Suara.com - Irma Darmawangsa selalu ingat masa kecilnya setiap memperingati Hari Kartini yang jatuh pada 21 April. Saat itu, penyanyi dangdut 35 tahun ini mengaku kerap menggunakan baju adat asal daerahnya, Makasar.
"Dulu pas kecil yang paling diingat setiap hari Kartini diwajibkan sekolah pakai baju adat daerah. Saya orang Makassar ya, saya pakai baju Bodo (baju daerah Makassar)," kata Irma Darmawangsa saat dihubungi melalui sambungan telepon, Minggu (21/4/2019).
Saat menggunakan baju Bodo, artis yang sempat menjalin kasih dengan Ricky Cuaca itu mengaku sangat kerepotan saat menggunakan baju khas Bugis itu.
"Agak ribet, tapi seru gitu aksesorisnya, bajunya sarungnya khas Makassar banget. Seru dulu, inget terus," sambung Irma Darmawangsa.
Irma Darmawangsa mengakui karena Kartini perempuan Indonesia bisa sejajar dengan lelaki. Namun masih sesuai kodratnya sebagai perempuan.
"Kartini ini yang bikin kita bisa memiliki karier. Intinya nggak ada yang membuat wanita bergerak terbatas banget. Tapi juga nggak menyimpang dari kodratnya sebagai perempuan," tutur kekasih Irfan Sbaztian ini.
Sampai saat ini kalimat paling diingat Irma Darmawangsa yang dipopulerkan Kartini yakni "Habis Gelap Terbitlah Terang", yang juga menjadi buku karya Kartini. Kalimat itu diakui Irma membuat dirinya kuat dalam menjalani kodratnya sebagai perempuan.
"Jadi perempuan yang tangguh, jadi perempuan yang mempertahankan harkat derajat dan martabat. Tapi jangan sombong, merasa semena-mena kepada laki-laki," ujar Irma Darmawangsa.
Berita Terkait
-
Dorong Pemberdayaan Perempuan, Pegadaian Dukung Kartini Race 2026: Tonggak Baru Motorsport Indonesia
-
Dari Karya hingga Kolaborasi, Srikandi Vol. 2 Rayakan Peran Perempuan di Industri Kreatif
-
Merayakan Hari Kartini, Perusahaan Wajib Bangun Ekosistem Kerja yang 'Family-Friendly' bagi Wanita
-
Ratusan Perempuan Berkebaya Meriahkan Jalanan Bandung Bersama Repsol Lubricants
-
Perjuangan 75 Kartini Penjelajah Pakai Kebaya, Kibarkan Merah Putih Raksasa di Puncak Gunung
Terpopuler
- Film Pesta Babi Bercerita tentang Apa? Ini Sinopsis dan Maknanya
- Bantah Kepung Rumah dan Sandera Anak Ahmad Bahar, GRIB Jaya: Kami Datang Persuasif Mau Tabayun!
- Koperasi Merah Putih Viral, Terekam Ambil Stok dari Gudang Indomaret
- Profil Ahmad Bahar, Penulis 'Gibran The Next President' yang Rumahnya Digeruduk GRIB Jaya
- 4 HP RAM 12 GB Memori Besar Harga Rp2 Jutaan, Gaming dan Edit Video Lancar Jaya
Pilihan
-
Bertambah Dua, 7 WNI Kini Ditangkap Israel dalam Misi Kemanusiaan Flotilla Gaza
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer Dituntut 5 Tahun Penjara!
-
'Desa Nggak Pakai Dolar' Prabowo Dikritik: Realita Pahit di Dapur Rakyat Saat Rupiah Tembus Rp17.600
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
Terkini
-
Bantah Hera eks ART, Erin Taulany Pastikan Anak-Anak Marah Fotonya Diposting
-
Kasus Pelanggaran Privasi Berpeluang Gugur, Erin Taulany Bikin Laporan Baru ke Hera eks ART
-
Cerita Korban Kecelakaan Bekasi Timur Didatangi Petugas KAI di Rumah
-
Sahabat Sejatiku: Lagu Penyemangat di Tengah Kondisi Pasar Modal yang Tertekan
-
Apes, Jefan Nathanio Ketiban Plafon Kamar Hotel saat Syuting Dukun Magang
-
Kabar Terbaru Lutfiana Ulfa, Perempuan yang Dinikahi Syekh Puji di Usia 12 Tahun
-
Sinopsis 5 Film Netflix Paling Banyak Ditonton per Hari Ini
-
Sinopsis Fear the Night: Pesta Lajang Diganggu Teror Mematikan, di Bioskop Trans TV Malam Ini
-
Lagi Sakit Difotoin, Salman Khan Ngamuk ke Paparazzi
-
Sehari Hanya Dapat Rp8.000, Perjuangan Nenek 75 Tahun Gendong Anak Angkat Difabel Bikin Mewek