Suara.com - Kepada polisi, Galih Ginanjar telah mengakui bahwa pernyataannya terkait "ikan asin" disengaja untuk mempermalukan Fairuz A Rafiq, yang juga mantan istrinya sendiri. Menanggapi hal tersebut, Hotman Paris selaku kuasa hukum Fairuz berterima kasih kepada polisi.
"Terima kasih kepada Polda Metro Jaya. Kalau memang sudah diakui begitu sudah waktunya untuk segera menerapkan tersangka dan kami mohon untuk segera ditahan," kata Hotman Paris Hutapea, saat ditemui di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Senin (8/7/2019).
Menurut pengacara 59 tahun itu, tak ada lagi alasan untuk menunda penetapan status tersangka untuk Galih Ginanjar. Karena menurut Hotman Paris, hal itu berkaitan dengan harga diri perempuan Indonesia.
"Jadi kalau sudah begitu kalau bukan status tersangka dan ditahan apalagi yang kita harapkan di negara hukum ini? Jangan hanya yang terkait politik yang langsung masuk, ini menyangkut harga diri wanita, anak cucuku, harga diri anak istri, dan cucu polisi juga. Jadi segeralah ditahan," kata Hotman Paris menegaskan.
Menurut Hotman, alasan Galih Ginanjar dan kuasa hukumnya berdalih soal ikan asin dan tak punya tujuan menghina, sungguh tak masuk akal.
"Kan saya bilang berkali-kali, dia bilang makanan ikan asin, ikan asin bagian mananya yang keputihan. Bahkan katanya bagian putihnya disendokin, ada nggak dokter spesialis keputihan ikan asin? Nggak ada kan?" ujar Hotman.
Meski Galih Ginanjar telah akui perbuatannya pada polisi, pihak Fairuz A Rafiq tak membuka pintu damai. Menurutnya, sudah terlambat setelah masalahnya menjadi sebesar ini.
"Nggak ada damai, kalau putrimu digituin mau damai nggak?" jelas Hotman Paris.
Baca Juga: Polisi: Motif Galih Ginanjar Ingin Permalukan Fairuz A Rafiq
Berita Terkait
-
Jaksa Banding! Meski Lolos dari Hukuman Mati, Nasib Fandi Ramadhan Cs Masih di Ujung Tanduk
-
Momen Kebersamaan Fairuz A Rafiq dengan Fadia, Sang Kakak yang Ditangkap KPK
-
Fairuz A Rafiq Disorot Usai Kakaknya Ditangkap KPK, Sonny Septian Singgung Hubungan Kakak Adik
-
Dear Fadia Arafiq, Ini 9 Prinsip Good Governance yang Penting Dipahami Kepala Daerah
-
Drama KPK Kejar Kakak Fairuz A Rafiq, Berakhir Gara-Gara Mobil Lowbat
Terpopuler
- 5 Cushion Terbaik dan Tahan Lama untuk Kondangan, Makeup Flawless Seharian
- 5 Sepeda Lipat Murah Kuat Angkut Beban hingga 100 Kg: Anti Ringkih dan Praktis
- 6 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Wajah dan Harganya
- 5 Body Lotion untuk Memutihkan Kulit, Harga di Bawah Rp30 Ribu
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
Pilihan
-
Konflik Geopolitik Tak Pernah Belanja di Warung, Tapi Pelaku UMKM Semarang Dipaksa Akrobat
-
Kenapa CFD di Kota Lain Lancar, Tapi Palembang Macet? Ini Penyebab yang Terungkap
-
JK Dilaporkan ke Polisi, Juru Bicara Jelaskan Konteks Ceramah
-
AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
-
Balas Rhoma Irama, LMKN Jelaskan Akar Masalah Royalti Musik Dangdut Jadi Rp25 Juta
Terkini
-
Momen Kocak Saat Akad Viral, Wali Malah Bilang Nikahkan Anak Kambing Saya
-
Detik-Detik Terakhir Yai Mim sebelum Meninggal di Polrestabes Malang: Pamit Tidur, Lalu Berpulang
-
Sinopsis The King's Warden, Film Terlaris ke-2 di Box Office Korea
-
Denny Sumargo Konfirmasi Yai Mim Meninggal Dunia, Sebut Berpulang Saat Ditahan
-
Anwar BAB Sempat Merasa Janggal Sebelum Boiyen Menikah dengan Rully Anggi Akbar
-
Shindy Samuel Minta Maaf ke Rendy usai Ditalak, Akui Tak Bisa Penuhi Nafkah Batin
-
Review Ready or Not 2: Ketegangan Tanpa Henti tapi Tetap Bikin Tertawa
-
Review Golden Job: Misi Terakhir yang Berujung Pengkhiantan, Malam Ini di Trans TV
-
Buntut Tamara Bleszynski Tak Dampingi Teuku Rassya di Pelaminan, Mantan Suaminya Dihujat
-
Tak Dilibatkan Urus Pernikahan El Rumi dan Syifa Hadju, Ahmad Dhani Akui Cuma Diminta Sumbangan