Suara.com - Jujur Prananto kembali didapuk menjadi juri dalam Anti-corruption Film Festival (ACFFest) 2019 yang digelar oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Ini merupakan kedua kalinya sang penulis skenario film Ada Apa dengan Cinta? itu terlibat.
“Keterlibatan saya diminta sebagai juri seperti tahun lalu, sekaligus diminta memimpin semacam workshop penulisan skenario,” kata Jujur Prananto saat berkunjung ke kantor SUARA.com pada Rabu (31/7/2019).
Jujur Prananto sedikit menjelaskan bagaimana ide-ide para calon peserta agar tersalurkan lewat festival film pendek. Dan tentunya ide-ide tersebut haruslah sesuai dengan tema dari ACFFest 2019, yaitu tentang kampanye anti korupsi.
“Jadi mereka punya ide, dari sekian banyak peserta dari proposal yang disetujuin. Sinopsis dikembangkan jadi skenario, proses pengembangan lewat workshop selama dua hari dan mentornya,” smabungnya.
Keinginan Jujur Prananto ikut terlibat dalam festival film ini dalam rangka mengajak orang-orang untuk berkreasi dalam dunia film pendek. Apalagi, ilmu-ilmu dalam dunia penulisan skenario film dapat dibagikannya kepada banyak orang.
“Kalau motifnya itu berbagi saja, dalam artian saya punya ada pengalaman di bidang penulisan, kemudian diminta untuk membimbing orang lain. Jadi alangkah jahatnya saya tolak, saya bisa dan pasti akan berguna untuk orang lain. Terutama untuk pemula itu kesempatan yang mengasyikan,” paparnya.
Dan jika ada yang berminat dalam mengikuti festival ACCFest 2019, para calon peserta hanya mengirimkan proposal ide film tentang nilai antikorupsi berdurasi 10-15 menit. Nantinya, proposal yang terpilih akan mendapat bantuan dana produksi sebesar Rp 20 juta.
“Caranya cuma mengirimkan proposal, yang syaratnya pihak KPK lebih mengerti. Cuma yang pasti bermodalkan proposal, isinya lock line atau semacam premis, saya ingin membuat tentang film ini, begini-begini. Terus sinopsis paling 1 atau 2 halaman. Kemudian sudah punya susunan kru-nya, sutradrara, atau kameramen. Dan jangan lupa menyertakan juga film yang pernah dibuat,” tutupnya.
Dari peserta yang terpilih berhak mengikuti Movie Camp, fasilitas online editing di Jakarta dan pendampingan mentor.
Baca Juga: Widih! Film Ada Apa dengan Cinta? Masuk Kurikulum di Australia
Pengiriman proposal ide film dibuka sejak 28 Mei hingga 15 Agustus mendatang. Tim juri nantinya akan menyaring hingga terkumpul 10 proposal ide cerita.
Tag
Berita Terkait
-
Bikin Heboh! Nicholas Saputra Pamer Selfie Pertama Kali Usai Nyoblos
-
Widih! Film Ada Apa dengan Cinta? Masuk Kurikulum di Australia
-
Ada Apa dengan Cinta? Akan Diputar di FSAI 2019
-
Interview: Tujuan Mulia di Balik Sekolah Online Dennis Adhiswara
-
Baru 11 Hari Tayang, Film Milly & Mamet Tembus Sejuta Penonton
Terpopuler
- Promo JSM Superindo Minggu Ini, Kue Lebaran dan Biskuit Kaleng Cuma Rp15 Ribuan
- Apakah Ada Penukaran Uang Baru BI Pintar Periode 3? Ini Pengumuman Pastinya
- Daftar Lokasi ATM Pecahan Rp10 Ribu dan Rp20 Ribu di Palembang
- 5 Body Lotion Terbaik untuk Memutihkan Kulit Sebelum Lebaran
- Di Balik Serangan ke Iran: Apa yang Ingin Dicapai AS dan Israel?
Pilihan
-
Setelah Bertahun-tahun Berjuang, Inilah Riwayat Kanker Ginjal Vidi Aldiano
-
Vidi Aldiano Meninggal Dunia Sabtu 7 Maret Pukul 16.33 WIB
-
Vila di Bali Disulap Jadi Pabrik Narkoba, Bea Cukai-BNN Tangkap Dua WN Rusia dan Sita Lab Rahasia!
-
Shin Tae-yong Gabung FC Bekasi City, Ini Jabatannya
-
Pelatih Al Nassr: Cristiano Ronaldo Resmi Tinggalkan Arab Saudi
Terkini
-
Obati Kanker, Vidi Aldiano Berobat ke Singapura, Malaysia, hingga Thailand
-
Reaksi Jonathan Frizzy Dibilang Masuk Penjara karena Doa Mantan Istri Tembus Langit
-
Setelah Bertahun-tahun Berjuang, Inilah Riwayat Kanker Ginjal Vidi Aldiano
-
Vidi Aldiano Meninggal Dunia Sabtu 7 Maret Pukul 16.33 WIB
-
Mimi Peri Ngaku Bangga Jadi Boti, Sebut Dosa Cuma Dongeng Masa Kecil
-
Reaksi Kocak Para Suami saat Istri Minta Dibelikan Gamis Lebaran Seharga Rp11 Juta
-
Mahalnya Biaya Orang Meninggal di Tangerang dan Bogor, Uang Salat Jenazah Capai Rp7,5 juta!
-
Ditanya Gaji Honorer hingga THR Kapan Cair, Jawaban Sherly Tjoanda Disorot
-
Sentil Biaya Makan hingga Mabok, Wulan Guritno Tegur Shalom Razade Usai Kunjungan ke NTT
-
Jadi Penyelam dengan Rekor MURI: Kisah Kirana Larasati yang Terinspirasi dari Tragedi Gua Thailand