Suara.com - Nikita Mirzani mengaku rugi hingga ratusan juta rupiah karena wabah virus corona (covid-19). Beberapa job terpaksa dibatalkan hingga masa darurat corona selesai.
"Oiya banyak kalau job sampai April akhir batal semua. Oh iya (ratusan juta rupiah) lebih, gue kan artis dengan bayaran termahal sekarang," kata Nikita Mirzani ditemui di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Rabu (18/3/2020).
Perempuan kelahiran 17 Maret 1986 ini pun membeberkan harga bayaran ketika off air. Dia harus merelakan beberapa job dengan harga fantastis itu.
"Tergantung evennya kaya off air itu diatas Rp 100 juta. Gue aja pekerjaan off air banyak banget yang tertunda, tertunda hingga waktu yang tidak ditentukan. Takut ada jadwal baru nanti bentro kan semua," ungkapnya.
Tak hanya rugi secara materil, Nikita Mirzani juga merasakan kerugian immateril. Janda tiga anak ini bilang, psikologisnya terganggu ketika sedang melawak tanpa ada kehadiran penonton.
"Gue sekarang kan ngelawak juga, kalau nggak ada penonton juga gimana gitu. Nanti malam gue akan live Cemceman nggak ada penonton kosong itu juga harus memengaruhi psikologis ya. Kita ngelucu tapi kosong nggak ada orang nggak enak," jelas perempuan yang menyumbangkan Rp 100 juta untuk penanganan virus corona.
Nikita Mirazani merupakan satu dari sekian banyak artis yang ikut merasakan dampak virus corona (covid-19). Dia berharap wabah internasional ini dapat selesai sesegera mungkin. "Itu aja doa gue semoga Indonesia cepat selesai sama masalah corona ini," pungkasnya.
Berita Terkait
-
Heboh Isu Nikita Mirzani Diintimidasi di Penjara, Pihak Rutan Buka Suara
-
Rieke Kritik Kasasi 'Paket Kilat' Nikita Mirzani, Kejagung Malah Puji: Bagus, Ada Kepastian Hukum
-
Kawal Sidang Nikita Mirzani, Rieke Diah Pitaloka Cium Aroma 'Paket Kilat' Putusan Kasasi MA
-
Minta Maaf Tanpa Sebut Nama Ruben Onsu, Sarwendah Disemprot Nikita Mirzani
-
Gugatan PMH ke Reza Gladys Ditolak, Nikita Mirzani Gagal Kantongi Rp244 Miliar
Terpopuler
- Putusan MK soal Kuota Internet Hangus Ubah Peta Bisnis Operator, Pakar: Paket Data Bakal Berubah
- Melayat ke Yogya, Susi Pudjiastuti Kenang Sosok Nasirun
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- Kado Kemerdekaan: Pemutihan Pajak Kendaraan di Agustus 2026, Buruh dan Ojol Dapat Diskon Khusus
- Prabowo Singgung Nuklir Iran, Badan Atom Internasional Ungkap Faktanya
Pilihan
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
Terkini
-
Kasus Bayi Dijual Rp20 Juta Belum Tuntas, Polisi Didesak Usut Sosok Pemberi Uang
-
Dipukul Balok Kayu, Wanita di Palembang Gagalkan Aksi Begal hingga Pelaku Ditangkap
-
Dua Kata Tijjani Reijnders Usai Timnas Indonesia Dibantai Vietnam 0-3
-
Ingin Rumah Terasa Lebih Elegan? Tren Interior Kini Mengandalkan Permainan Cahaya dari Keramik
-
Haykal Ungkap Hal yang Bikin Tak Nyaman di Palembang, Pengemis hingga Sungai Jadi Sorotan
-
Kreativitas Generasi Muda Indonesia Berbuah Manis, Ribuan Pelajar Sukses Bangun Bisnis
-
Klasemen Piala AFF 2026 Usai Timnas Indonesia Digebuk Vietnam: Wajib Menang di Singapura
-
Mengapa Direktur Bus ALS Jadi Tersangka? Polisi Periksa 50 Saksi sebelum Naikkan Kasus ke Penyidikan
-
Polda Metro Jaya Siap Ladeni 'Serangan' Praperadilan Keempat Roy Suryo
-
Ada Anomali dalam Kebakaran BYD Seal di Cikampek, Investigasi Masih Berlangsung