Entertainment / Gosip
Jum'at, 08 Mei 2026 | 13:12 WIB
Melanie Subono geram Ashari kiai cabul asal pati mengaku khilaf. [Instagram]
Baca 10 detik
  • Melanie Subono menegaskan aksi pencabulan yang dilakukan berkali-kali selama bertahun-tahun adalah bentuk kesengajaan atau niat, bukan sekadar kekhilafan.
  • Selain Melanie, Hotman Paris turut mengawal kasus ini dengan mengungkap fakta adanya puluhan korban hingga indikasi korban yang hamil.
  • Fakta persidangan dan saksi menunjukkan pola pelaku yang memanggil santriwati secara bergantian untuk melayani nafsu bejatnya di bawah kedok perhatian.

Suara.com - Penyanyi sekaligus aktivis Melanie Subono ikut menyoroti kasus pencabulan 50 santriwati yang dilakukan Ashari, kiai sebuah pondok pesantren di Pati, Jawa Tengah.

Ashari yang telah berstatus tersangka, sudah diperiksa dan ditahan di Polres Pati.

Namun, ada pernyataan dari Ashari yang membuat Melanie Subono geram. Ashari menyatakan dirinya khilaf.

Hal itu diutarakan Kasat Reskrim Polresta Pati, Kompol Dika Hadian Widya Wiratama saat menggelar konferensi pers.

"Tersangka sudah mengakui dan juga mengaku khilaf serta bertobat," ujar Kompol Dika saat konferensi pers di Mapolresta Pati, Kamis, 7 Mei 2026.

Melanie Subono menilai, apa yang dilakukan Ashari bukan khilaf. Ini karena Ashara berkali-kali melakukan pencabulan dari satu santriwati ke yang lain.

"BTW khilaf dan nggak niat gitu sebenernya ya itu kalau 1x. Kalo berkali kali namanya niat," tulis Melanie Subono di Instagram pada Jumat, 8 Mei 2026.

Selain Melanie Subono, ada Hotman Paris Hutapea yang juga turun tangan mengawal kasus ini.

Hotman mendatangkan korban, ayah korban, orang yang pernah berada di pesantren serta pengacara yang mengurus kasus ini sejak 2024.

"Sudah hampir 3 tahun dia (korban) di situ, selalu diminta tidur sama si laki itu. Kalau dia berhalangan, cewek lain yang dipanggil," ungkap Hotman Paris.

Baca Juga: Soroti Kasus Kiai Cabul di Pati, Dudung Abdurachman Lindungi Korban

Kiai Ashari dari pondok pesantren di Pati ditangkap karena kasus pencabulan terhadap puluhan santri [Hasil generate chatGPT dari bidik layar asli]

Pengakuan lain, ada korban yang sampai hamil. Lalu orang lain yang diminta untuk bertanggung jawab.

Perlakuan fisik yang tidak wajar pun kerap terlihat oleh orang-orang di sekitar pondok pesantren tersebut.

Pelaku seringkali melakukan kontak fisik yang berlebihan kepada para santriwati di depan umum dengan dalih sebagai bentuk perhatian.

"Nah, terus setiap salaman itu, dicium pipi kanan kiri, batuk (kening), dan juga itu... lambenya (bibirnya)," kata KS, orang yang pernah bekerja di pesantren.

Load More