Suara.com - Komika dan aktor Kemal Palevi turut buka suara soal insiden pemukulan suporter sepakbola Indonesia di Malaysia. Hal itu terungkap melalui postingan terbarunya di Instagram, Jumat (22/11/2019).
"Ada yang nanya pendapat gue soal suporter Indonesia yang dipukulin parah banget sama suporter Malaysia. Gue tadinya memang nggak mau ngepost apa-apa soal ini, takut salah komen," tulis Kemal Palevi.
"Tapi ada yang DM katanya minta tolong di up beritanya di sosmed karena beritanya sempat nggak viral. Dan nggak ada tindak lanjutnya perihal korban baik dari @officialpssi maupun dari pihak Malaysia," sambungnya lagi.
Unggahan itu pun diiringi dengan video perisakan yang dialami suporter Indonesia yang viral. Di situ, lelaki 30 tahun ini mendesak agar Menpora Malaysia, Syed Saddiq segera meminta maaf secara resmi.
"Jadi dengan dipostnya video ini, saya mohon dengan sangat kepada yang terhormat @officialpssi dan yang terhormat @syedsaddiq supaya ada tindak lanjutnya perihal pemukulan suporter Indonesia di Malaysia. Dulu bapak @syedsaddiqMendesak pak Imam Nahrawi untuk bikin video permintaan maaf. Sekarang kami menuntut hal yang sama pak @syedsaddiq biar masalah cepat selesai dan tidak berkepanjangan" kata Kemal Palevi.
Terakhir, dia pun mencoba agar para suporter lainnya tidak terprovokasi dan menjaga nama baik Indonesia.
"Dan buat suporter Indonesia, cuma sekadar mengingatkan, nggak mungkin ada asap kalau nggak ada api. Pokoknya salam damai semuanya ya. Dan silahkan tag @officialpssi dan pak@syedsaddiq di kolom komentar gue," tuturnya.
Seperti diketahui, insiden pemukulan kepada suporter Timnas Indonesia tersebut diduga terjadi usai laga Malaysia vs Indonesia di lanjutan Kualifikasi Piala Dunia 2022 di Stadion Bukit Jalil, Selasa (19/11/2019).
Baca Juga: Tik Tok Diblokir, Kemal Palevi Kritik Tajam Menteri Rudiantara
Berita Terkait
-
Pesan Tegas Shin Tae-yong untuk PSSI: Masa Depan Sepak Bola Indonesia Ada di Tangan Pemain Muda
-
Lebih dari 14 Asprov Dipimpin Plt, Tata Kelola PSSI Jadi Sorotan
-
Jurnalis Belanda Kritik Sepak Bola Indonesia, Sebut Skuad Garuda Jadi Alat Politik Penguasa
-
Mengapa Sepak Bola Indonesia Tetap Digilai Meski Minim Prestasi?
-
Dua Kemenangan Beruntun! Timnas Indonesia Tutup FIFA Matchday dengan Kalahkan Mozambik
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
- 4 AC Hemat Listrik untuk Rumah Daya Listrik 450 VA, Pilihan Terbaik agar Tidak Jeglek
Pilihan
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
Terkini
-
Nikah di Italia Berbiaya Rp1 Miliar, Lina Mukherjee Akui Ingin seperti Artis Bollywood
-
Meisya Amira Jadi Wanita Tunawicara yang Menggila di Film Juminten Edan
-
Gugat Cerai Brian Siawarta, Rafaela Rahardja Sebut Sang Suami Sudah Mundur dari Pendeta Sejak Lama
-
Gas Melon Langka di Indramayu, Lucky Hakim Endus Praktik Pengoplosan: Pertamina Harus Gandeng Polisi
-
Rafaela Rahardja Jalani Sidang Cerai Perdana dengan Brian Siawarta, Ungkap Isu KDRT sebagai Pemicu
-
Siapa Saja Mantan Ayu Ting Ting? Ini Daftarnya dan Pekerjaan Mentereng Mereka
-
Bukan Sekadar Duta, Alasan FFI Pilih Morgan Oey Ternyata Berkaitan dengan Misi Besar Ini
-
Rizky Billar Hasut Publik Report Akun Facebook Matamata.com Karena Dinilai Sebarkan HOAX
-
Pesta Timuran Jaksel Siap Digelar di CIBIS Park, Hadirkan 20 Musisi dan Ragam Kultur Indonesia Timur
-
Ruben Onsu dan Ivan Gunawan Pilih Tak Sekamar saat Umrah, Ini Alasannya