Suara.com - Artis Angbeen Rishi akhirnya buka suara terkait perseteruan dengan ibunya, Yulia Irawati yang berakhir di jalur hukum. Ia akhinya membeberkan alasan memilih melaporkan ibunya itu ke polisi.
Calon istri Aldy Fairuz ini membuat laporan polisi sejak Desember 2019 lalu atas pencemaran nama baik ditujukan kepada terlapor yang tak lain ibu kandungnya sendiri, Yulia Irawati.
"Tak perlu dan tak perlulah saya mengumbar aib, tak perlu dan tak perlu lah hal kejam dan siksaan apa yang saya alami, tak perlu lah saya menjabarkan bagaimana saya mengalami kekerasan fisik dan verbal bertubi-tubi," tulis Angbeen Rishi di Instagram belum lama ini.
Angbeen Rishi juga mengungkap bagaimana perlakuan Yulia Irawati selama ini. Dia pernah dipaksa mendekati laki-laki lebih tua hingga pindah agama.
Perlakuan tak menyenangkan itu diterimanya karena dia ingin menikah Aldy Fairuz namun tidak disetujui.
"Dipaksa mendekati laki-laki yang jauh lebih tua hanya karena uang, dipaksa pindah AGAMA, sampai sering kali mendengar kata "lebih rendah dari pelacur" hanya karena mencintai orang dengan tulus yang satu IMAN bukan karena uang," ungkapnya.
"Karena menurut mereka "Pelacur aja dibayar masa kamu nggak?" dan dikecam hanya karena saya ingin MENIKAH," sambung Angbeen Rishi.
Diketahui sebelumnya, Angbeen Rishi melaporkan Yulia Wirawati ke Polda Metro Jaya atas dugaan pencemaran nama baik. Dalam laporannya, Angbeen Rishi tak terima dengan unggahan sang bunda yang menyebut Adly Fairuz melakukan tindak kekerasan padanya.
Baca Juga: Angbeen Rishi Laporkan Ibu Sendiri, Polisi Siap Panggil Saksi Ahli
Angbeen Rishi keberatan karena merasa tak pernah dimarahi oleh Adly Fairuz. Sementara Yulia dalam berbagai kesempatan menyebut apa yang diunggah merupakan cerita dari Angbeen.
Perseteruan Angbeen Rishi dan sang bunda berawal dari tiga tahun lalu. Angbeen kabur dari rumah karena hubungannya dengan Adly Fairuz tak direstui oleh Yulia. Angbeen Rishi kemudian memilih untuk tinggal bersama sang ayah.
Berita Terkait
-
Di Balik Konten Marah-Marah, TikToker 'Petantang Petenteng' Manda Curhat Kena Sihir Orang Terdekat
-
Arya Saloka Terang-terangan Goda Yasmin Napper di Medsos, Warganet Auto Heboh
-
Rumahnya Terendam Banjir, Katon Bagaskara Ngadu ke Gubernur Jakarta: Tolong Pak Pram
-
Prilly Latuconsina Beberkan Realita Pahit Syuting Sinetron, Protes Bisa Bikin Peran 'Dimatikan'
-
Disebut Tak Bahagia Saat Akad, Siska Minbite Ungkap Kondisi Sebenarnya
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
Terkini
-
Baim Wong Ungkap Tantangan Satukan Aktor Besar di Film Semua Akan Baik-Baik Saja
-
Lama Mengabdi di Pesantren, Ayah Korban Syok Anaknya Jadi Korban Pencabulan Kiai Ashari Pati
-
Kiai Ashari Suruh Korban Telan Sperma, Ini Tujuannya
-
Skandal Pencabulan di Ponpes Pati: Ashari Disebut Sakti, Warga Takut Bantu, Ayah Korban Diintimidasi
-
Alibi Ashari Cabuli Santriwati: Sebut Korban Penuh Dengki dan Harus Diobati dengan Tidur Bareng
-
Pengakuan Lengkap Santriwati Korban Pencabulan Kiai Ashari di Lingkungan Pesantren Pati
-
Film Pesta Babi Tentang Apa? Pemutarannya Dibubarkan Kampus Unram Bikin Mahasiswa Geram
-
Dari YouTube ke Layar Lebar, Sara Wijayanto Angkat Kisah Horor 'Cerita Lila' ke Bioskop
-
Yuni Shara Rayakan 35 Tahun Berkarya Lewat Konser Megah 3553 Concert di Surabaya
-
Melanie Subono Geram Ashari Ngaku Khilaf Cabuli Puluhan Santriwati: Itu Namanya Niat!