Suara.com - Pramugari Siwi Sidi mengaku siap jika sewaktu-waktu dipanggil kembali oleh Polda Metro Jaya terkait laporannya terhadap akun Twitter @digeeembok, yang menudingnya sebagai simpanan atau gundik petinggi Garuda Indonesia.
"Siap dong. Pastilah," kata Siwi Sidi singkat usai diperiksa di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Senin (20/1/2020).
Siwi Sidi tak banyak berkomentar ketika ditanyai awak media. Ia bahkan menutupi wajahnya dengan rambut panjangnya dan bersembuyi di belakang kuasa hukumnya, Vidi G Syarief.
Sementara kuasa hukumnya, Vidi G Syarief mengatakan Siwi Sidi ingin masalah ini segera selesai dan mengungkap pemilik akun Twitter @digeeembok, yang menudingnya sebagai gundik petinggi Garuda Indonesia.
"Ya mungkin klien kami nggak bisa kasih keterangan tapi kan pada intinya kalau orang melapor kan ingin segera kasus ini segera terungkap dan terbuka secara terang benderang," ujar Vidi.
Kata Vidi, jalur hukum diambil untuk membuktikan tundingan gundik Dirut Garuda Indonesia kepada Siwi Sidi adalah sebuah fitnah.
"Dan untuk menangkal tudingan-tundingan tau fitnah-fitnah yang tidak benar tadi," kata Vidi.
Belakangan, publik dikejutkan kasus penyelundupan Harley Davidson dan sepeda Brompton di dalam pesawat Garuda Indonesia. Akibatnya, I Gusti Ngurah Ari Askhara alias Ari Askhara dicopot dari jabatan Direktur Utama Garuda Indonesia.
Baca Juga: Diperiksa soal Tuduhan Simpanan Bos Garuda, Siwi Sidi Dicecar 42 Pertanyaan
Dari situ, skandal lain para Direktur Garuda dibeberkan oleh akun Twitter @digeeembok. Salah satunya ihwal beberapa pramugari yang disebut sebagai selingkuhan para petinggi Garuda Indonesia.
Siwi Sidi jadi salah satu nama yang disebut oleh akun tersebut. Lainnya juga ada Loren yang merujuk nama Cyndyana Lorens, adik artis Kriss Hatta.
Sebelum Siwi Sidi, Cyndyana Lorens sudah lebih dulu memberikan klarifikasi. Namun sejauh ini, Lorens belum ada rencana untuk membuat laporan.
Tag
Terpopuler
- Putusan MK soal Kuota Internet Hangus Ubah Peta Bisnis Operator, Pakar: Paket Data Bakal Berubah
- Melayat ke Yogya, Susi Pudjiastuti Kenang Sosok Nasirun
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- Kado Kemerdekaan: Pemutihan Pajak Kendaraan di Agustus 2026, Buruh dan Ojol Dapat Diskon Khusus
- Prabowo Singgung Nuklir Iran, Badan Atom Internasional Ungkap Faktanya
Pilihan
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
Terkini
-
Jangan Korbankan Nyawa Demi Target! BGN Didesak Usut Tuntas Keracunan Massal MBG di Semarang
-
Trauma Kolektif: Pagar Tinggi Mal Ingatkan Warga pada Kerusuhan Agustus
-
Kasus Bayi Dijual Rp20 Juta Belum Tuntas, Polisi Didesak Usut Sosok Pemberi Uang
-
Dipukul Balok Kayu, Wanita di Palembang Gagalkan Aksi Begal hingga Pelaku Ditangkap
-
Dua Kata Tijjani Reijnders Usai Timnas Indonesia Dibantai Vietnam 0-3
-
Ingin Rumah Terasa Lebih Elegan? Tren Interior Kini Mengandalkan Permainan Cahaya dari Keramik
-
Haykal Ungkap Hal yang Bikin Tak Nyaman di Palembang, Pengemis hingga Sungai Jadi Sorotan
-
Kreativitas Generasi Muda Indonesia Berbuah Manis, Ribuan Pelajar Sukses Bangun Bisnis
-
Klasemen Piala AFF 2026 Usai Timnas Indonesia Digebuk Vietnam: Wajib Menang di Singapura
-
Mengapa Direktur Bus ALS Jadi Tersangka? Polisi Periksa 50 Saksi sebelum Naikkan Kasus ke Penyidikan