Suara.com - Versi Krisna Mukti, Begini Kronologi Kasus Baim Wong VS QQ Production
Artis sekaligus politisi Krisna Mukti menjadi saksi laporan kasus antara Astrid dari QQ Production dengan Baim Wong dan Lucky Perdana dalam dugaan kasus wanprestasi.
"Saya datang kesini sebagai saksi. Kasus antara Astrid dari QQ Production dengan Baim Wong dan kami di dampingi pengacara kami. Hari ini agendanya pemeriksaan saya sebagai saksi," kata Krisna Mukti usai pemeriksaa, di Polda Metro Jaya, Senin (26/8/2019).
Krisna Mukti dijadikan sebagai saksi karena atas saran dirinyalah Baim Wong mau bergabung untuk menjadi caleg dan berada dibawah naungan QQ Production. Ia pun mengisahkan kronologi kejadian tersebut.
"Jadi kronologinya, waktu saya di partai lama, menjelang pecalegan memang biasa untuk diminta rekrut teman-teman artis yang ingin partisipasi jadi caleg. Dalam hal ini yang dihubungi adalah Baim Wong. Tapi posisinya masih di partai yang lama dan Baim Wong sudah setuju untuk bergabung di partai yang lama tersebut," ungkap Krisna Mukti.
Tidak hanya itu, Baim Wong menyatakan kesiapan dirinya langsung kepada Krisna Mukti saat bertemu dalam satu penerbangan ke daerah Singkawang di bulan Januari lalu.
"Karena sudah tahu sama tahu jadi saya langsung tanya Baim 'gimana udah siap kan? Itu pencalegan. Kalo udah siap biar nanti di urus Astrid'," sambung Krisna Mukti.
Sayang setelah pertemuan tersebut, Krisna Mukti sudah tidak lagi mengurus para artis yang mau menjadi caleg. Hal itu terjadi karena dia pindah ke partai baru.
Akhirnya Krisna Mukti menyerahkan tugas merengkrut para artis kepada Astrid Kiki, pemilik QQ Production, manajemen yang menanaungi para artis yang tertarik untuk menjadi seorang wakil rakyat.
Baca Juga: Krisna Mukti Diperiksa Polisi untuk Kasus Baim Wong
"Saya memang hanya jadi jembatan untuk teman-teman artis dengan QQ Production, akhirnya saya nggak ikut campur lagi tuh, saya serahkan ke Astrid. Untuk masalah pembagian persentase, honor atau apa saya nggak ikut campur. Jadi saya hanya jadi penguat," jelasnya.
Krisna Mukti bahkan memastikan Baim Wong dan Lucky Perdana telah menjadi kader partai karena menjadi bintang promo partai naungannya.
"Tapi yang saya tahu Baim jadi kader di partai tersebut, karena salah satunya adalah dia bintangi promo untuk partai tersebut, otomatis dia menjadi kader," pungkas Krisna Mukti.
Berita Terkait
Terpopuler
- 11 Merek Sepatu Lari Buatan Indonesia yang Populer, Kualitas Lokal Tak Bisa Diremehkan
- Bagaimana Dody Hanggodo Memanfaatkan Kekuasaannya sebagai Menteri di Kementerian PU
- Penjelasan Polda Sulsel Terkait Kabar Penangkapan Basri Kajang
- 3 Parfum Mykonos Paling Wangi dengan Aroma Clean dan Tahan Lama Menurut Review Pembeli
- 5 HP Murah Kamera Bagus Sesuai Review untuk Foto dan Video, Mulai Rp1 Jutaan
Pilihan
-
Banggar DPR Dorong Sinkronisasi Belanja Pusat dan Daerah untuk Percepat Pembangunan Jawa Timur
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
Terkini
-
Bukan Sekadar Hutan, Menhut Sebut Konservasi Gajah Kini Jadi Urusan Lintas Sektor
-
Gudang Munisi TNI AD Meledak di Madiun: Satu Prajurit Gugur, 6 Terluka
-
Cara Memakai Bedak agar Hasil Makeup Flawless, Ini Langkah yang Tepat
-
Luke Vickery Sah Jadi WNI, Tambahan Amunisi Baru Timnas Indonesia
-
Membedah Modus Sindikat Judol: Incar Petani dan IRT Jadi Penampung Rekening, Cuma Dibayar Rp100 Ribu
-
Melasma Tak Sama dengan Flek Biasa, Kenali Pemicunya yang Ternyata Bukan Hanya Sinar Matahari
-
Tuchel Bela Diri Usai Inggris Dibungkam Argentina: Lolos Semifinal Piala Dunia Sudah Prestasi
-
Banggar DPR Dorong Sinkronisasi Belanja Pusat dan Daerah untuk Percepat Pembangunan Jawa Timur
-
Ketua FKDM Deli Serdang Dicopot Gegara Pesan 'Turunkan Prabowo' Saat Bahas Kelangkaan BBM
-
Ibu Tiri Usia 19 Tahun di Bekasi Siksa Anak Sambungnya Hingga Tewas