Bola / Bola Indonesia
Rabu, 17 Juni 2026 | 12:29 WIB
Shin Tae-yong menegaskan pentingnya jam terbang pemain muda. Persija Jakarta dinilai menjadi contoh sukses regenerasi talenta di Super League. [Dok. Persija]
Baca 10 detik
  • Pelatih Shin Tae-yong menekankan pentingnya memberikan menit bermain bagi talenta muda untuk memajukan kualitas sepak bola Indonesia.
  • Persija Jakarta berkomitmen melakukan regenerasi dengan melibatkan 23 pemain lulusan akademi dalam lima musim terakhir secara konsisten.
  • Shin Tae-yong meminta PSSI menerapkan regulasi yang mewajibkan klub profesional memberikan kesempatan bertanding kepada para pemain muda.

Suara.com - Shin Tae-yong kembali menekankan pentingnya peran pemain muda dalam memajukan kualitas sepak bola Indonesia secara menyeluruh di kancah internasional.

Pelatih yang kini menakhodai Persija Jakarta tersebut mengirim pesan kuat kepada PSSI agar terus mendorong klub-klub profesional memberikan menit bermain yang nyata bagi talenta lokal.

Melalui visinya di ajang Super League, Shin Tae-yong bertekad menjadikan pembinaan usia muda sebagai fondasi utama dalam membangun kejayaan skuad Macan Kemayoran.

Juru taktik asal Korea Selatan tersebut menilai potensi besar atlet muda di Tanah Air hanya akan terbuang sia-sia jika mereka tidak mendapatkan panggung di kompetisi resmi.

Regenerasi di dalam tubuh tim dianggap sebagai harga mati yang tidak bisa ditawar jika ingin melihat sepak bola nasional bersaing di level elite dunia.

Potret Erick Thohir dan Shin Tae-yong (Instagram/@erickthohir)

“Ada cukup banyak pemain muda di Indonesia. Demi masa depan sepak bola Indonesia, saya berpikir bahwa kami harus secara jelas dan pasti memberikan banyak kesempatan bermain kepada para pemain muda,” kata Shin Tae-yong dikutip dari laman resmi Persija, Rabu (17/6/2026).

Shin Tae-yong menyadari bahwa kebijakan menurunkan pemain muda terkadang sangat berisiko terhadap hasil akhir pertandingan yang krusial.

Namun, ia meyakini bahwa kematangan mental dan teknik seorang pemain hanya bisa terbentuk melalui tekanan yang dirasakan langsung di atas lapangan hijau.

“Tentu saja hal itu bisa berubah tergantung situasi. Namun, saya selalu berpikir bahwa anak-anak muda Indonesia harus berkembang melalui pertandingan secara langsung,” tutur Shin Tae-yong.

Baca Juga: Naturalisasi Luke Vickery dan Mitchell Baker Masuk DPR, Timnas Indonesia Segera Dapat Amunisi Baru

Baginya, tidak ada jalan pintas dalam mencetak pemain berkualitas selain memberikan jam terbang yang konsisten sejak usia dini.

“Hanya dengan cara itulah sepak bola Indonesia bisa maju. Saya selalu memegang prinsip itu,” ungkap Shin Tae-yong saat menjelaskan filosofi kepelatihannya.

Tradisi Regenerasi Macan Kemayoran

Persija Jakarta sebenarnya sudah memiliki rekam jejak yang cukup impresif dalam urusan mengorbitkan bakat-bakat muda dari akademinya.

Langkah strategis yang diambil Shin Tae-yong seolah menyambung tradisi yang selama ini telah berjalan di klub kebanggaan warga Jakarta tersebut.

Pada kompetisi Super League musim 2025/2026 yang baru saja berakhir, lima pemain muda tercatat sukses melakoni debut profesional mereka bersama tim utama.

Load More