Suara.com - Ade Rai dikenal sebagai binaragawan yang memilih tubuh kekar dan tampak bugar meski usianya nyaris menginjak kepala lima. Lelaki berusia 49 tahun itu pun memberi tips untuk menghadapi pandemi virus corona yang menyebar masif saat ini.
"Ya kalau saya lebih pada ke apa yang kita fokuskan, sehingga tenaga kita tersalurkan ke sana. Kalau saya lihat prilaku masyarakat sekarang ini memang lebih sibuk menganalisa kesakitan itu ketimbang menyadari tubuh kita punya kekuatan dan kecerdasan sendiri," ujar Ade Rai saat ditemui di kawasan Tendean, Jakarta Selatan, Rabu (18/3/2020).
Kecerdasan tubuh yang dimaksud Ade Rai adalah bahwa tubuh kita memiliki sistem untuk melawan virus dan bakteri secara alami. Akan tetapi, hal itu juga perlu penjagaan dan perawatan dari diri pribadi.
"Nah yang mau saya sampaikan kita harus bersyukur tapi di sisi lain juga prihatin sama terjadinya situasi saat ini. Sebetulnya kita lakukan apa yang bisa kita lakukan ya, misal kita bicara kebersihan, social distance atau apapun silakan. Tapi yang lebih utama sekali lagi, penyakit dan infeksi hanya akan bisa tumbuh dan hadir kalau diberi satu lingkungan yang memungkinkan dia nyaman di sana," tuturnya.
Menurut Ade Rai, agak berlebihan kepanikan masyarakat saat ini dengan melihat orang batuk dan bersin langsung paranoid. Sebab, banyak kasus penyakit lain bisa disembuhkan dengan tekad dan pengobatan tepat.
"Kan sangat tidak logic ketika banyak orang yang bisa melawan yang namanya cancer, atau masalah-masalah kesehatan yang luar biasa lain, sekarang kita hanya sekadar bersentuhan atau teman kita batuk atau bersin langsung selesai bubar jalan," jelasnya.
Namun demikian, Ade Rai menghargai upaya pemerintah dan berbagai pihak yang memberi penyuluhan. Terpenting, semua penyakit berasal dari bagaimana upaya kita merawat dan menjaga diri.
"Tapi terlepas dari apapun, saya hargai upaya dari pemerintah informasi yang dilakukan. Tapi pada masyarakat, yuk kita fokus ke badan kita. Merokok itu bisa dikurangi," pungkasnya.
Baca Juga: Cerita Arya Permana, Ditempa Ade Rai Hingga Turun 109 Kg
Berita Terkait
-
Efek Domino Pandemi Bikin Harga Mobil Bekas Gagal Turun
-
Menkes Pastikan Risiko Ebola di Indonesia Rendah, Penularannya Tak Semudah Covid-19
-
Tudingan Pakai Steroid Makin Panas, Ade Rai Kini Chat Host Kasisolusi
-
Dunia Fitnes Dipanaskan Isu Penggunaan Steroid: Perang Terbuka Ade Rai vs Canggih Fitra
-
IHSG Hancur Lebur Seperti Era COVID-19, Padahal Tak Sedang Pandemi
Terpopuler
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- Prabowo Singgung Nuklir Iran, Badan Atom Internasional Ungkap Faktanya
Pilihan
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
Terkini
-
Penebangan 10 Pohon di Jalan Riau Lolos Pengawasan, Dedi Mulyadi Minta Camat Hingga Lurah Disanksi
-
Rojali, Mantap, hingga Lipstick Effect, Tiga Fenomena yang Menggambarkan Wajah Baru Konsumsi RI
-
Dosen Dipecat Karena Tegur Mahasiswa Berpakaian Ketat? Pimpinan Muhammadiyah Investigasi
-
Bawa Keranda 'RIP Hukum', Mahasiswa Geruduk Kejagung Tuntut Febrie Adriansyah Dihukum Mati
-
3 Kontroversi YouTuber Bigmo, Terbaru Libatkan Anak Kecil Promosi Liquid Vape
-
Pramono Buka Peluang Modifikasi Cuaca di Jakarta, Antisipasi El Nino dan Ancaman Kebakaran
-
Sudah Lebih 30 Provinsi Dikunjungi, Pengamat Bongkar Alasan Gibran Sering Turun ke Daerah
-
Perluas Cara Berinvestasi, BNI Tawarkan 2.600 Aset melalui Gelegar Lelang 2026
-
Febrie Adriansyah Lawan Status Tersangka, Kuasa Hukum Soroti 9 Kejanggalan Penanganan Kasus
-
Barang Impor Masih Mahal, Rupiah Terperangkap di Level Rp18.000