Suara.com - Komika Pandji Pragiwaksono turut menyoroti pemecatan Helmy Yahya dari kursi Direktur Utama (Dirut) TVRI.
Menurut Pandji, Helmy Yahya adalah orang yang paham betul dengan dunia pertelevisian. Bahkan semenjak Helmy menjabat sebagai Dirut TVRI dia melihat adanya perubahan positif di stasiun televisi nasional itu.
"Kalau ada orang yang paham sekali industri TV harusnya mas Helmy Yahya. Saya sudah kenal beliau lama sekali dan tahu kapasitasnya mas Helmy dan saya sih melihat perubahan yang positif saat dipegang sama mas Helmy Yahya," kata Pandi di kawasan Thamrin, Jakarta Pusat, Senin (17/2/2020).
Pandji bilang, meski perubahan TVRI tidak pesat namun secara perlahan membuahkan hasil yang positif. Sehingga lelaki 40 tahun ini menyayangkan pemecatan terhadap Helmy Yahya.
"Walaupun perubahannya tidak secepat yang diharapkan banyak orang, tapi saya sudah ngelihat itu dan sayang aja sudah dicopot," ujarnya.
Kendati begitu, Pandji tidak ingin terlalu banyak mengomentari pemecatan Helmy. Dia berharap persoalan ini dapat diselesaikan secepatnya dan secara transparan.
"Ya harapannya apapun yang diputuskan adalah keputusan yang harus melewati proses yang benar, semua suara didengarkan dan yang lebih saya harapkan adalah informasinya sampai ke publik juga," katanya.
"Jadi publik nggak nerka-nerka dan nggak meraba-raba sehingga berkesimpulan yang salah intinya gitu aja sih," uajr dia lagi
Diketahui sebelumnya, Ketua Dewan Pengawas LPP TVRI Arief Hidayat Thamrin menjelaskan, salah satu alasan Helmy Yahya dipecat dari Direktur Utama TVRI karena tayangan Liga Inggris.
Baca Juga: Penyiram Novel Baswedan Polisi Aktif, Pandji Pragiwaksono : Dhuaaarr!
Selain Liga Inggris, tayangan asing yang juga disoroti oleh Arief adalah Discovery Channel. Menurutnya, TVRI harusnya memprioritaskan program-program pendidikan.
"Tupoksi TVRI sesuai visi misi adalah televisi publik. Kami bukan swasta, jadi yang paling utama adalah edukasi, jati diri, media pemersatu bangsa, prioritas programnya juga seperti itu. Realisasinya sekarang kita nonton Liga Inggris. Mungkin banyak yang suka," ujar Arief dalam rapat dengan Komisi I DPR RI, Selasa (21/1/2020).
Berita Terkait
-
Pandji Pragiwaksono Soroti 'Pengakuan Terbuka' Prabowo Soal Keterlibatan Partai dalam Tender Negara
-
Pita Kuning Kembali Gelar Laga Amal Mini Soccer, Pertemukan Fans MU dan Barcelona
-
Hasil Dialog Pandji Pragiwaksono Soal Kasus Mens Rea, Diminta Tobat dan Berakhir Sejuk
-
Kasus Mens Rea: Pandji Pragiwaksono Temui Pelapor di Polda Metro Jaya, Ini Hasil Pertemuannya
-
4 Syarat Novel Bakmumin Agar Laporan ke Pandji Pragiwaksono Dicabut
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
Pilihan
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
Terkini
-
Mosi Tidak Percaya! Jajaran Wakasek dan Guru SMPN di Subang Mundur Massal
-
Lolos ke Final Usai Singkirkan Persija, Lucho Keluhkan Lapangan Dipta yang Keras dan Kering
-
Singkirkan Arema FC, Persebaya Tantang Persib di Final Piala Presiden 2026
-
Apa Itu Registration Ban FIFA? Ini Penyebab Klub Sriwijaya FC Bisa Dilarang Daftar Pemain
-
Jejak Kasus Haji Halim Ali, Dari Pengusaha Besar hingga Ahli Waris Kembalikan Rp127 Miliar
-
Modus Penimbun Pertalite Terbongkar, Isi BBM Berulang Pakai Barcode Berbeda di SPBU
-
Geger Temuan Mayat Mutilasi dalam Karung Beras di Pancoran Mas Depok
-
Jelang HUT ke-81 RI, Masjid Indonesia Pertama di Kanada Barat Resmi Berdiri
-
Diduga Bawa Kabur Kamera Rp200 Juta, DJ Wanita dan Suaminya Dipolisikan di Bogor
-
5 Perubahan Contact Center di Era Generative AI, Tak Lagi Sekadar Layanan Pengaduan