Barcode Berbeda di SPBU
-
Geger Temuan Mayat Mutilasi dalam Karung Beras di Pancoran Mas Depok
-
Jelang HUT ke-81 RI, Masjid Indonesia Pertama di Kanada Barat Resmi Berdiri
-
Diduga Bawa Kabur Kamera Rp200 Juta, DJ Wanita dan Suaminya Dipolisikan di Bogor
-
5 Perubahan Contact Center di Era Generative AI, Tak Lagi Sekadar Layanan Pengaduan